Jelang Rusia vs Jerman
Ballack Menantang, Hiddink Tenang
Rabu, 07/10/2009 12:12 WIB
FOTO:(Reuters)
Moskow - Michael Ballack dan Guus Hiddink dahulu pernah bekerjasama. Ketika ikatan profesional itu putus, maka Ballack pun tak ragu menantang mantan bos-nya. Sikap Hiddink? Tetap tenang.
Selama kurang lebih setengah musim, Ballack menjadi anak buah Hiddink di Chelsea. Di bawah kendali sang Meneer, tim London Barat itu dibawa meraih gelar Piala FA.
Di akhir musim 2008/2009, Hiddink harus berpisah dengan The Blues untuk kembali ke tugas utamanya yakni menangani tim nasional Rusia. Ketika itu banyak pemain yang menginginkan Hiddink bertahan. Ballack merupakan salah satunya, selain kapten tim John Terry dan kiper Peter Cech.
Akhir pekan nanti, Ballack-Hiddink akan melakukan reuni. Di Stadion Luzhniki, Moskow, keduanya akan membela kepentingan negara masing-masing.
Ballack harus memimpin Der Panzer mengatasi pasukan mantan guru-nya itu untuk lolos ke Piala Dunia. Sedang Hiddink wajib mengantar Beruang Merah meraih tiga poin guna menjaga peluang meraih tiket langsung.
Laga tersebut akan dimainkan di lapangan sintetis. Bagi pemain yang belum terbiasa tentu akan sulit mengendalikan bola di atas permukaan rumput buatan ini.
Meski begitu Ballack tak gentar. "Saya baru beberapa kali berlatih di lapangan sintetis dan belum pernah bermain di atas permukaan seperti ini. Namun kami sudah melakukan persiapan dengan baik," seru pemain berusia 33 tahun itu seperti dilansir dari AFP.
"Memang kami kurang familiar dengan lapangan seperti ini. Namun Rusia juga tidak terbiasa, jadi menurut saya permukaan lapangan tidak akan menjadi faktor penentu," lanjut pemain Chelsea bernomor punggung 13 itu.
Rusia terakhir kali tampil di Luzhniki saat menekuk Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2008, dua tahun silam.
Bagaimana tanggapan Hiddink? "Bulan lalu saya berada di London, mengunjungi Chelsea, dan berjumpa dengan Michael (Ballack)," ujar pelatih asal Belanda itu dilansir dari Reuters.
"Michael selanjutnya menantang saya. Ia berkata Jerman bisa menundukkan atau minimal menahan seri kami. Saya hanya membalas, 'Selamat Datang di Moskow'," lanjut pria berusia 62 tahun itu.
Rusia, sejak masih bernama Uni Soviet, belum pernah mengalahkan Jerman atau pun Jerman Barat.
"Saya tidak tahu tentang fakta itu. Namun itu bukan berarti kami tidak bisa mengatasi mereka," ujar Hiddink.
Pria yang pernah membesut Korea Selatan dan Australia itu kemudian mengenang kemenangan Rusia atas Inggris di penyisihan Euro 2008.
"Sebelum laga itu, catatan kami melawan Inggris juga tidak bagus. Jadi kami akan menghadapi laga akhir pekan nanti dengan kepercayaan diri yang sama dan yakin bahwa hasil positif bisa kami raih," tuntasnya.
Memang hasil seri tidak akan menghapus peluang Andrei Arshavin dkk lolos ke Afika Selatan. Tetapi Hiddink bertekad untuk tetap mengejar kemenangan.
"Saat ini kami memang sudah mengamankan tempat play-off. Hal itu membuat kami menjadi lebih bebas. Kami tidak perlu main aman mencari hasil seri. Jadi kami berani ambil risiko dengan tampil menyerang," tuntas arsitek timnas Rusia sejak April 2006 itu.
Foto: Michael Ballack sedang berlatih disaksikan oleh Guus Hiddink dan asisten manajer Ray Wilkins. Foto diambil Februari 2009 (Reuters)
( nar / arp )
Selama kurang lebih setengah musim, Ballack menjadi anak buah Hiddink di Chelsea. Di bawah kendali sang Meneer, tim London Barat itu dibawa meraih gelar Piala FA.
Di akhir musim 2008/2009, Hiddink harus berpisah dengan The Blues untuk kembali ke tugas utamanya yakni menangani tim nasional Rusia. Ketika itu banyak pemain yang menginginkan Hiddink bertahan. Ballack merupakan salah satunya, selain kapten tim John Terry dan kiper Peter Cech.
Akhir pekan nanti, Ballack-Hiddink akan melakukan reuni. Di Stadion Luzhniki, Moskow, keduanya akan membela kepentingan negara masing-masing.
Ballack harus memimpin Der Panzer mengatasi pasukan mantan guru-nya itu untuk lolos ke Piala Dunia. Sedang Hiddink wajib mengantar Beruang Merah meraih tiga poin guna menjaga peluang meraih tiket langsung.
Laga tersebut akan dimainkan di lapangan sintetis. Bagi pemain yang belum terbiasa tentu akan sulit mengendalikan bola di atas permukaan rumput buatan ini.
Meski begitu Ballack tak gentar. "Saya baru beberapa kali berlatih di lapangan sintetis dan belum pernah bermain di atas permukaan seperti ini. Namun kami sudah melakukan persiapan dengan baik," seru pemain berusia 33 tahun itu seperti dilansir dari AFP.
"Memang kami kurang familiar dengan lapangan seperti ini. Namun Rusia juga tidak terbiasa, jadi menurut saya permukaan lapangan tidak akan menjadi faktor penentu," lanjut pemain Chelsea bernomor punggung 13 itu.
Rusia terakhir kali tampil di Luzhniki saat menekuk Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2008, dua tahun silam.
Bagaimana tanggapan Hiddink? "Bulan lalu saya berada di London, mengunjungi Chelsea, dan berjumpa dengan Michael (Ballack)," ujar pelatih asal Belanda itu dilansir dari Reuters.
"Michael selanjutnya menantang saya. Ia berkata Jerman bisa menundukkan atau minimal menahan seri kami. Saya hanya membalas, 'Selamat Datang di Moskow'," lanjut pria berusia 62 tahun itu.
Rusia, sejak masih bernama Uni Soviet, belum pernah mengalahkan Jerman atau pun Jerman Barat.
"Saya tidak tahu tentang fakta itu. Namun itu bukan berarti kami tidak bisa mengatasi mereka," ujar Hiddink.
Pria yang pernah membesut Korea Selatan dan Australia itu kemudian mengenang kemenangan Rusia atas Inggris di penyisihan Euro 2008.
"Sebelum laga itu, catatan kami melawan Inggris juga tidak bagus. Jadi kami akan menghadapi laga akhir pekan nanti dengan kepercayaan diri yang sama dan yakin bahwa hasil positif bisa kami raih," tuntasnya.
Memang hasil seri tidak akan menghapus peluang Andrei Arshavin dkk lolos ke Afika Selatan. Tetapi Hiddink bertekad untuk tetap mengejar kemenangan.
"Saat ini kami memang sudah mengamankan tempat play-off. Hal itu membuat kami menjadi lebih bebas. Kami tidak perlu main aman mencari hasil seri. Jadi kami berani ambil risiko dengan tampil menyerang," tuntas arsitek timnas Rusia sejak April 2006 itu.
Foto: Michael Ballack sedang berlatih disaksikan oleh Guus Hiddink dan asisten manajer Ray Wilkins. Foto diambil Februari 2009 (Reuters)
( nar / arp )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 18:25
Sagna Yakin Van Persie Bakal Bertahan
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
