FIFA Bakal Bahas Gol Kontroversial Prancis
Selasa, 24/11/2009 04:04 WIB
FOTO:Daylife
Zurich - FIFA bakal segera menggelar pertemuan darurat. Hal ini terkait dengan gol kontroversial Prancis ke gawang Republik Irlandia pekan lalu dan berbagai masalah lainnya.
Gol kontroversial yang dimaksud terjadi dalam leg kedua playoff antara di Stadion Stade de France, Saint Denis, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB, silam. Kala itu Irlandia yang tengah unggul 1-0 akhirnya harus tersingkir akibat gol William Gallas yang didahului handsball Thierry Henry.
Irlandia pun geram. Permohonan diadakannya pertandingan ulang sempat mereka ajukan. Namun demikian, FIFA telah menolak untuk melakukan pertandingan ulang. Sebab, sebagaimana tertulis dengan jelas dalam Laws of the Game, selama pertandingan, keputusan-keputusan diambil oleh wasit dan keputusan-keputusan itu bersifat final.
Tetapi tetap saja hal ini bakal dibahas, terutama menyangkut keputusan-keputusan krusial yang bisa mengubah hasil akhir pertandingan. Dalam kasus gol Gallas, wasit tak melihat jika bola mengenai tangan Henry. Padahal dari tayangan ulang terlihat jelas bahwa telah terjadi handsball.
Presiden FIFA Sepp Blatter pun langsung meminta untuk diadakan pertemuan darurat guna membahas hal ini. Pertemuan itu bakal digelar pada tanggal 2 Desember mendatang di Cape Town, Afrika Selatan.
"Dengan adanya beberapa kejadian dalam dunia sepak bola dalam beberapa waktu terakhir, termasuk insiden dalam playoff Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pengaturan pertandingan dan iregularitas dalam perjudian sepak bola, presiden FIFA meminta pertemuan darurat dari komite eksekutif," demikian statemen mereka seperti dilansir Reuters.
"Pertemuan darurat tersebut akan dihelat di Capte Town pada 2 Desember 2009," lanjut statemen tersebut.
Selain kasus di atas, yang juga akan dibahas dalam rapat khusus itu adalah ketegangan pasca Aljazair menyingkirkan Mesir di pertandingan playoff. Selain sempat melahirkan bentrokan fisik antarpendukung, perseteruan berlanjut di luar lapangan ketika pemerintah Mesir sampai memanggil pulang duta besarnya di Aljazair.
Kontroversi lain yang akan dibawa ke meja rapat adalah adanya mafia pengaturan pertandingan yang baru-baru ini terbongkar terutama di Jerman. Kelompok itu ditengarai memiliki lebih dari 200 anggota dan terlibat dalam match-fixing di sembilan liga Eropa.
Polisi di Jerman, Inggris, Austria dan Swiss secara simultan melakukan penggerebekan pada hari Kamis lalu, menahan 15 orang di Jerman dan dua di Swiss. Geng ini dituduh menyuap wasit, pemain dan ofisial untuk memenangi setidaknya 10 juta euro. Kasus itu diduga seperti gunung es di lautan, yang hanya tampak luarnya saja, padahal sebenarnya jauh lebih besar.
( roz / din )
Gol kontroversial yang dimaksud terjadi dalam leg kedua playoff antara di Stadion Stade de France, Saint Denis, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB, silam. Kala itu Irlandia yang tengah unggul 1-0 akhirnya harus tersingkir akibat gol William Gallas yang didahului handsball Thierry Henry.
Irlandia pun geram. Permohonan diadakannya pertandingan ulang sempat mereka ajukan. Namun demikian, FIFA telah menolak untuk melakukan pertandingan ulang. Sebab, sebagaimana tertulis dengan jelas dalam Laws of the Game, selama pertandingan, keputusan-keputusan diambil oleh wasit dan keputusan-keputusan itu bersifat final.
Tetapi tetap saja hal ini bakal dibahas, terutama menyangkut keputusan-keputusan krusial yang bisa mengubah hasil akhir pertandingan. Dalam kasus gol Gallas, wasit tak melihat jika bola mengenai tangan Henry. Padahal dari tayangan ulang terlihat jelas bahwa telah terjadi handsball.
Presiden FIFA Sepp Blatter pun langsung meminta untuk diadakan pertemuan darurat guna membahas hal ini. Pertemuan itu bakal digelar pada tanggal 2 Desember mendatang di Cape Town, Afrika Selatan.
"Dengan adanya beberapa kejadian dalam dunia sepak bola dalam beberapa waktu terakhir, termasuk insiden dalam playoff Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pengaturan pertandingan dan iregularitas dalam perjudian sepak bola, presiden FIFA meminta pertemuan darurat dari komite eksekutif," demikian statemen mereka seperti dilansir Reuters.
"Pertemuan darurat tersebut akan dihelat di Capte Town pada 2 Desember 2009," lanjut statemen tersebut.
Selain kasus di atas, yang juga akan dibahas dalam rapat khusus itu adalah ketegangan pasca Aljazair menyingkirkan Mesir di pertandingan playoff. Selain sempat melahirkan bentrokan fisik antarpendukung, perseteruan berlanjut di luar lapangan ketika pemerintah Mesir sampai memanggil pulang duta besarnya di Aljazair.
Kontroversi lain yang akan dibawa ke meja rapat adalah adanya mafia pengaturan pertandingan yang baru-baru ini terbongkar terutama di Jerman. Kelompok itu ditengarai memiliki lebih dari 200 anggota dan terlibat dalam match-fixing di sembilan liga Eropa.
Polisi di Jerman, Inggris, Austria dan Swiss secara simultan melakukan penggerebekan pada hari Kamis lalu, menahan 15 orang di Jerman dan dua di Swiss. Geng ini dituduh menyuap wasit, pemain dan ofisial untuk memenangi setidaknya 10 juta euro. Kasus itu diduga seperti gunung es di lautan, yang hanya tampak luarnya saja, padahal sebenarnya jauh lebih besar.
( roz / din )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 06:09
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
-
Sabtu, 26/05/2012 05:24
Copa del Rey, Trofi Pertama & Terakhir dari Pep untuk Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 04:50
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
-
Sabtu, 26/05/2012 03:54
Barton Tak Ajukan Banding
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
