Jelang El Clasico
Perbenturan Dua Gaya
Kamis, 26/11/2009 15:06 WIB
FOTO:Reuters
Madrid - Pertemuan Barcelona dan Real Madrid jelas sebuah partai yang spesial. Apalagi, duel akbar itu menjadi semacam etalase untuk dua tim dengan dua gaya berbeda. Siapa lebih sakti?
Barcelona sejauh ini masih mempertahankan gaya yang mereka mainkan ketika memenangi treble musim lalu. Memang hasilnya tampak tidak secemerlang musim lalu, tapi secara umum Barca musim ini tetaplah Barca yang sama.
Pergantian sejumlah personel pun tidak terlalu memengaruhi gaya bermain Barca. Peran Samuel Eto'o sebagai ujung tombak pun dengan sangat baik disubstitusi oleh kehadiran Zlatan Ibrahimovic.
Kontinuitas Barca ini terkait erat dengan masih bercokolnya aktor-aktor lama seperti Lionel Messi di lini depan, duet Andres Iniesta dan Xavi Hernandez selaku motor di sektor tengah serta Josep Guardiola yang masih menjadi nakhoda Los Blaugrana.
Alhasil, skema 4-3-3 yang tetap menjadi pilihan utama Guardiola masih bisa berjalan dengan relatif lancar. Bukti terakhir diperlihatkan kala mereka membekap Inter Milan 2-0 di Liga Champions. Oh ya, itu tanpa Messi dan Ibra.
Sementara di Madrid, proyek Nuevo Galacticos bentukan Presiden Florentino Perez sejauh ini sudah mulai memperlihatkan hasil. Terasa belum maksimal memang, tapi Los Blancos masih menyisakan ruang perbaikan yang cukup lebar.
Pelatih baru, Manuel Pellegrini, didatangkan. Meski sedikit kedodoran, 'masakan' Pellegrini dengan bahan dan 'bumbu' pemain-pemain bintang seperti Kaka, Cristiano Ronaldo, Xabi Alonso dan Karim Benzema, sejauh ini cukup menggigit.
Berbeda dengan Guardiola, Pellegrini lebih menyukai skema 4-5-1 dengan beberapa variasinya. Titik tumpu strategi eks arsitek Villarreal itu berada di Alonso, Kaka, Ronaldo dan Benzema (atau Gonzalo Higuain).
Meski Barcelona dianggap lebih mengilap, posisi di klasemen justru memperlihatkan sebaliknya. Madrid untuk sementara memimpin La Liga dengan nilai 28, unggul satu angka dari Barca meski yang kedua ini memiliki catatan memasukkan-kemasukan yang lebih baik.
"Secara statistik, Barcelona tidak mencetak lebih banyak gol ketimbang kami. Dan kami tidak kebobolan lebih banyak daripada mereka," elak Pellegrini seperti dikutip situs Madrid.
"Barcelona bermain dengan gaya berbeda, tapi mereka punya konsep yang jelas. Kami terus mencari gaya yang berbeda dari yang kami perlihatkan beberapa tahun ini walau saya tidak terlalu yakin bahwa gaya kami jauh berbeda," ulas entrenador berpaspor Cile itu.
Menarik untuk ditunggu, gaya mana yang lebih ampuh dalam menghabisi lawan. Bukti sahih bakal didapat setelah laga 90 menit di Stadion Nou Camp, Minggu (29/11/2009).
( arp / key )
Barcelona sejauh ini masih mempertahankan gaya yang mereka mainkan ketika memenangi treble musim lalu. Memang hasilnya tampak tidak secemerlang musim lalu, tapi secara umum Barca musim ini tetaplah Barca yang sama.
Pergantian sejumlah personel pun tidak terlalu memengaruhi gaya bermain Barca. Peran Samuel Eto'o sebagai ujung tombak pun dengan sangat baik disubstitusi oleh kehadiran Zlatan Ibrahimovic.
Kontinuitas Barca ini terkait erat dengan masih bercokolnya aktor-aktor lama seperti Lionel Messi di lini depan, duet Andres Iniesta dan Xavi Hernandez selaku motor di sektor tengah serta Josep Guardiola yang masih menjadi nakhoda Los Blaugrana.
Alhasil, skema 4-3-3 yang tetap menjadi pilihan utama Guardiola masih bisa berjalan dengan relatif lancar. Bukti terakhir diperlihatkan kala mereka membekap Inter Milan 2-0 di Liga Champions. Oh ya, itu tanpa Messi dan Ibra.
Sementara di Madrid, proyek Nuevo Galacticos bentukan Presiden Florentino Perez sejauh ini sudah mulai memperlihatkan hasil. Terasa belum maksimal memang, tapi Los Blancos masih menyisakan ruang perbaikan yang cukup lebar.
Pelatih baru, Manuel Pellegrini, didatangkan. Meski sedikit kedodoran, 'masakan' Pellegrini dengan bahan dan 'bumbu' pemain-pemain bintang seperti Kaka, Cristiano Ronaldo, Xabi Alonso dan Karim Benzema, sejauh ini cukup menggigit.
Berbeda dengan Guardiola, Pellegrini lebih menyukai skema 4-5-1 dengan beberapa variasinya. Titik tumpu strategi eks arsitek Villarreal itu berada di Alonso, Kaka, Ronaldo dan Benzema (atau Gonzalo Higuain).
Meski Barcelona dianggap lebih mengilap, posisi di klasemen justru memperlihatkan sebaliknya. Madrid untuk sementara memimpin La Liga dengan nilai 28, unggul satu angka dari Barca meski yang kedua ini memiliki catatan memasukkan-kemasukan yang lebih baik.
"Secara statistik, Barcelona tidak mencetak lebih banyak gol ketimbang kami. Dan kami tidak kebobolan lebih banyak daripada mereka," elak Pellegrini seperti dikutip situs Madrid.
"Barcelona bermain dengan gaya berbeda, tapi mereka punya konsep yang jelas. Kami terus mencari gaya yang berbeda dari yang kami perlihatkan beberapa tahun ini walau saya tidak terlalu yakin bahwa gaya kami jauh berbeda," ulas entrenador berpaspor Cile itu.
Menarik untuk ditunggu, gaya mana yang lebih ampuh dalam menghabisi lawan. Bukti sahih bakal didapat setelah laga 90 menit di Stadion Nou Camp, Minggu (29/11/2009).
( arp / key )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26 WIB
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11 WIB
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40 WIB
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 06:06 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
-
Sabtu, 26/05/2012 21:30
Timnas Futsal Dipastikan Tersingkir dari Piala Asia
-
Sabtu, 26/05/2012 21:05
IPL
PSM Kalahkan Persiraja, Persijap Bekuk Bontang FC
-
Sabtu, 26/05/2012 20:47
ISL
PSPS Berimbang Lawan Pelita
-
Sabtu, 26/05/2012 18:25
Sagna Yakin Van Persie Bakal Bertahan
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
