'Si Bison' yang Serba Bisa
Selasa, 29/12/2009 12:33 WIB
FOTO:AFP
Jakarta - Hampir semua posisi di lapangan tengah bisa diperankan dengan baik Oleh Michael Essien. Tak cuma itu, pemain yang dijuluki Bison itu sering pula diplot jadi bek di Chelsea yang membuatnya jadi pesepakbola dengan banyak kebisaan.
Michael Kojo Essien, demikian nama lengkap pesepakbola 28 tahun itu, sudah merasakan gelar juara di awal karirnya ketika mendapat medali emas bersama Ghana di Piala Afrika U-17 dan medali perunggu di Piala Dunia U-17 1999 di Selandia Baru.
Pemain kelahiran 3 Desember 1982 ini bergabung dengan klub Perancis, Bastia, pada tahun 2001. Gelandang serba bisa ini membawa Bastia mencapai Piala Perancis di musim debutnya. Pada tahun yang sama, dia mengantar Ghana menjadi runner up di Piala Dunia U-21.
Essien berkesempatan melakukan debut timnas senior di partai resmi dalam ajang Piala Afrika 2002 saat Ghana melawan Maroko pada 21 Januari 2002. Lyon meminang Essien pada tahun 2003 dengan kontrak 5,2 juta poundsterling setelah memperkuat Bastia di 66 pertandingan dan mendonasikan 11 gol.
Bersama Lyon permainan Essien bersinar, dia pun langsung mengantar klub tersebut memenangi Liga Perancis. Prestasi yang sama diulangi di musim 2004-2005, sementara di Liga Champions Lyon berhasil menembus hingga babak perempatfinal.
Gelandang petarung itu dibeli Chelsea pada Agustus 2005. Debutnya di Chelsea terjadi ketika masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dalam kemenangan 1-0 atas Arsenal.
Essien kemudian menjadi pasangan yang tepat bagi Frank Lampard di lini tengah The Blues dengan Claude Makelele di depan empat bek. Musim pertamanya di klub lagi-lagi ia memberikan gelar juara liga domestik.
Mantan pelatih Lyon dan Liverpool Gerard Houllier menggambarkan sosok Essien sebagai pemain yang setara kelasnya dengan Steven Gerrard, Lampard, Michael Ballack dan Patrick Vieira. Tapi Essien, yang menandatangani kontrak lima tahun di Stamford Bridge, menolak dibandingkan dengan pemain bintang di atas. Alasannya, setiap orang punya gaya bermain masing-masing.
Tahun 2006 Essien mengantar Ghana lolos untuk kali pertama ke Piala Dunia. Dia menggalang lini tengah Ghana bersama kapten tim Stephen Appiah yang saat itu masih berada di Fenerbahce dan Sulley Ali Muntari di Inter Milan.
Essien tampil saat Ghana kalah 0-2 dari Italia, menang 2-0 atas Republik Ceko serta mengandaskan AS 2-1. Karena penampilannya itu, Ghana menjadi satu-satunya tim asal Afrika yang hadir di fase kedua PD 2006.
Essien tak bisa berbuat banyak saat dikandaskan Brasil 0-3 di 16 besar. Dalam laga tersebut Essien memang tak bisa merumput lantaran terkena akumulasi kartu.
( din / a2s )
Michael Kojo Essien, demikian nama lengkap pesepakbola 28 tahun itu, sudah merasakan gelar juara di awal karirnya ketika mendapat medali emas bersama Ghana di Piala Afrika U-17 dan medali perunggu di Piala Dunia U-17 1999 di Selandia Baru.
Pemain kelahiran 3 Desember 1982 ini bergabung dengan klub Perancis, Bastia, pada tahun 2001. Gelandang serba bisa ini membawa Bastia mencapai Piala Perancis di musim debutnya. Pada tahun yang sama, dia mengantar Ghana menjadi runner up di Piala Dunia U-21.
Essien berkesempatan melakukan debut timnas senior di partai resmi dalam ajang Piala Afrika 2002 saat Ghana melawan Maroko pada 21 Januari 2002. Lyon meminang Essien pada tahun 2003 dengan kontrak 5,2 juta poundsterling setelah memperkuat Bastia di 66 pertandingan dan mendonasikan 11 gol.
Bersama Lyon permainan Essien bersinar, dia pun langsung mengantar klub tersebut memenangi Liga Perancis. Prestasi yang sama diulangi di musim 2004-2005, sementara di Liga Champions Lyon berhasil menembus hingga babak perempatfinal.
Gelandang petarung itu dibeli Chelsea pada Agustus 2005. Debutnya di Chelsea terjadi ketika masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dalam kemenangan 1-0 atas Arsenal.
Essien kemudian menjadi pasangan yang tepat bagi Frank Lampard di lini tengah The Blues dengan Claude Makelele di depan empat bek. Musim pertamanya di klub lagi-lagi ia memberikan gelar juara liga domestik.
Mantan pelatih Lyon dan Liverpool Gerard Houllier menggambarkan sosok Essien sebagai pemain yang setara kelasnya dengan Steven Gerrard, Lampard, Michael Ballack dan Patrick Vieira. Tapi Essien, yang menandatangani kontrak lima tahun di Stamford Bridge, menolak dibandingkan dengan pemain bintang di atas. Alasannya, setiap orang punya gaya bermain masing-masing.
Tahun 2006 Essien mengantar Ghana lolos untuk kali pertama ke Piala Dunia. Dia menggalang lini tengah Ghana bersama kapten tim Stephen Appiah yang saat itu masih berada di Fenerbahce dan Sulley Ali Muntari di Inter Milan.
Essien tampil saat Ghana kalah 0-2 dari Italia, menang 2-0 atas Republik Ceko serta mengandaskan AS 2-1. Karena penampilannya itu, Ghana menjadi satu-satunya tim asal Afrika yang hadir di fase kedua PD 2006.
Essien tak bisa berbuat banyak saat dikandaskan Brasil 0-3 di 16 besar. Dalam laga tersebut Essien memang tak bisa merumput lantaran terkena akumulasi kartu.
( din / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Minggu, 11/07/2010 05:40 WIB
Dulu Pele, Kini Mueller
-
Sabtu, 10/07/2010 12:13 WIB
'Senna Muda' yang Rendah Hati
-
Kamis, 08/07/2010 06:19 WIB
Xavi Sang Sutradara
-
Rabu, 07/07/2010 09:57 WIB
Siapa Bisa Hentikan Van Marwijk?
-
Rabu, 07/07/2010 06:11 WIB
Vitalnya Gio
-
Sabtu, 26/05/2012 22:00
Inter Tundukkan Indonesia Selection 4-2
-
Sabtu, 26/05/2012 21:30
Timnas Futsal Dipastikan Tersingkir dari Piala Asia
-
Sabtu, 26/05/2012 23:13
Zanetti Ingin Kembali Lagi ke Indonesia
-
Sabtu, 26/05/2012 21:05
IPL
PSM Kalahkan Persiraja, Persijap Bekuk Bontang FC
-
Sabtu, 26/05/2012 20:47
ISL
PSPS Berimbang Lawan Pelita
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |








.jpg)





.gif)
