What Next, Roman?
Kamis, 22/05/2008 11:15 WIB
FOTO:AFP/Paul Ellis
Jakarta - Di tribun Stadion Luzhniki, Roman Abramovich hanya bisa terdiam menyaksikan tim miliknya, Chelsea, gagal merebut titel juara Liga Champions. Apa rencanamu selanjutnya, Roman?
Abramovich mulai berkuasa di Stamford Bridge nyaris lima tahun lalu. Di awal rezimnya, gelar-gelar pun datang; termasuk dua titel jawara Premiership di musim 2004/2005 dan 2005/2006. Semuanya direngkuh di bawah kiprah jenial manajer Jose Mourinho.
Namun belakangan, Chelsea bagai sepi trofi. Dua musim terakhir, Liga Inggris dikuasai Manchester United. Yang terbaru, The Blues dikangkangi The Red Devils di final Liga Champions, Kamis (22/5/2008) dinihari WIB.
Bila Anda mengamati bahasa tubuh Abramovich di Luzhniki, kegelisahan sang taipan minyak Rusia itu terlihat jelas. Menggandeng kekasihnya, Darya Zhukova, Abramovich hanya membisu saat sepakan Nicolas Anelka di babak adu penalti ditahan Edwin van der Sar.
Abramovich harus menerima fakta bahwa klub miliknya tersungkur di kampung halamannya sendiri, Moskow. Yang lebih sesak, multi-jutawan berusia 41 tahun itu sudah merasakan hampa gelar utama dalam dua musim terakhir. Titel Piala FA tahun 2007 jelas bukan hal sebanding dengan investasi yang sudah ditanamkan Abramovich.
Mendatangkan bintang sekelas Andriy Shevchenko dan Michael Ballack, plus mengganti Mourinho saat kinerjanya tidak memuaskan, ternyata bukan obat penawar dahaga gelar yang dirasakan Abramovich.
Avram Grant, peracik strategi yang ditunjuk Abramovich menjadi suksesor The Special One, ternyata baru berkelas 'nyaris'. Nyaris menjadi juara Liga Primer dan nyaris memenangi Liga Champions.
Mengganti Grant dan menambah amunisi di daftar pemain The Blues akan jadi langkah berikut Abramovich. Jumlah 578 juta poundsterling (Rp 10,62 triliun) yang sudah digelontorkan untuk Chelsea dipastikan akan bertambah. Dengan kekayaan mencapai US$ 18 milyar (versi Forbes tahun 2007), merogoh kocek lebih dalam untuk 'membeli' kesuksesan jelas sebuah opsi yang masuk akal.
Nama Frank Rijkaard sudah digadang-gadang bakal jadi nahkoda baru klub London itu. Pelatih Belanda tersebut berstatus 'available' setelah jasanya tidak lagi dipakai oleh Barcelona.
Dari sisi pemain, sudah dua nama yang dipastikan akan masuk Stamford Bridge musim depan. Mereka adalah Jose Bosingwa dan Branislav Ivanovic. Sementara, profil bereputasi tinggi seperti Kaka, Lionel Messi dan Dimitar Berbatov juga telah masuk ke dalam incaran.
Namun kedatangan bintang-bintang baru jelas akan diikuti oleh kepergian mereka yang lama. Mereka yang dianggap tidak berkontribusi maksimal harus bersiap ditendang, dan mereka yang sudah tidak kerasan pun siap membuka pintu keluar.
Shevchenko mungkin lebih memilih pulang ke Italia untuk kembali bersama AC Milan. Nasib Claudio Pizzaro,Steve Sidwell dan Shaun Wright-Phillips makin tidak jelas. Sementara kelanjutan karir Frank Lampard dan Didier Drogba di Stamford Bridge juga jauh dari kata pasti.
Revolusi yang digulirkan Abramovich semenjak datang ke London, Juni 2003, belum selesai. Dengan kekuatan uangnya, pria keturunan Yahudi itu akan terus berusaha menebus kegagalan dan mulai memetik lagi panen gelar di musim-musim mendatang.
