Ronaldo: 'Ayah', Saya Pamit
Minggu, 05/07/2009 13:11 WIB
FOTO:(AFP)
Madrid - Cristiano Ronaldo sudah berseragam Real Madrid. Menurut rencana, esok ia akan diperkenalkan secara resmi. Sebelum acara itu, Ronaldo ingin kembali ke rumah lamanya, Manchester, untuk berpamitan dengan Sir Alex Ferguson.
Hubungan antara Ronaldo dengan manajer Manchester United tersebut memang sering mengalami pasang surut. Namun begitu, jalinan ikatan antara keduanya begitu dekat bagaikan bapak dengan anak.
Berkat pengamatan jeli dan tangan dingin Ferguson, Ronaldo yang tadinya bukan siapa-siapa bertransformasi menjadi pemain bertalenta menawan. Predikat superstar dan selebritis lapangan hijau pun melekat pada pria asal Portugal itu.
Ronaldo sempat menjadi musuh bersama bangsa Inggris selepas Piala Dunia 2006. Penyebabnya adalah Ronaldo dinilai berperan dalam kartu merah terhadap striker Inggris yang juga rekan satu timnya di Manchester United, Wayne Rooney, saat laga Seleccao das Quinnas kontra The Three Lions.
Kejadian itu membuat Ronaldo banyak mendapatkan cibiran sekembalinya ke MU. Bahkan eks pemain Sporting Lisbon itu sempat menyatakan ogah bermain. Berkat Fergie, Ronaldo bisa berdamai dengan Rooney, kembali menemukan hari-harinya, dan menjadi pemain penuh kualitas.
Di kemudian hari, Ronaldo terlibat perseteruan dengan Ferguson. Dalam laga Liga Primer musim lalu melawan Manchester City, ia membanting jaket dari offisial tim ketika ia ditarik keluar. Ronaldo tak setuju dengan keputusan itu.
Selanjutnya, Ronaldo mengkritik taktik Sir Alex ketika MU takluk di final Liga Champions. Rupanya, laga puncak kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa itu menjadi terakhir kali Ronaldo berseragam The Red Devils.
Kini, semua telah berlalu. Ronaldo dan MU serta Ferguson resmi berpisah. Segala cerita yang sudah berlalu tersebut tidak akan dibahas lagi, dan akan dijadikan pengalaman serta bumbu kehidupan bagi dua pria tersebut.
"Hari Senin akan menjadi hari yang luar biasa bagi saya," kata Ronaldo seperti dilansir dari The Times Online, merujuk pada hari perkenalan resminya oleh Real Madrid.
"Namun sebelumnya saya ingin ke Manchester dan berpamitan dengan Ferguson. Ia sudah seperti ayah bagi saya. Saya harus berterimakasih untuk segala hal yang telah ia katakan pada saya," tambah pria yang tengah dekat dengan selebritis Paris HIlton ini.
"Sir Alex telah mengajari saya bagaimana untuk berpikir dan mengambil keputusan dalam hidup. Ia merupakan satu dari sekian banyak faktor yang menentukan karir saya."
"Ferguson akan selalu mendapat tempat di hati saya," tutup pemain yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada dewan direksi MU ini. Foto: Cristiano Ronaldo dan Sir Alex Ferguson dalam jumpa pers menjelang laga Liga Champions 2008/09 antara MU kontra FC Porto, awal April silam (AFP )
( nar / nar )
Hubungan antara Ronaldo dengan manajer Manchester United tersebut memang sering mengalami pasang surut. Namun begitu, jalinan ikatan antara keduanya begitu dekat bagaikan bapak dengan anak.
Berkat pengamatan jeli dan tangan dingin Ferguson, Ronaldo yang tadinya bukan siapa-siapa bertransformasi menjadi pemain bertalenta menawan. Predikat superstar dan selebritis lapangan hijau pun melekat pada pria asal Portugal itu.
Ronaldo sempat menjadi musuh bersama bangsa Inggris selepas Piala Dunia 2006. Penyebabnya adalah Ronaldo dinilai berperan dalam kartu merah terhadap striker Inggris yang juga rekan satu timnya di Manchester United, Wayne Rooney, saat laga Seleccao das Quinnas kontra The Three Lions.
Kejadian itu membuat Ronaldo banyak mendapatkan cibiran sekembalinya ke MU. Bahkan eks pemain Sporting Lisbon itu sempat menyatakan ogah bermain. Berkat Fergie, Ronaldo bisa berdamai dengan Rooney, kembali menemukan hari-harinya, dan menjadi pemain penuh kualitas.
Di kemudian hari, Ronaldo terlibat perseteruan dengan Ferguson. Dalam laga Liga Primer musim lalu melawan Manchester City, ia membanting jaket dari offisial tim ketika ia ditarik keluar. Ronaldo tak setuju dengan keputusan itu.
Selanjutnya, Ronaldo mengkritik taktik Sir Alex ketika MU takluk di final Liga Champions. Rupanya, laga puncak kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa itu menjadi terakhir kali Ronaldo berseragam The Red Devils.
Kini, semua telah berlalu. Ronaldo dan MU serta Ferguson resmi berpisah. Segala cerita yang sudah berlalu tersebut tidak akan dibahas lagi, dan akan dijadikan pengalaman serta bumbu kehidupan bagi dua pria tersebut.
"Hari Senin akan menjadi hari yang luar biasa bagi saya," kata Ronaldo seperti dilansir dari The Times Online, merujuk pada hari perkenalan resminya oleh Real Madrid.
"Namun sebelumnya saya ingin ke Manchester dan berpamitan dengan Ferguson. Ia sudah seperti ayah bagi saya. Saya harus berterimakasih untuk segala hal yang telah ia katakan pada saya," tambah pria yang tengah dekat dengan selebritis Paris HIlton ini.
"Sir Alex telah mengajari saya bagaimana untuk berpikir dan mengambil keputusan dalam hidup. Ia merupakan satu dari sekian banyak faktor yang menentukan karir saya."
"Ferguson akan selalu mendapat tempat di hati saya," tutup pemain yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada dewan direksi MU ini. Foto: Cristiano Ronaldo dan Sir Alex Ferguson dalam jumpa pers menjelang laga Liga Champions 2008/09 antara MU kontra FC Porto, awal April silam (AFP )
( nar / nar )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26 WIB
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11 WIB
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40 WIB
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 06:06 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
