Salahkan Diri Sendiri, Liverpool
Rabu, 25/11/2009 10:38 WIB
FOTO:AFP
Terkait
Jakarta - Kemenangan Liverpool atas Debrecen tidak berarti karena kemenangan Fiorentina menghadapi Lyon. Bila harus ada yang disalahkan, sudah seharusnya Liverpool menyalahkan diri sendiri.
Di Ferenc Puskas Stadium, Rabu (25/11/2009) dinihari WIB, David N'Gog membuka asa dengan langsung membuat Liverpool memimpin 1-0 di menit keempat. Skor itu dipertahankan sampai bubar.
Tidak berlanjutnya langkah Liverpool ditentukan ratusan kilometer jauhnya dari Budapest, yakni di Firenze. Di Stadion Artemio Franchi pada saat bersamaan, Fiorentina membekap Lyon 1-0 saja.
"Di akhirnya, semuanya memang kesalahan kami. Gol-gol telat yang bersarang di gawang kami itulah yang membuat kami gagal," kilah manajer Liverpool Rafa Benitez di Soccernet.
Benitez benar. Liverpool tidak layak menyalahkan siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Kegagalan lolos ke 16 besar cuma jadi puncak dari rentetan penampilan The Reds yang terseok dalam empat laga Liga Champions Grup E.
Di partai pertama menjamu Debrecen, Liverpool dengan tidak meyakinkan cuma menang 1-0. Padahal, Debrecen bisa disebut sebagai tim antah berantah dan di atas kertas 'Si Merah' unggul segalanya.
Kekalahan 0-2 dari Fiorentina di matchday 2 tidak perlu dipertanyakan; Liverpool memang layak mendapatkannya. Tapi kegagalan di dua pertemuan menghadapi Lyon terasa lebih krusial.
Menjamu Lyon di pertemuan pertama, Liverpool unggul duluan sebelum disamakan dan akhirnya kalah karena Lyon mencetak gol di menit terakhir. Di perjumpaan kedua, kembali The Reds memimpin dulu tapi lagi-lagi gol telat memaksa laga itu seri.
Seandainya dan seandainya, itulah yang mungkin ada di pikiran segenap awal Liverpool saat ini. Bila saja mereka tidak kebobolan di saat-saat akhir, bila saja mereka lebih disiplin bertahan. Daftar yang bisa memanjang bila mau dielaborasi.
Alhasil, di sinilah Liverpool saat ini: tersingkir dari Liga Champions dan terbuang ke Europa League. Pencapaian terburuk The Anfield Gank dalam enam tahun alias selama Benitez memegang kendali tim.
"Kami meraih hasil-hasil bagus selama beberapa tahun terakhir, jadi orang berpikir kami akan dengan mudah lolos dari kompetisi mana pun. Mereka berpikir kami bisa melakukannya tiap musim, padahal tidak selalu," demikian Benitez.
( arp / a2s )
Di Ferenc Puskas Stadium, Rabu (25/11/2009) dinihari WIB, David N'Gog membuka asa dengan langsung membuat Liverpool memimpin 1-0 di menit keempat. Skor itu dipertahankan sampai bubar.
Tidak berlanjutnya langkah Liverpool ditentukan ratusan kilometer jauhnya dari Budapest, yakni di Firenze. Di Stadion Artemio Franchi pada saat bersamaan, Fiorentina membekap Lyon 1-0 saja.
"Di akhirnya, semuanya memang kesalahan kami. Gol-gol telat yang bersarang di gawang kami itulah yang membuat kami gagal," kilah manajer Liverpool Rafa Benitez di Soccernet.
Benitez benar. Liverpool tidak layak menyalahkan siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Kegagalan lolos ke 16 besar cuma jadi puncak dari rentetan penampilan The Reds yang terseok dalam empat laga Liga Champions Grup E.
Di partai pertama menjamu Debrecen, Liverpool dengan tidak meyakinkan cuma menang 1-0. Padahal, Debrecen bisa disebut sebagai tim antah berantah dan di atas kertas 'Si Merah' unggul segalanya.
Kekalahan 0-2 dari Fiorentina di matchday 2 tidak perlu dipertanyakan; Liverpool memang layak mendapatkannya. Tapi kegagalan di dua pertemuan menghadapi Lyon terasa lebih krusial.
Menjamu Lyon di pertemuan pertama, Liverpool unggul duluan sebelum disamakan dan akhirnya kalah karena Lyon mencetak gol di menit terakhir. Di perjumpaan kedua, kembali The Reds memimpin dulu tapi lagi-lagi gol telat memaksa laga itu seri.
Seandainya dan seandainya, itulah yang mungkin ada di pikiran segenap awal Liverpool saat ini. Bila saja mereka tidak kebobolan di saat-saat akhir, bila saja mereka lebih disiplin bertahan. Daftar yang bisa memanjang bila mau dielaborasi.
Alhasil, di sinilah Liverpool saat ini: tersingkir dari Liga Champions dan terbuang ke Europa League. Pencapaian terburuk The Anfield Gank dalam enam tahun alias selama Benitez memegang kendali tim.
"Kami meraih hasil-hasil bagus selama beberapa tahun terakhir, jadi orang berpikir kami akan dengan mudah lolos dari kompetisi mana pun. Mereka berpikir kami bisa melakukannya tiap musim, padahal tidak selalu," demikian Benitez.
( arp / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 06:09
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
-
Sabtu, 26/05/2012 05:24
Copa del Rey, Trofi Pertama & Terakhir dari Pep untuk Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 04:50
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
-
Sabtu, 26/05/2012 03:54
Barton Tak Ajukan Banding
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
