MU, dari yang Terburuk Menjadi yang Terbaik
Senin, 12/05/2008 03:26 WIB
FOTO:AFP/Paul Ellis
Jakarta - Manchester United mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Premiership musim ini usai menyabet gelar juara. Padahal mereka mengalami musim dengan rekor terburuk.
Kemenangan 2-0 atas atas Wigan Athletic memastikan MU meraih titel juara liga untuk kali ke-17 sepanjang sejarah. Dalam 16 tahun terakhir atau sejak dimulainya era Premier League, ini adalah titel mereka yang ke-10.
Tak seperti kebanyakan musim saat mereka meraih juara yang didapat dengan dominasi penuh sejak awal kompetisi, kemenangan "Setan Merah" musim ini diraih melalui perjuangan yang jauh dari mudah. Harus menunggu hingga pekan terakhir liga adalah salah satu bukti yang mudah dilihat.
Mendatangkan Owen Hargreaves, Nani dan Carlos Tevez, langkah awal MU di Premier League sangat berat. Di tiga laga perdana mereka cuma mendapat dua poin setelah bermain imbang atas Reading (0-0) dan Portsmouth (1-1) serta dipaksa menyerah oleh Manchester City (0-1). Itu merupakan start terburuk The Red Devils sejak tahun 1992.
Namun performa buruk skuad Sir Alex Ferguson ya cuma sampai tiga laga perdana tersebut karena selanjutnya kemenangan demi kemenangan yang didapat. Total ada delapan kemenangan beruntun yang didapat sebelum ditahan Arsenal 2-2 di Emirates Stadium pada awal November.
Yang terjadi selanjutnya adalah persaingan ketat antara MU dengan The Gunners. Kedua klub beberapa kali berganti menduduki puncak klasemen sebelum akhirnya skuad besutan Arsene Wenger seperti kehabisan napas dan tercecer dari perebutan gelar.
Namun MU tak lantas melenggang dengan mudah di pucuk klasemen karena Chelsea perlahan bangkit dari keterpurukan pasca ditinggal Jose Mourinho. Meski banyak yang menilai The Blues kurang meyakinkan, namun perlahan John Terry cs menjelma menjadi ancaman serius buat Ryan Giggs dkk.
Kekalahan 1-2 yang diderita MU saat bertandang ke Stamford Bridge membuat Premier League musim ini menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa dekade terakhir. Memasuki pekan penutup Liga Inggris, kedua klub masih punya koleksi poin yang sama meski MU lebih unggul dalam hal selisih gol.
Adalah Cristiano Ronaldo dan Ryan Giggs yang kemudian memastikan MU layak menjadi yang terbaik setelah mengawali musim dengan rekor terburuk. Dua gol dari winger itu menutup peluang Chelsea menjadi juara yang pada pertandingan lain justru ditahan Bolton Wanderers 1-1.
"Itu (persaingan) yang berat tapi juga fantastis. Saya sangat bangga karena berada di klub yang hebat, itu memudahkan saya (merengkuh juara) dibanding pelatih manapun," ungkap Fergie usai mematikan gelar ke-10-nya sebagai juara Liga Inggris.
( din / a2s )
Kemenangan 2-0 atas atas Wigan Athletic memastikan MU meraih titel juara liga untuk kali ke-17 sepanjang sejarah. Dalam 16 tahun terakhir atau sejak dimulainya era Premier League, ini adalah titel mereka yang ke-10.
Tak seperti kebanyakan musim saat mereka meraih juara yang didapat dengan dominasi penuh sejak awal kompetisi, kemenangan "Setan Merah" musim ini diraih melalui perjuangan yang jauh dari mudah. Harus menunggu hingga pekan terakhir liga adalah salah satu bukti yang mudah dilihat.
Mendatangkan Owen Hargreaves, Nani dan Carlos Tevez, langkah awal MU di Premier League sangat berat. Di tiga laga perdana mereka cuma mendapat dua poin setelah bermain imbang atas Reading (0-0) dan Portsmouth (1-1) serta dipaksa menyerah oleh Manchester City (0-1). Itu merupakan start terburuk The Red Devils sejak tahun 1992.
Namun performa buruk skuad Sir Alex Ferguson ya cuma sampai tiga laga perdana tersebut karena selanjutnya kemenangan demi kemenangan yang didapat. Total ada delapan kemenangan beruntun yang didapat sebelum ditahan Arsenal 2-2 di Emirates Stadium pada awal November.
Yang terjadi selanjutnya adalah persaingan ketat antara MU dengan The Gunners. Kedua klub beberapa kali berganti menduduki puncak klasemen sebelum akhirnya skuad besutan Arsene Wenger seperti kehabisan napas dan tercecer dari perebutan gelar.
Namun MU tak lantas melenggang dengan mudah di pucuk klasemen karena Chelsea perlahan bangkit dari keterpurukan pasca ditinggal Jose Mourinho. Meski banyak yang menilai The Blues kurang meyakinkan, namun perlahan John Terry cs menjelma menjadi ancaman serius buat Ryan Giggs dkk.
Kekalahan 1-2 yang diderita MU saat bertandang ke Stamford Bridge membuat Premier League musim ini menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa dekade terakhir. Memasuki pekan penutup Liga Inggris, kedua klub masih punya koleksi poin yang sama meski MU lebih unggul dalam hal selisih gol.
Adalah Cristiano Ronaldo dan Ryan Giggs yang kemudian memastikan MU layak menjadi yang terbaik setelah mengawali musim dengan rekor terburuk. Dua gol dari winger itu menutup peluang Chelsea menjadi juara yang pada pertandingan lain justru ditahan Bolton Wanderers 1-1.
"Itu (persaingan) yang berat tapi juga fantastis. Saya sangat bangga karena berada di klub yang hebat, itu memudahkan saya (merengkuh juara) dibanding pelatih manapun," ungkap Fergie usai mematikan gelar ke-10-nya sebagai juara Liga Inggris.
( din / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 03:52 WIB
Barton Tak Ajukan Banding
-
Sabtu, 26/05/2012 00:23 WIB
'Carroll dan Henderson Harapan Masa Depan Liverpool'
-
Jumat, 25/05/2012 16:42 WIB
Barnes, Henchoz, Fowler Dukung Martinez Jadi Manajer Liverpool
-
Jumat, 25/05/2012 16:28 WIB
Torres Tatap Musim Depan dengan Lebih Pede
-
Jumat, 25/05/2012 15:13 WIB
Spurs Kian Dekat Dapatkan Vertonghen
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 07:30
Dzeko Takkan Tinggalkan City
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |








.jpg)








.gif)
