Aquilani, Pilar Regenerasi Italia
Kamis, 16/10/2008 11:08 WIB
FOTO:Alberto Aquilani (AFP/Alberto Pizzoli)
Terkait
Jakarta - Dua gol dari Alberto Aquilani ke gawang Montenegro tidak hanya membawa kemenangan bagi Italia, tapi semakin menunjukkan bahwa ia siap memimpin Italia menuju sebuah era baru.
Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Via Del Mare, Lecce, Kamis (16/10/2008) dinihari WIB, Aquilani menjadi bintang dengan memborong dua gol kemenangan Azzurri dengan skor 2-1. Istimewanya lagi, itu adalah kali pertama pemain jebolan akademi AS Roma ini menceploskan si kulit bundar untuk negaranya.
Pada pertandingan tersebut Aquilani memperlihatkan kepercayaan yang tinggi untuk menjadi motor serangan Italia. Visinya di lapangan membuatnya kian dipercaya menyandang baju timnas Italia. Bahkan allenatore Marcelo Lippi tidak segan-segan memberikan nomor punggung 10 untuknya. Sebuah nomor yang tidak sembarang orang mengenakannya.
"Ini adalah mimpi dari setiap pemain muda. Saya tidak pernah mencetak gol untuk Italia sebelumnya dan menjadi starting eleven dengan nomor 10. Sangat luar biasa. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang," ujar Aquilani seperti dilansir Channel4.
Penampilan impresif pemain berusia 24 tersebut setidaknya membuat fans Italia tenang. Regenerasi yang dinanti-nantikan kini terjawab sudah. Bersama barisan muda Italia lainnya, ia siap menjadi suksesor Alessandro Del Piero dan Fransesco Totti sebagai roh permainan Italia.
Adalah Lippi yang membuat Aquilani mendapat kesempatan untuk berkibar. Di bawah kepemimpinannya, pelatih yang sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2006 untuk Italia itu meracik kembali komposisi pemain tua dan mengombinasikannya dengan para pemain muda.
"Pelatih (Lippi) memberikan kepercayaan yang sangat besar bagi saya malam ini. Ia berkata pada saya untuk terus maju ke depan dan saya sangat gembira dapat membayar kepercayaannya," tukas Aquilani.
Romanisti sejati
Mengawali karir di akademi Sepakbola AS Roma, Aquilani muda bahkan sudah masuk dalam radar para pencari bakat Chelsea saat masih berusia 16 tahun. Namun kecintaannya pada klub ibukota inilah yang membuatnya menolak mentah-mentah pinangan klub Inggris tersebut.
Ia melakukan debutnya bersama Il Lupo pada 2003 kala melawan Torino. Musim 2003-2004 ia sempat dipinjamkan ke Triestina untuk mematangkan permainannya. Setelah itu permainannya pun kian berkembang dan siap menjadi menjadi pemimpin baru bagi klubnya.
Di timnas Italia, Aquilani adalah pemain reguler U-21. namun di tingkat junior ia baru melakukan debutnya saat pertandingan persahabatan melawan Turki pada 2006. Euro 2008 adalah turnamen Internasional pertama bagi pemilik tinggi badan 1,86 meter ini.
Bersama Lippi, kini kesempatan Aquilani berkibar bersama Azzurri telah terbuka lebar. Ia pun siap memimpin sebuah era baru bagi Italia untuk kembali berjaya.
( a2s / arp )
Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Via Del Mare, Lecce, Kamis (16/10/2008) dinihari WIB, Aquilani menjadi bintang dengan memborong dua gol kemenangan Azzurri dengan skor 2-1. Istimewanya lagi, itu adalah kali pertama pemain jebolan akademi AS Roma ini menceploskan si kulit bundar untuk negaranya.
Pada pertandingan tersebut Aquilani memperlihatkan kepercayaan yang tinggi untuk menjadi motor serangan Italia. Visinya di lapangan membuatnya kian dipercaya menyandang baju timnas Italia. Bahkan allenatore Marcelo Lippi tidak segan-segan memberikan nomor punggung 10 untuknya. Sebuah nomor yang tidak sembarang orang mengenakannya.
"Ini adalah mimpi dari setiap pemain muda. Saya tidak pernah mencetak gol untuk Italia sebelumnya dan menjadi starting eleven dengan nomor 10. Sangat luar biasa. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang," ujar Aquilani seperti dilansir Channel4.
Penampilan impresif pemain berusia 24 tersebut setidaknya membuat fans Italia tenang. Regenerasi yang dinanti-nantikan kini terjawab sudah. Bersama barisan muda Italia lainnya, ia siap menjadi suksesor Alessandro Del Piero dan Fransesco Totti sebagai roh permainan Italia.
Adalah Lippi yang membuat Aquilani mendapat kesempatan untuk berkibar. Di bawah kepemimpinannya, pelatih yang sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2006 untuk Italia itu meracik kembali komposisi pemain tua dan mengombinasikannya dengan para pemain muda.
"Pelatih (Lippi) memberikan kepercayaan yang sangat besar bagi saya malam ini. Ia berkata pada saya untuk terus maju ke depan dan saya sangat gembira dapat membayar kepercayaannya," tukas Aquilani.
Romanisti sejati
Mengawali karir di akademi Sepakbola AS Roma, Aquilani muda bahkan sudah masuk dalam radar para pencari bakat Chelsea saat masih berusia 16 tahun. Namun kecintaannya pada klub ibukota inilah yang membuatnya menolak mentah-mentah pinangan klub Inggris tersebut.
Ia melakukan debutnya bersama Il Lupo pada 2003 kala melawan Torino. Musim 2003-2004 ia sempat dipinjamkan ke Triestina untuk mematangkan permainannya. Setelah itu permainannya pun kian berkembang dan siap menjadi menjadi pemimpin baru bagi klubnya.
Di timnas Italia, Aquilani adalah pemain reguler U-21. namun di tingkat junior ia baru melakukan debutnya saat pertandingan persahabatan melawan Turki pada 2006. Euro 2008 adalah turnamen Internasional pertama bagi pemilik tinggi badan 1,86 meter ini.
Bersama Lippi, kini kesempatan Aquilani berkibar bersama Azzurri telah terbuka lebar. Ia pun siap memimpin sebuah era baru bagi Italia untuk kembali berjaya.
( a2s / arp )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 11:44
Bielsa: Kami Akan Mengevaluasi Musim
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
