Liga Inggris 2009/2010
Siapkah City Jadi Tim Besar?
Rabu, 12/08/2009 08:14 WIB
FOTO:AFP
Jakarta - Dengan 94 juta poundsterling dibelanjakan, Manchester City jadi klub paling royal di musim panas ini. Tapi karena untuk jadi besar tak cuma butuh uang, siapkah The Citizen masuk Big Four?
Sejarah banyak klub papan atas Eropa membuktikan kalau setumpuk uang dan pemain bintang sama sekali bukan jaminan meraih gelar juara. Kondisi serupa sangat mungkin terulang pada Manchester City, yang sudah sangat royal di jeda transfer musim panas ini.
Jadi, meski mampu mendatangkan nama-nama beken semisal Carlos Tevez, Emmanuel Adebayor, Roque Santa Cruz , Kolo Touré, dan Gareth Barry, City masih punya banyak tantangan sebelum bisa bersaing masuk Big Four, apalagi menjadi penantang juara. Lihatlah hasil ujicoba pra musim yang jauh dari memuaskan jika dibanding uang banyak yang sudah dikeluarkan.
Dari tujuh laga yang sudah dilalui, cuma dua kemenangan bisa diraih. Tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan dan satu berkesudahan imbang. Bintang-bintang The Citizens di bawah asuhan Mark Hughes nyata-nyata belum bisa menyatu membentuk permainan yang berujung kemenangan.
Membentuk sebuah pola permainan dari sekelompok bintang hanya salah satu masalah yang dihadapi Hughes. City juga dianggap kurang bijak dalam berbelanja karena banyak memborong striker tanpa diimbangi pembelian pemain untuk posisi lain, meski kemudian memboyong Kolo Toure.
Masalah lain yang sudah menunggu Hughes adalah terkait ego pemain bintang di City of Manchester Stadium. Seperti sempat dialami Real Madrid, pemain bintang punya ego besar yang menuntut untuk selalu dipenuhi.
Hal ini sesungguhnya tak akan berpotensi jadi masalah besar jika Sir Alex Ferguson atau Fabio Capello yang menduduki kursi kepelatihan, mengingat keduanya terkenal sangat tegas dan disiplin. Entah bagaimana Hughes akan menghadapi situasi tersebut saat roda kompetisi mulai berjalan nanti.
Kalau beberapa waktu lalu City sangat berhasrat mendapatkan John Terry dari Chelsea, makan keperluan klub Kota Manchester itu terhadap sang kapten The Blues tak sekedar soal ketangguhannya jadi karang di lini belakang. Terry adalah sosok yang sangat tepat untuk menjadi panutan dan pemimpin pemain-pemain City di atas lapangan, perwujudan tangan kanan Hughes.
Richard Dunne yang musim kemarin diserahi ban kapten diyakini masih akan berada di posnya musim depan. Namun dengan banyaknya pemain baru, dan berstatus super star masuk, City butuh sosok pemimpin yang punya karisma kuat untuk menjalin team work hebat.
Kendala lain yang menunggu City adalah soal mentalitas pemain. Saat masih menjadi satu-satunya bintang di City, Robinho menyebut kalau klubnya bermental pecundang. Striker Brasil itu menilai rekan-rekannya tak punya mental juara, sesuatu yang mungkin akan berubah seiring datangnya pemain besar lain.
"Ada beberapa pemain fantastis yang didatangkan City musim panas ini, tapi apa yang penting buat saya adalah ada kesempatan besar dalam apa yang dipikirkan klub ini. Kami tak lagi punya mental sebagai klub kecil dan itu akan berlaku pada semua pemain di klub ini. Saat Anda melakukan seuatu yang besar, Anda berkir secara besar," seru mantan pemain Real Madrid itu.
Ambisi besar untuk bisa mendobrak Big Four jelas harus dimiliki seluruh City. Namun bersamaan dengan munculnya harapan tersebut, tekanan yang datang juga semakin kuat. Dengan banyak uang yang sudah dibelanjakan, ada banyak harapan dari fans tersandar di bintang-bintang baru City.
"Semua ekspektasi akan berada pada kami mulai sekarang, membutuhkan sangat banyak fokus. Kami memiliki 12 bulan kesempatan seperti itu tahun lalu dan itu datang saat kami tidak memiliki pemain dengan kemampuan untuk mewujudkan ekspektasi itu. Kami memiliki kesempatan yang lebih baik dan kami harus menghidupkan ekspektasi itu sekarang," pungkas Hughes di CannadianPress.
