Awas 'New Brazillian Order'
Senin, 26/11/2007 16:25 WIB
FOTO:
Durban - Dalam teori konspirasi tersebutlah "New World Order", di mana semua tatanan dan karakter dunia yang berlaku akan diubah melalui perang. Dalam dunia sepakbola, Brasil sepertinya akan menaklukkan dunia melalui pemain-pemainnya.
Paling tidak itulah yang ditakutkan Prseiden FIFA Sepp Blatter dalam kampanyenya membatasi kuota pemain asing di klub dan tim nasional. Ia memperingatkan ancaman pemain-pemain Brasil yang bisa saja mengisi hampir setengah dari sebuah tim dalam sepuluh tahun mendatang.
Dalam sebuah konferensi pers menjelang acara pengundian grup kualifikasi Piala Dunia 2010 di Durban, Afrika Selatan, Minggu (25/11/2007), Blatter menyatakan bahwa ia tidak setuju bahwa kewarganegaraan dapat diraih melalui pernikahan atau naturalisasi karena hal ini dapat mengubah karater asli dari sebuah timnas.
Secara spesifik Blatter menyebut Brasil sebagai ancaman utama mengingat mereka mengekspor 60 juta pemain ke seluruh dunia dan membanjiri skuad-skuad tim nasional.
"Jika kita tidak hati-hati dengan invasi mereka, mereka bisa menyebar tak hanya di Eropa tetapi juga di Asia dan Afrika. Maka pada Piala Dunia 2014 dan 2018, dari 32 tim peserta maka 16 di antaranya akan memiliki skuad penuh dengan pemain Brasil, "ujarnya dikutip YahooSport. "Dan ini sangat sangat berbahaya!"
Ketakutan Blatter bukanlah tanpa fakta. Menurut Carlos Alberto Parreira (eks-pelatih timnas Brasil yang sekarang menangani Afrika Selatan), dalam lima tahun terakhir Brasil telah mengekspor lebih dari 5.000 pemain ke seluruh dunia. Menurutnya, pembuatan "mass product" ini adalah berkat kombinasi antara banyaknya bakat-bakat muda di sana dan pembinaan yang baik. "Semua orang di sana ingin menjadi pesepakbola,"ujarnya.
Sebagai contoh, bintang Barcelona, Deco de Souza, lahir dan dibesarkan di Brasil sebelum akhirnya mendapat kewarganegaraan Portugal melalui naturalisasi setelah menyadari bahwa dirinya tidak akan mendapat kesempatan bermain di timnas Brasil.
Contoh lain adalah striker Arsenal Eduardo da Silva yang lahir di Brasil namun pindah ke Kroasia pada usia 15 tahun dan mendapat status kewarganegaraan negara pecahan (eks) Yugoslavia itu di 2002.
Pada Piala Dunia 2006 pelatih timnas Jepang, Zico secara reguler memainkan pemain kelahiran Brasil lainnya, Alessandro Santos. Sementara Tunisia begitu mengandalkan Jose Clayton (juga kelahiran Brasil) di lini depan. Clayton juga merupakan kunci keberhasilan Tunisia dalam menembus Piala Dunia dua kali berturut-turut.
Secara kualitas pemain-pemain Brasil memang di atas rata-rata. Tak heran jika demi prestasi sebuah tim nasional rela melakukan naturalisasi terhadap pemain-pemain Brasil. Jadi, jangan heran bila suatu saat nanti ketakutan Sepp Blatter menjadi kenyataan.
Foto: Deco lahir dan besar di Brasil, lalu memperkuat tim nasional Portugal. (AFP)
( a2s / a2s )
Paling tidak itulah yang ditakutkan Prseiden FIFA Sepp Blatter dalam kampanyenya membatasi kuota pemain asing di klub dan tim nasional. Ia memperingatkan ancaman pemain-pemain Brasil yang bisa saja mengisi hampir setengah dari sebuah tim dalam sepuluh tahun mendatang.
Dalam sebuah konferensi pers menjelang acara pengundian grup kualifikasi Piala Dunia 2010 di Durban, Afrika Selatan, Minggu (25/11/2007), Blatter menyatakan bahwa ia tidak setuju bahwa kewarganegaraan dapat diraih melalui pernikahan atau naturalisasi karena hal ini dapat mengubah karater asli dari sebuah timnas.
Secara spesifik Blatter menyebut Brasil sebagai ancaman utama mengingat mereka mengekspor 60 juta pemain ke seluruh dunia dan membanjiri skuad-skuad tim nasional.
"Jika kita tidak hati-hati dengan invasi mereka, mereka bisa menyebar tak hanya di Eropa tetapi juga di Asia dan Afrika. Maka pada Piala Dunia 2014 dan 2018, dari 32 tim peserta maka 16 di antaranya akan memiliki skuad penuh dengan pemain Brasil, "ujarnya dikutip YahooSport. "Dan ini sangat sangat berbahaya!"
Ketakutan Blatter bukanlah tanpa fakta. Menurut Carlos Alberto Parreira (eks-pelatih timnas Brasil yang sekarang menangani Afrika Selatan), dalam lima tahun terakhir Brasil telah mengekspor lebih dari 5.000 pemain ke seluruh dunia. Menurutnya, pembuatan "mass product" ini adalah berkat kombinasi antara banyaknya bakat-bakat muda di sana dan pembinaan yang baik. "Semua orang di sana ingin menjadi pesepakbola,"ujarnya.
Sebagai contoh, bintang Barcelona, Deco de Souza, lahir dan dibesarkan di Brasil sebelum akhirnya mendapat kewarganegaraan Portugal melalui naturalisasi setelah menyadari bahwa dirinya tidak akan mendapat kesempatan bermain di timnas Brasil.
Contoh lain adalah striker Arsenal Eduardo da Silva yang lahir di Brasil namun pindah ke Kroasia pada usia 15 tahun dan mendapat status kewarganegaraan negara pecahan (eks) Yugoslavia itu di 2002.
Pada Piala Dunia 2006 pelatih timnas Jepang, Zico secara reguler memainkan pemain kelahiran Brasil lainnya, Alessandro Santos. Sementara Tunisia begitu mengandalkan Jose Clayton (juga kelahiran Brasil) di lini depan. Clayton juga merupakan kunci keberhasilan Tunisia dalam menembus Piala Dunia dua kali berturut-turut.
Secara kualitas pemain-pemain Brasil memang di atas rata-rata. Tak heran jika demi prestasi sebuah tim nasional rela melakukan naturalisasi terhadap pemain-pemain Brasil. Jadi, jangan heran bila suatu saat nanti ketakutan Sepp Blatter menjadi kenyataan.
Foto: Deco lahir dan besar di Brasil, lalu memperkuat tim nasional Portugal. (AFP)
( a2s / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 07:30
Dzeko Takkan Tinggalkan City
-
Sabtu, 26/05/2012 06:09
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |













.gif)
