Dengan atau Tanpa Kaka, City Tetap Tak Bisa
Selasa, 20/01/2009 12:37 WIB
FOTO:Manchester City (AFP)
London - Manchester City mencoba membangun sebuah kerajaan instan dengan uang berlimpah. Mereka telah memulainya dengan Robinho, lalu berusaha keras memboyong Kaka. Bilamana mereka bisa sukses?
City sesungguhnya sedang ditertawakan sebagian orang. Mereka boleh mengklaim memiliki dana tak terbatas berkat keberadaan orang-orang Arab nan kaya raya itu di sana. Namun, sekaya apapun mereka, sebernafsu tinggi sekalipun, sepertinya dunia masih memandangnya remeh.
Pandangan itu sejauh ini tidak salah. Robinho adalah buktinya. Dibeli dari Real Madrid dengan memecahkan rekor transfer Liga Inggris, faktanya klub ini masih lebih dekat ke papan bawah ketimbang papan atas. Gampangnya, seorang Robinho tidak mungkin memberi efek yang segera.
Lalu City mengejar Kaka dengan anggaran lebih dari 100 juta poundsterling. Banyak yang heran, kenapa tidak mereka membeli beberapa pemain dengan dana sebesar itu. Kaka seorang -- atau berdua dengan Robinho -- tidaklah mungkin tiba-tiba menyulap klub tak berprestasi itu menjadi hebat.
Kecuali motif ekonomi, rekan-rekan seprofesi Kaka tidak menyarankan bintang Brasil ini pindah ke City of Manchester Stadium. "Kalau tak punya piala, hal-hal menjadi percuma," kata striker Liverpool asal Spanyol, Fernando Torres.
Sejarah emas tidak sering menulis tentang City. Koleksi trofi mereka terlalu sedikit untuk sebuah klub yang telah berusia lebih dari 128 tahun. Di Liga Inggris mereka hanya dua kali menjadi juara, itu pun sudah lama terjadi, yakni di tahun 1937 dan 1968.
Titel domestik lain yang mereka miliki adalah Piala FA (empat kali) dan Piala Liga Inggris (2). Dan sekali lagi, sukses itu tercipta di umumnya di bawah tahun 1970-an -- kecuali Piala Liga (1970 & 1976).
"Di kota Manchester itu hanya ada satu klub: Manchester United," ucap David Beckham, teman baru Kaka di AC Milan.
Opini senada dilontarkan orang dari olahraga lain, Formula 1. Bos tim Renault Flavio Briatore mengatakan, biarpun Kaka berhasil direkrut, City takkan hebat.
"Kalau Anda taruh Michael Schumacher (juara dunia tujuh kali -- Red) di tim Minardi, tetap saja Minardi tidak ke mana-mana. Kalau Anda taruh Kaka di klub ini (Manchester City), sama saja: mereka juga takkan ke mana-mana," ujar Briatore, seperti dikutip dari Reuters.
"Saya pikir ini benar-benar gila," sambung orang Italia yang bersama Bernie Ecclestone dan Lakshmi Mittal memiliki saham besar di klub Queen Park Rangers.
"Lihat saja, waktu Robinho datang, seperti mereka telah mendapatkan solusi untuk setiap masalah. Sekarang, mereka makin dekat ke papan bawah. Ini seperti QPR tahun lalu."
( a2s / krs )
City sesungguhnya sedang ditertawakan sebagian orang. Mereka boleh mengklaim memiliki dana tak terbatas berkat keberadaan orang-orang Arab nan kaya raya itu di sana. Namun, sekaya apapun mereka, sebernafsu tinggi sekalipun, sepertinya dunia masih memandangnya remeh.
Pandangan itu sejauh ini tidak salah. Robinho adalah buktinya. Dibeli dari Real Madrid dengan memecahkan rekor transfer Liga Inggris, faktanya klub ini masih lebih dekat ke papan bawah ketimbang papan atas. Gampangnya, seorang Robinho tidak mungkin memberi efek yang segera.
Lalu City mengejar Kaka dengan anggaran lebih dari 100 juta poundsterling. Banyak yang heran, kenapa tidak mereka membeli beberapa pemain dengan dana sebesar itu. Kaka seorang -- atau berdua dengan Robinho -- tidaklah mungkin tiba-tiba menyulap klub tak berprestasi itu menjadi hebat.
Kecuali motif ekonomi, rekan-rekan seprofesi Kaka tidak menyarankan bintang Brasil ini pindah ke City of Manchester Stadium. "Kalau tak punya piala, hal-hal menjadi percuma," kata striker Liverpool asal Spanyol, Fernando Torres.
Sejarah emas tidak sering menulis tentang City. Koleksi trofi mereka terlalu sedikit untuk sebuah klub yang telah berusia lebih dari 128 tahun. Di Liga Inggris mereka hanya dua kali menjadi juara, itu pun sudah lama terjadi, yakni di tahun 1937 dan 1968.
Titel domestik lain yang mereka miliki adalah Piala FA (empat kali) dan Piala Liga Inggris (2). Dan sekali lagi, sukses itu tercipta di umumnya di bawah tahun 1970-an -- kecuali Piala Liga (1970 & 1976).
"Di kota Manchester itu hanya ada satu klub: Manchester United," ucap David Beckham, teman baru Kaka di AC Milan.
Opini senada dilontarkan orang dari olahraga lain, Formula 1. Bos tim Renault Flavio Briatore mengatakan, biarpun Kaka berhasil direkrut, City takkan hebat.
"Kalau Anda taruh Michael Schumacher (juara dunia tujuh kali -- Red) di tim Minardi, tetap saja Minardi tidak ke mana-mana. Kalau Anda taruh Kaka di klub ini (Manchester City), sama saja: mereka juga takkan ke mana-mana," ujar Briatore, seperti dikutip dari Reuters.
"Saya pikir ini benar-benar gila," sambung orang Italia yang bersama Bernie Ecclestone dan Lakshmi Mittal memiliki saham besar di klub Queen Park Rangers.
"Lihat saja, waktu Robinho datang, seperti mereka telah mendapatkan solusi untuk setiap masalah. Sekarang, mereka makin dekat ke papan bawah. Ini seperti QPR tahun lalu."
( a2s / krs )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 16:42 WIB
Barnes, Henchoz, Fowler Dukung Martinez Jadi Manajer Liverpool
-
Jumat, 25/05/2012 16:28 WIB
Torres Tatap Musim Depan dengan Lebih Pede
-
Jumat, 25/05/2012 15:13 WIB
Spurs Kian Dekat Dapatkan Vertonghen
-
Jumat, 25/05/2012 10:40 WIB
Hazard: Keputusan Saya Tergantung Kesempatan Bermain
-
Jumat, 25/05/2012 08:05 WIB
'Muamba Bisa Kembali Bermain'
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27
John Barnes: Pemain Indonesia Harus Unggul Semangat dan Disiplin
-
Jumat, 25/05/2012 05:55
Guardiola Masih Sesali Kegagalan Barca di Liga Champions
-
Jumat, 25/05/2012 10:40
Hazard: Keputusan Saya Tergantung Kesempatan Bermain
-
Jumat, 25/05/2012 00:40
Bintang-Bintang EPL Masters Mulai Berdatangan di Jakarta
-
Jumat, 25/05/2012 11:48
Jelang Final Copa del Rey
Bielsa Akan Pastikan Messi 'Mati Kutu'
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
