Alonso Pelengkap Los Galacticos
Rabu, 05/08/2009 17:10 WIB
FOTO:
Jakarta - Xabi Alonso akan menjadi bintang papan atas terakhir yang bergabung ke Real Madrid di musim ini. Boleh jadi ia merupakan jawaban dari berbagai kebutuhan El Real baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
Madrid sedang membangun kembali era Los Galacticos dengan melakukan pembelian besar-besaran di musim panas ini. Raksasa Spanyol ini mendatangkan sejumlah pemain bertalenta tinggi berharga mahal.
Dari pembelian itu Madrid dinilai terlalu timpang ke sektor penyerangan. Sebagian besar anggaran dihamburkan untuk membeli pemain berkarakter menyerang yang berpredikat superstar macam Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema.
Di lini belakang, Madrid melakukan pembelian yang sebenarnya cukup bagus. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan tiga nama di atas, tampak kalah kelas. Adalah Raul Albiol dan Alvaro Arbeloa yang menjadi penghuni baru sektor pertahanan 'Si Putih'.
Madrid dinilai perlu melabuhkan pemain yang mampu berperan sebagai penyeimbang permainan. Hingga kini, banyak yang belum melihat adanya figur yang optimal di posisi gelandang bertahan yang piawai, sepeninggal Claude Makelele.
Pilihan pada Xabi Alonso sepertinya sangat menjanjikan. Dengan talenta, prestasi, dan reputasinya, ia boleh diharapkan Madridista untuk memerankan fungsi deep playmaker, menjadi pengisi sesuatu yang sudah lama hilang, menambah the missing link.
Sejak mengawali karir profesional di Real Sociedad 10 tahun silam, Alonso memang sudah mulai menunjukkan talenta yang cukup bagus. Di tahun 2004, performa yang menawan membuat Rafael Benitez yang baru saja di tunjuk sebagai pelatih Liverpool tertarik untuk memboyongnya.
Pemain yang setia dengan nomor punggung 14 ini pun langsung menjawab kepercayaan yang diberikan Benitez dengan turut mempersembahkan titel Liga Champions di akhir musim pertamanya di Anfield.
Setelah itu posisi Alonso di pusat permainan Liverpool nyaris tak tergantikan. Selama lima musim, ia dinilai sebagai salah satu pemain yang paling konsisten permainannya di skuad Benitez.
Sebagai gelandang, Alonso tak hanya trampil membaca serangan lawan. Pemain kelahiran 25 November 1981 ini juga piawai dalam membagi bola dan akurat dalam mengumpan. Selain itu ia juga merupakan eksekutor bola-bola mati yang baik.
Lumrah jika Madrid sangat ngebet untuk mendapatkannya. Bahkan seorang Kaka pun pernah menyampaikan bahwa Alonso merupakan sosok pelengkap dari rentetan bintang besar yang datang ke Madrid di jeda transfer kali ini.
Di samping itu, terdapat pertimbangan lain untuk membenarkan langkah Madrid yang memilih Alonso. Status kewarganegaraan Spanyol yang melekat pada pemain bertinggi 183 cm ini menjadi prioritas tersendiri, mengingat banyaknya pemain asing di skuad utama Merengues.
Dengan hadirnya Alonso, maka Madrid memiliki setidaknya satu pilar lokal yang hebat di setiap lini: Iker Casillas di bawah mistar gawang, Sergio Ramos di lini belakang, Alonso di sektor gelandang dan Raul di barisan penyerang.
( a2s / krs )
Madrid sedang membangun kembali era Los Galacticos dengan melakukan pembelian besar-besaran di musim panas ini. Raksasa Spanyol ini mendatangkan sejumlah pemain bertalenta tinggi berharga mahal.
Dari pembelian itu Madrid dinilai terlalu timpang ke sektor penyerangan. Sebagian besar anggaran dihamburkan untuk membeli pemain berkarakter menyerang yang berpredikat superstar macam Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema.
Di lini belakang, Madrid melakukan pembelian yang sebenarnya cukup bagus. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan tiga nama di atas, tampak kalah kelas. Adalah Raul Albiol dan Alvaro Arbeloa yang menjadi penghuni baru sektor pertahanan 'Si Putih'.
Madrid dinilai perlu melabuhkan pemain yang mampu berperan sebagai penyeimbang permainan. Hingga kini, banyak yang belum melihat adanya figur yang optimal di posisi gelandang bertahan yang piawai, sepeninggal Claude Makelele.
Pilihan pada Xabi Alonso sepertinya sangat menjanjikan. Dengan talenta, prestasi, dan reputasinya, ia boleh diharapkan Madridista untuk memerankan fungsi deep playmaker, menjadi pengisi sesuatu yang sudah lama hilang, menambah the missing link.
Sejak mengawali karir profesional di Real Sociedad 10 tahun silam, Alonso memang sudah mulai menunjukkan talenta yang cukup bagus. Di tahun 2004, performa yang menawan membuat Rafael Benitez yang baru saja di tunjuk sebagai pelatih Liverpool tertarik untuk memboyongnya.
Pemain yang setia dengan nomor punggung 14 ini pun langsung menjawab kepercayaan yang diberikan Benitez dengan turut mempersembahkan titel Liga Champions di akhir musim pertamanya di Anfield.
Setelah itu posisi Alonso di pusat permainan Liverpool nyaris tak tergantikan. Selama lima musim, ia dinilai sebagai salah satu pemain yang paling konsisten permainannya di skuad Benitez.
Sebagai gelandang, Alonso tak hanya trampil membaca serangan lawan. Pemain kelahiran 25 November 1981 ini juga piawai dalam membagi bola dan akurat dalam mengumpan. Selain itu ia juga merupakan eksekutor bola-bola mati yang baik.
Lumrah jika Madrid sangat ngebet untuk mendapatkannya. Bahkan seorang Kaka pun pernah menyampaikan bahwa Alonso merupakan sosok pelengkap dari rentetan bintang besar yang datang ke Madrid di jeda transfer kali ini.
Di samping itu, terdapat pertimbangan lain untuk membenarkan langkah Madrid yang memilih Alonso. Status kewarganegaraan Spanyol yang melekat pada pemain bertinggi 183 cm ini menjadi prioritas tersendiri, mengingat banyaknya pemain asing di skuad utama Merengues.
Dengan hadirnya Alonso, maka Madrid memiliki setidaknya satu pilar lokal yang hebat di setiap lini: Iker Casillas di bawah mistar gawang, Sergio Ramos di lini belakang, Alonso di sektor gelandang dan Raul di barisan penyerang.
( a2s / krs )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 15:34
Legenda Liverpool Latihan Bersama
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |








.jpg)








.gif)
