'Senangnya Kembali ke Rumah Lama'
Senin, 15/12/2008 03:00 WIB
FOTO:(AFP/Carl de Souza)
Terkait
London - Gianfranco Zola senang bukan kepalang. Kedatangannya ke Stamford Bridge disambut nyanyian oleh para suporter Chelsea. Padahal, ia berhasil menjegal John Terry cs ke puncak klasemen.
Dalam pertandingan Minggu (14/12/2008) malam WIB, West Ham berhasil menghambat upaya Chelsea untuk menyalip Liverpool di puncak klasemen dengan menahan seri The Blues 1-1.
Meski begitu hal tersebut tidak menghambat publik Stamford Bridge untuk menyambut kedatangan pahlawan lamanya itu dengan layak. Ia mendapatkan standing applause dari penonton, juga dinyanyikan lagu-lagu penghormatan.
"Di sepuluh sampai lima belas menit pertama, saya tidak mengerti apa yang terjadi karena mereka menyanyikan nama saya. Saya sangat berterima kasih untuk itu," tukasnya kepada Skysports.
"Sangat fantastis melihat mereka tidak melupakan anda. Saya meminta maaf karena tidak sempat membalasnya dengan segera," sambung Zola.
Bagi Chelsea, sosok Zola memang istimewa. Pria Italia ini pernah membela klub London barat itu dalam kurun waktu 1996-2003. Ia mencetak 59 gol dari 229 pertandingan.
Loyalitas dan kecintaan Zola terhadap Chelsea pun berbalas. Pria berpostur mungil ini pernah dipilih sebagai pemain terbaik Chelsea sepanjang masa pilihan suporter.
Mengawali karir di Nuorese, nama Zola kemudian berkibar di Napoli. Bersama Diego Maradona, ia berhasil membawa Partenopei menjadi kampiun Serie A di tahun 1991. "Sihir" Zola pun berlanjut saat ia memperkuat Parma pada tahun 1993-1996 dan meraih trofi Piala UEFA dan Italian Cup pada 1995.
Performa mantapnya pun dilirik oleh Ruud Gullit yang kala itu menangani Chelsea. Ia pun ditransfer dari Parma dengan nilai 4,5 juta poundsterling atau senilai Rp 73 milyar.
Di Stamford Bridge, ia pun menjelma menjadi pemain paling dicintai publik Chelsea. Dua gelar Piala FA (1997, 2000), Piala Liga (1998), dan trofi Community Shield (2000) ia persembahkan untuk "Si Biru".
Selain label pemain terbaik Chelsea, gelar kehormatan Inggris, Order of the British Empire (OBE) pun diraihnya pada tahun 2005. Ia juga menjadi penyerang dalam penghargaan formasi terbaik di seratus tahun usia Chelsea.
Zola meninggalkan Chelsea pada 2003, dan memutuskan pensiun di tanah kelahirannya, Sardinia, bersama Cagliari. Di tahun 2008, ia meniti karir sebagai pelatih bersama West Ham.
( a2s / arp )
Dalam pertandingan Minggu (14/12/2008) malam WIB, West Ham berhasil menghambat upaya Chelsea untuk menyalip Liverpool di puncak klasemen dengan menahan seri The Blues 1-1.
Meski begitu hal tersebut tidak menghambat publik Stamford Bridge untuk menyambut kedatangan pahlawan lamanya itu dengan layak. Ia mendapatkan standing applause dari penonton, juga dinyanyikan lagu-lagu penghormatan.
"Di sepuluh sampai lima belas menit pertama, saya tidak mengerti apa yang terjadi karena mereka menyanyikan nama saya. Saya sangat berterima kasih untuk itu," tukasnya kepada Skysports.
"Sangat fantastis melihat mereka tidak melupakan anda. Saya meminta maaf karena tidak sempat membalasnya dengan segera," sambung Zola.
Bagi Chelsea, sosok Zola memang istimewa. Pria Italia ini pernah membela klub London barat itu dalam kurun waktu 1996-2003. Ia mencetak 59 gol dari 229 pertandingan.
Loyalitas dan kecintaan Zola terhadap Chelsea pun berbalas. Pria berpostur mungil ini pernah dipilih sebagai pemain terbaik Chelsea sepanjang masa pilihan suporter.
Mengawali karir di Nuorese, nama Zola kemudian berkibar di Napoli. Bersama Diego Maradona, ia berhasil membawa Partenopei menjadi kampiun Serie A di tahun 1991. "Sihir" Zola pun berlanjut saat ia memperkuat Parma pada tahun 1993-1996 dan meraih trofi Piala UEFA dan Italian Cup pada 1995.
Performa mantapnya pun dilirik oleh Ruud Gullit yang kala itu menangani Chelsea. Ia pun ditransfer dari Parma dengan nilai 4,5 juta poundsterling atau senilai Rp 73 milyar.
Di Stamford Bridge, ia pun menjelma menjadi pemain paling dicintai publik Chelsea. Dua gelar Piala FA (1997, 2000), Piala Liga (1998), dan trofi Community Shield (2000) ia persembahkan untuk "Si Biru".
Selain label pemain terbaik Chelsea, gelar kehormatan Inggris, Order of the British Empire (OBE) pun diraihnya pada tahun 2005. Ia juga menjadi penyerang dalam penghargaan formasi terbaik di seratus tahun usia Chelsea.
Zola meninggalkan Chelsea pada 2003, dan memutuskan pensiun di tanah kelahirannya, Sardinia, bersama Cagliari. Di tahun 2008, ia meniti karir sebagai pelatih bersama West Ham.
( a2s / arp )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 03:52 WIB
Barton Tak Ajukan Banding
-
Sabtu, 26/05/2012 00:23 WIB
'Carroll dan Henderson Harapan Masa Depan Liverpool'
-
Jumat, 25/05/2012 16:42 WIB
Barnes, Henchoz, Fowler Dukung Martinez Jadi Manajer Liverpool
-
Jumat, 25/05/2012 16:28 WIB
Torres Tatap Musim Depan dengan Lebih Pede
-
Jumat, 25/05/2012 15:13 WIB
Spurs Kian Dekat Dapatkan Vertonghen
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 11:44
Bielsa: Kami Akan Mengevaluasi Musim
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
