Brasil Ditekuk Argentina
Presiden Pun Marah Besar
Kamis, 21/08/2008 01:16 WIB
FOTO:Dunga (AFP/Manan Vatsyayana)
Rio De Janeiro - Carlos Dunga benar-benar dalam keadaan yang tidak mengenakkan. Kekalahan tim asuhannya dari Argentina di semifinal Olimpiade Beijing bahkan sampai membuat presiden Brasil marah besar.
Seperti diketahui, "Tim Samba" ditekuk "Tim Tango" dengan skor 0-3, Selasa (19/8/2008), dan dipastikan tak mampu merebut medali emas. Hal terburuk dari kekalahan itu adalah skor tersebut dianggap sangat telak karena lawannya adalah rival utama dan musuh bebuyutan mereka.
Koran-koran Brasil langsung meradang. Dunga menjadi sasaran empuk dari kekalahan memalukan itu. Wacana dia harus dipecat pun dimunculkan.
Harian berpengaruh Globo, misalnya, melukiskan kekalahan itu dengan tragis dan satir, bahkan "kejam". "Sepakbola Brasil, juara dunia lima kali, menginformasikan kematian tim Dunga kemarin di Beijing, China," ulas harian tersebut.
Disebutkan pula bahwa "pemakaman massal" akan digelar hari Jumat lusa, merujuk pada kontes terakhir Brasil untuk memperebutkan medali perunggu melawan Belgia. Himbauan yang diusung Globo adalah "Jangan bawa bunga".
Tekanan moral pada Dunga adalah kabar bahwa Presiden Luiz Inacio Lula da Silva merasa tim Brasil telah "dipermalukan". Dilukiskan bahwa sang presiden "tak pernah sedemikian marahnya" dengan kejadian ini, melebihi kemarahan dia kalau klub favoritnya, Corinthians, dalam performa terburuk.
Harian lain, Estado De Sao Paulo, secara teknis menilai Dunga tidak memainkan sesuatu yang disebut sepakbola Brasil. Kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 itu dianggap menerapkan sepakbola pragmatis, bertahan, dan tanpa sesuatu yang brilian.
Lebih ketus lagi Globo mengatakan bahwa Dunga telah mengkhianati orang-orang Brasil dan semangat Olimpiade dengan pendekatan negatif timnya di ajang tersebut. Pendek kata, Dunga telah melakukan kesalahan besar dan harus "dihukum".
( a2s / key )
Seperti diketahui, "Tim Samba" ditekuk "Tim Tango" dengan skor 0-3, Selasa (19/8/2008), dan dipastikan tak mampu merebut medali emas. Hal terburuk dari kekalahan itu adalah skor tersebut dianggap sangat telak karena lawannya adalah rival utama dan musuh bebuyutan mereka.
Koran-koran Brasil langsung meradang. Dunga menjadi sasaran empuk dari kekalahan memalukan itu. Wacana dia harus dipecat pun dimunculkan.
Harian berpengaruh Globo, misalnya, melukiskan kekalahan itu dengan tragis dan satir, bahkan "kejam". "Sepakbola Brasil, juara dunia lima kali, menginformasikan kematian tim Dunga kemarin di Beijing, China," ulas harian tersebut.
Disebutkan pula bahwa "pemakaman massal" akan digelar hari Jumat lusa, merujuk pada kontes terakhir Brasil untuk memperebutkan medali perunggu melawan Belgia. Himbauan yang diusung Globo adalah "Jangan bawa bunga".
Tekanan moral pada Dunga adalah kabar bahwa Presiden Luiz Inacio Lula da Silva merasa tim Brasil telah "dipermalukan". Dilukiskan bahwa sang presiden "tak pernah sedemikian marahnya" dengan kejadian ini, melebihi kemarahan dia kalau klub favoritnya, Corinthians, dalam performa terburuk.
Harian lain, Estado De Sao Paulo, secara teknis menilai Dunga tidak memainkan sesuatu yang disebut sepakbola Brasil. Kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 itu dianggap menerapkan sepakbola pragmatis, bertahan, dan tanpa sesuatu yang brilian.
Lebih ketus lagi Globo mengatakan bahwa Dunga telah mengkhianati orang-orang Brasil dan semangat Olimpiade dengan pendekatan negatif timnya di ajang tersebut. Pendek kata, Dunga telah melakukan kesalahan besar dan harus "dihukum".
( a2s / key )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 11:44
Bielsa: Kami Akan Mengevaluasi Musim
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