Publik hanya bisa menunggu, bagaimana kisah revolusi ala Abramovich itu akan berakhir. Menyenangkan atau menyedihkan?
( arp / a2s )
Abramovich mulai berkuasa di Stamford Bridge nyaris lima tahun lalu. Di awal rezimnya, gelar-gelar pun datang; termasuk dua titel jawara Premiership di musim 2004/2005 dan 2005/2006. Semuanya direngkuh di bawah kiprah jenial manajer Jose Mourinho.
Namun belakangan, Chelsea bagai sepi trofi. Dua musim terakhir, Liga Inggris dikuasai Manchester United. Yang terbaru, The Blues dikangkangi The Red Devils di final Liga Champions, Kamis (22/5/2008) dinihari WIB.
Bila Anda mengamati bahasa tubuh Abramovich di Luzhniki, kegelisahan sang taipan minyak Rusia itu terlihat jelas. Menggandeng kekasihnya, Darya Zhukova, Abramovich hanya membisu saat sepakan Nicolas Anelka di babak adu penalti ditahan Edwin van der Sar.
Abramovich harus menerima fakta bahwa klub miliknya tersungkur di kampung halamannya sendiri, Moskow. Yang lebih sesak, multi-jutawan berusia 41 tahun itu sudah merasakan hampa gelar utama dalam dua musim terakhir. Titel Piala FA tahun 2007 jelas bukan hal sebanding dengan investasi yang sudah ditanamkan Abramovich.
Mendatangkan bintang sekelas Andriy Shevchenko dan Michael Ballack, plus mengganti Mourinho saat kinerjanya tidak memuaskan, ternyata bukan obat penawar dahaga gelar yang dirasakan Abramovich.
Avram Grant, peracik strategi yang ditunjuk Abramovich menjadi suksesor The Special One, ternyata baru berkelas 'nyaris'. Nyaris menjadi juara Liga Primer dan nyaris memenangi Liga Champions.
Mengganti Grant dan menambah amunisi di daftar pemain The Blues akan jadi langkah berikut Abramovich. Jumlah 578 juta poundsterling (Rp 10,62 triliun) yang sudah digelontorkan untuk Chelsea dipastikan akan bertambah. Dengan kekayaan mencapai US$ 18 milyar (versi Forbes tahun 2007), merogoh kocek lebih dalam untuk 'membeli' kesuksesan jelas sebuah opsi yang masuk akal.
Nama Frank Rijkaard sudah digadang-gadang bakal jadi nahkoda baru klub London itu. Pelatih Belanda tersebut berstatus 'available' setelah jasanya tidak lagi dipakai oleh Barcelona.
Dari sisi pemain, sudah dua nama yang dipastikan akan masuk Stamford Bridge musim depan. Mereka adalah Jose Bosingwa dan Branislav Ivanovic. Sementara, profil bereputasi tinggi seperti Kaka, Lionel Messi dan Dimitar Berbatov juga telah masuk ke dalam incaran.
Namun kedatangan bintang-bintang baru jelas akan diikuti oleh kepergian mereka yang lama. Mereka yang dianggap tidak berkontribusi maksimal harus bersiap ditendang, dan mereka yang sudah tidak kerasan pun siap membuka pintu keluar.
Shevchenko mungkin lebih memilih pulang ke Italia untuk kembali bersama AC Milan. Nasib Claudio Pizzaro,Steve Sidwell dan Shaun Wright-Phillips makin tidak jelas. Sementara kelanjutan karir Frank Lampard dan Didier Drogba di Stamford Bridge juga jauh dari kata pasti.
Revolusi yang digulirkan Abramovich semenjak datang ke London, Juni 2003, belum selesai. Dengan kekuatan uangnya, pria keturunan Yahudi itu akan terus berusaha menebus kegagalan dan mulai memetik lagi panen gelar di musim-musim mendatang.
Publik hanya bisa menunggu, bagaimana kisah revolusi ala Abramovich itu akan berakhir. Menyenangkan atau menyedihkan?
( arp / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 07:30
Dzeko Takkan Tinggalkan City
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
