Itu Gol yang Cantik, Adebayor
Rabu, 08/04/2009 09:46 WIB
FOTO:Reuters
Terkait
Villarreal - Emmanuel Adebayor mengaku tak ingat jelas bagaimana cara dirinya mencetak gol ke gawang Villarreal. Namun semua orang yang melihatnya tentu sepakat, itu gol yang indah.
"Saya tak tahu bagaimana saya bisa mencetak gol itu. Tetapi yang terpenting adalah bola itu masuk ke dalam gawang," ujar Adebayor, mengomentari golnya.
Mungkin penyerang asal Togo itu perlu diberitahu bagaimana prosesi gol tersebut. Seperti ini: pertama-tama, Cesc Fabregas mengirim umpan lambung ke arah kotak penalti, di mana di sana Adebayor telah berdiri menanti bola.
Posisinya kala itu tak menguntungkan karena membelakangi gawang, jelas untuk mencetak gol ia butuh usaha dua kali lipat dari biasanya. Namun di sinilah insting membunuh penyerang jangkung itu bekerja.
Usai menahan bola dengan dadanya ia lalu menjatuhkan diri ke tanah. Sembari melakukan gerakan tersebut, ia mengangkat kaki kanannya untuk menyepak bola, Adebayor melakukan tendangan salto.
Bola pun bergulir ke arah pojok kanan gawang The Yellow Submarine. Diego Lopez si penjaga gawang tak beranjak satu centi pun dari tempatnya. Ia hanya diam menyaksikan gol Adebayor itu dan skor pun berubah menjadi 1-1.
"Itu adalah gol yang sangat cantik, dan ini adalah pertandingan yang menarik. Gol tersebut sangat tak disangka-sangka. Pada awalnya, tubuhnya berada di posisi tak menguntungkan untuk mencetak gol, tapi ia berhasil mengubahnya menjadi sebuah keuntungan untuknya," ujar manajer Arsene Wenger di situs resmi klub.
Gol salto Adebayor memang bukan yang pertama kalinya ada di Liga Champions. Gol itu juga bukan gol cantik pertama yang ada di kompetisi antarklub top Eropa ini. Masih ingat gol yang dicetak Alessandro Del Piero dengan tumit pada final tahun 1997?
Contoh lainnya juga adalah gol Zinedine Zidane ke gawang Bayer Leverkusen pada final tahun 2002. Kala itu Zizou melepaskan sebuah sepakan voli keras dari sisi samping lapangan yang menghujam deras jala Hans-Jorg Butt. Gol itu kemudian mengantarkan Real Madrid meraih trofi Liga Champions-nya yang kesembilan.
Namun gol Adebayor tetap pantas mendapatkan pujian. Memang, gol itu tak membawa Arsenal memenangi apa-apa. Tetapi gol itu memberi modal penting bagi The Gunners sebelum melakoni leg kedua di kandang sendiri.
Bagi penyerang berusia 25 tahun ini sendiri, gol tersebut semakin membuktikan bahwa ia langsung on fire setelah kembali dari cedera. Pada 4 April silam ia mencetak dua buah gol untuk membawa Arsenal menang atas Manchester City 2-0 di Premier League.
( roz / a2s )
"Saya tak tahu bagaimana saya bisa mencetak gol itu. Tetapi yang terpenting adalah bola itu masuk ke dalam gawang," ujar Adebayor, mengomentari golnya.
Mungkin penyerang asal Togo itu perlu diberitahu bagaimana prosesi gol tersebut. Seperti ini: pertama-tama, Cesc Fabregas mengirim umpan lambung ke arah kotak penalti, di mana di sana Adebayor telah berdiri menanti bola.
Posisinya kala itu tak menguntungkan karena membelakangi gawang, jelas untuk mencetak gol ia butuh usaha dua kali lipat dari biasanya. Namun di sinilah insting membunuh penyerang jangkung itu bekerja.
Usai menahan bola dengan dadanya ia lalu menjatuhkan diri ke tanah. Sembari melakukan gerakan tersebut, ia mengangkat kaki kanannya untuk menyepak bola, Adebayor melakukan tendangan salto.
Bola pun bergulir ke arah pojok kanan gawang The Yellow Submarine. Diego Lopez si penjaga gawang tak beranjak satu centi pun dari tempatnya. Ia hanya diam menyaksikan gol Adebayor itu dan skor pun berubah menjadi 1-1.
"Itu adalah gol yang sangat cantik, dan ini adalah pertandingan yang menarik. Gol tersebut sangat tak disangka-sangka. Pada awalnya, tubuhnya berada di posisi tak menguntungkan untuk mencetak gol, tapi ia berhasil mengubahnya menjadi sebuah keuntungan untuknya," ujar manajer Arsene Wenger di situs resmi klub.
Gol salto Adebayor memang bukan yang pertama kalinya ada di Liga Champions. Gol itu juga bukan gol cantik pertama yang ada di kompetisi antarklub top Eropa ini. Masih ingat gol yang dicetak Alessandro Del Piero dengan tumit pada final tahun 1997?
Contoh lainnya juga adalah gol Zinedine Zidane ke gawang Bayer Leverkusen pada final tahun 2002. Kala itu Zizou melepaskan sebuah sepakan voli keras dari sisi samping lapangan yang menghujam deras jala Hans-Jorg Butt. Gol itu kemudian mengantarkan Real Madrid meraih trofi Liga Champions-nya yang kesembilan.
Namun gol Adebayor tetap pantas mendapatkan pujian. Memang, gol itu tak membawa Arsenal memenangi apa-apa. Tetapi gol itu memberi modal penting bagi The Gunners sebelum melakoni leg kedua di kandang sendiri.
Bagi penyerang berusia 25 tahun ini sendiri, gol tersebut semakin membuktikan bahwa ia langsung on fire setelah kembali dari cedera. Pada 4 April silam ia mencetak dua buah gol untuk membawa Arsenal menang atas Manchester City 2-0 di Premier League.
( roz / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Senin, 21/05/2012 21:07 WIB
Anelka Keluhkan Shanghai Shenhua
-
Senin, 21/05/2012 17:19 WIB
Lippi Lulus Ujian Pertama di China
-
Senin, 21/05/2012 10:54 WIB
Hazard Masih Bisa Ubah Pikirannya
-
Senin, 21/05/2012 05:57 WIB
Montpellier Juara Liga Prancis
-
Minggu, 20/05/2012 00:05 WIB
Diprotes, Solskjaer Pilih Bertahan di Molde
-
Senin, 21/05/2012 21:34
Cuekin Presiden Jerman, Schweinsteiger Minta Maaf
-
Senin, 21/05/2012 21:07
Anelka Keluhkan Shanghai Shenhua
-
Senin, 21/05/2012 22:30
Mihajlovic Arsiteki Serbia
-
Senin, 21/05/2012 18:46
Lazio Mulai Sibuk Benahi Skuad
-
Senin, 21/05/2012 19:09
Liga Selection U-23 Mulai Berlatih untuk Hadapi Inter Milan
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |

















.gif)