Jadi, siap masuk empat besar, City?
( din / roz )
Sejarah banyak klub papan atas Eropa membuktikan kalau setumpuk uang dan pemain bintang sama sekali bukan jaminan meraih gelar juara. Kondisi serupa sangat mungkin terulang pada Manchester City, yang sudah sangat royal di jeda transfer musim panas ini.
Jadi, meski mampu mendatangkan nama-nama beken semisal Carlos Tevez, Emmanuel Adebayor, Roque Santa Cruz , Kolo Touré, dan Gareth Barry, City masih punya banyak tantangan sebelum bisa bersaing masuk Big Four, apalagi menjadi penantang juara. Lihatlah hasil ujicoba pra musim yang jauh dari memuaskan jika dibanding uang banyak yang sudah dikeluarkan.
Dari tujuh laga yang sudah dilalui, cuma dua kemenangan bisa diraih. Tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan dan satu berkesudahan imbang. Bintang-bintang The Citizens di bawah asuhan Mark Hughes nyata-nyata belum bisa menyatu membentuk permainan yang berujung kemenangan.
Membentuk sebuah pola permainan dari sekelompok bintang hanya salah satu masalah yang dihadapi Hughes. City juga dianggap kurang bijak dalam berbelanja karena banyak memborong striker tanpa diimbangi pembelian pemain untuk posisi lain, meski kemudian memboyong Kolo Toure.
Masalah lain yang sudah menunggu Hughes adalah terkait ego pemain bintang di City of Manchester Stadium. Seperti sempat dialami Real Madrid, pemain bintang punya ego besar yang menuntut untuk selalu dipenuhi.
Hal ini sesungguhnya tak akan berpotensi jadi masalah besar jika Sir Alex Ferguson atau Fabio Capello yang menduduki kursi kepelatihan, mengingat keduanya terkenal sangat tegas dan disiplin. Entah bagaimana Hughes akan menghadapi situasi tersebut saat roda kompetisi mulai berjalan nanti.
Kalau beberapa waktu lalu City sangat berhasrat mendapatkan John Terry dari Chelsea, makan keperluan klub Kota Manchester itu terhadap sang kapten The Blues tak sekedar soal ketangguhannya jadi karang di lini belakang. Terry adalah sosok yang sangat tepat untuk menjadi panutan dan pemimpin pemain-pemain City di atas lapangan, perwujudan tangan kanan Hughes.
Richard Dunne yang musim kemarin diserahi ban kapten diyakini masih akan berada di posnya musim depan. Namun dengan banyaknya pemain baru, dan berstatus super star masuk, City butuh sosok pemimpin yang punya karisma kuat untuk menjalin team work hebat.
Kendala lain yang menunggu City adalah soal mentalitas pemain. Saat masih menjadi satu-satunya bintang di City, Robinho menyebut kalau klubnya bermental pecundang. Striker Brasil itu menilai rekan-rekannya tak punya mental juara, sesuatu yang mungkin akan berubah seiring datangnya pemain besar lain.
"Ada beberapa pemain fantastis yang didatangkan City musim panas ini, tapi apa yang penting buat saya adalah ada kesempatan besar dalam apa yang dipikirkan klub ini. Kami tak lagi punya mental sebagai klub kecil dan itu akan berlaku pada semua pemain di klub ini. Saat Anda melakukan seuatu yang besar, Anda berkir secara besar," seru mantan pemain Real Madrid itu.
Ambisi besar untuk bisa mendobrak Big Four jelas harus dimiliki seluruh City. Namun bersamaan dengan munculnya harapan tersebut, tekanan yang datang juga semakin kuat. Dengan banyak uang yang sudah dibelanjakan, ada banyak harapan dari fans tersandar di bintang-bintang baru City.
"Semua ekspektasi akan berada pada kami mulai sekarang, membutuhkan sangat banyak fokus. Kami memiliki 12 bulan kesempatan seperti itu tahun lalu dan itu datang saat kami tidak memiliki pemain dengan kemampuan untuk mewujudkan ekspektasi itu. Kami memiliki kesempatan yang lebih baik dan kami harus menghidupkan ekspektasi itu sekarang," pungkas Hughes di CannadianPress.
Jadi, siap masuk empat besar, City?
( din / roz )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34 WIB
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07 WIB
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 07:35 WIB
Dzeko Takkan Tinggalkan City
-
Sabtu, 26/05/2012 03:52 WIB
Barton Tak Ajukan Banding
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 18:25
Sagna Yakin Van Persie Bakal Bertahan
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
