Mancini, Terhebat Sejak 70an
Jumat, 30/05/2008 07:02 WIB
FOTO:AFP/Luca Ghidoni
Milan - Percaya atau tidak, Roberto Mancini merupakan pelatih tersukses Inter sejak tahun 70an. Hanya Helenio Herrera yang bisa menandingi pencapaiannya itu.
Bila kesuksesan dipertimbangan dari banyaknya tropi yang didapat, Mancini memang menjadi salah satu yang terbaik. Bayangkan saja, dalam selama empat musim menangani Inter, tujuh titel juara mampu didapatnya.
Musim pertamanya bersama Inter, tepatnya di tahun 2004/2005, Mancini sudah memberi satu titel juara, yaitu Coppa Italia. Kesuksesan itu berlanjut di tahun berikutnya, di mana ia menorehkan treble gelar di kancah domestik, yaitu scudetto Seri A, Coppa dan Super Coppa.
Tahun berikutnya, di musim 2006/2007, Mancini memberi titel scudetto dan gelar Super Coppa. Penutupnya adalah di musim ini, di mana ia mempersembahkan titel terakhir, yaitu scudetto ke-16.
Namun sayangnya, meski mampu membentuk tim yang sangat disegani di kancah domestik, Mancini terbilang gagal bila mengikuti kompetisi Eropa. Tak sekalipun Inter berhasil dibawanya menembus semifinal Liga Champions.
Capaian negatif di level Eropa itulah yang sepertinya membuat presiden Massimo Moratti memecatnya, buah dari ketidaksabarannya atas penantian gelar di level internasional. Solusinya, Jose Mourinho konon sudah ditunjuk untuk mengisi tempat Mancini.
Apapun itu, Mancini sudah sepantasnya masuk hall of fame pelatih di Internazionale. Soalnya prestasinya itu tidak ada yang bisa menyainginya, kecuali Helenio Herrera.
Herrera menangani Inter sejak 1960-1968. Selama delapan musim tersebut, ia berhasil menyumbang tujuh gelar, tiga di ajang Seri A (62/63, 64/65 dan 65/66), dua titel Piala Champions (63/64, 64/65) dan dua titel Intercontinental Cup (64 dan 65).
Sekarang tinggal menunggu penerus Mancini, apakah ia bisa mencatat prestasi yang lebih baik ketimbang pendahulunya, atau membuat Inter kehilangan dominasinya di kancah domestik di masa mendatang.
( ian / roz )
Bila kesuksesan dipertimbangan dari banyaknya tropi yang didapat, Mancini memang menjadi salah satu yang terbaik. Bayangkan saja, dalam selama empat musim menangani Inter, tujuh titel juara mampu didapatnya.
Musim pertamanya bersama Inter, tepatnya di tahun 2004/2005, Mancini sudah memberi satu titel juara, yaitu Coppa Italia. Kesuksesan itu berlanjut di tahun berikutnya, di mana ia menorehkan treble gelar di kancah domestik, yaitu scudetto Seri A, Coppa dan Super Coppa.
Tahun berikutnya, di musim 2006/2007, Mancini memberi titel scudetto dan gelar Super Coppa. Penutupnya adalah di musim ini, di mana ia mempersembahkan titel terakhir, yaitu scudetto ke-16.
Namun sayangnya, meski mampu membentuk tim yang sangat disegani di kancah domestik, Mancini terbilang gagal bila mengikuti kompetisi Eropa. Tak sekalipun Inter berhasil dibawanya menembus semifinal Liga Champions.
Capaian negatif di level Eropa itulah yang sepertinya membuat presiden Massimo Moratti memecatnya, buah dari ketidaksabarannya atas penantian gelar di level internasional. Solusinya, Jose Mourinho konon sudah ditunjuk untuk mengisi tempat Mancini.
Apapun itu, Mancini sudah sepantasnya masuk hall of fame pelatih di Internazionale. Soalnya prestasinya itu tidak ada yang bisa menyainginya, kecuali Helenio Herrera.
Herrera menangani Inter sejak 1960-1968. Selama delapan musim tersebut, ia berhasil menyumbang tujuh gelar, tiga di ajang Seri A (62/63, 64/65 dan 65/66), dua titel Piala Champions (63/64, 64/65) dan dua titel Intercontinental Cup (64 dan 65).
Sekarang tinggal menunggu penerus Mancini, apakah ia bisa mencatat prestasi yang lebih baik ketimbang pendahulunya, atau membuat Inter kehilangan dominasinya di kancah domestik di masa mendatang.
( ian / roz )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 07:30
Dzeko Takkan Tinggalkan City
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |








.jpg)








.gif)
