'Mau Prestasi? Ganti Pengurus PSSI'
Jumat, 08/01/2010 13:20 WIB
Jakarta - Prestasi sepakbola Indonesia saat ini berada di titik terendah. Namun hal itu diyakini tidak akan berubah jika tidak ada pergantian dalam kepengurusan PSSI, khususnya Ketua Umum.
Indonesia baru dikalahkan Oman 1-2, Rabu (6/1/2010. Kekalahan itu membuat Indonesia tersingkir di Piala Asia dan jelas ini kekecewaan besar buat sepakbola tanah air mengingat Indonesia masih minus prestasi di ajang internasional.
Apalagi Piala Asia sudah menjadi turnamen paling bergengsi yang bisa diikuti bangsa ini sejak 1996 lalu. Bukan hanya timnas senior, timnas U-23 tahun juga gagal hanya menjadi juru kunci di Sea Games Laos.
Tondo Widodo pun mengakui tak ada yang bisa dibanggakan lagi. "Kita semua penggemar sepakbola sudah tak punya lagi kebanggaan padahal sepakbola olahraga yang paling banyak diminati," ujar mantan pengurus PSSI, Tondo Widodo, saat dihubungi detiksport, Jumat (8/1/2010).
Dilanjutkan Tondo, pangkal dari tak berprestasinya sepakbola Indonesia adalah kompetisi yang tidak digarap dengan maksimal. "Pada hakekatnya esensi sebuah kompetisi bermuara pada pembentukan timnas yang tangguh, dan itu kredonya," kata mantan pengurus PSSI Ini.
"Kita lihat dari kompetisi yang ada di Indonesia. Berarti ada yang salah dari hal ini yaitu kebijakan PSSI dari Liga Super, karena dari kompetisi ini kita tidak menghasilkan timnas Indonesia yang solid dan kuat," ujarnya.
Tondo mengungkapkan bahwa kompetisi ini memang kurang begitu memuaskan karena banyaknya klub-klub yang tidak profesional ikut dalam kompetisi. Begitu juga dengan kebijakan lain seperti masuknya pemain asing.
"Ada klub yang menumpang dana APBD, klub yang tak punya stadion dan juga ada yang membayar gaji pemain mencicil. Pemain asing juga tak banyak memberikan kontribusi dan contoh yang baik, dan menyulitkan peluang pemain muda ," ujarnya.
Menurutnya, hal itu berujung sulitnya membuat timnas yang solid dan kokoh. "Liga kini adalah menjadi tujuan bisnis semata karena di sini berputaran uang miliaran rupiah dan sponsor dan lain, lain," ujarnya.
Tondo pun melihat situasi seperti ini akan sulit bagi sepakbola Indonesia untuk maju. "Solusinya ganti pengurus PSSI. Pengurus yang sekarang ini sudah nyaman dan itu tidak membawa timnas Indonesia meraih prestasi membanggakan," terangnya.
Meski demikian Tondo mengakui bahwa hal itu sulit dilakukan jika Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid tidak mundur. "Salah satu syaratnya Ketua Umum diminta mundur karena jika dia ikut terus pemilihan pasti menang," tukasnya.
( key / din )
Indonesia baru dikalahkan Oman 1-2, Rabu (6/1/2010. Kekalahan itu membuat Indonesia tersingkir di Piala Asia dan jelas ini kekecewaan besar buat sepakbola tanah air mengingat Indonesia masih minus prestasi di ajang internasional.
Apalagi Piala Asia sudah menjadi turnamen paling bergengsi yang bisa diikuti bangsa ini sejak 1996 lalu. Bukan hanya timnas senior, timnas U-23 tahun juga gagal hanya menjadi juru kunci di Sea Games Laos.
Tondo Widodo pun mengakui tak ada yang bisa dibanggakan lagi. "Kita semua penggemar sepakbola sudah tak punya lagi kebanggaan padahal sepakbola olahraga yang paling banyak diminati," ujar mantan pengurus PSSI, Tondo Widodo, saat dihubungi detiksport, Jumat (8/1/2010).
Dilanjutkan Tondo, pangkal dari tak berprestasinya sepakbola Indonesia adalah kompetisi yang tidak digarap dengan maksimal. "Pada hakekatnya esensi sebuah kompetisi bermuara pada pembentukan timnas yang tangguh, dan itu kredonya," kata mantan pengurus PSSI Ini.
"Kita lihat dari kompetisi yang ada di Indonesia. Berarti ada yang salah dari hal ini yaitu kebijakan PSSI dari Liga Super, karena dari kompetisi ini kita tidak menghasilkan timnas Indonesia yang solid dan kuat," ujarnya.
Tondo mengungkapkan bahwa kompetisi ini memang kurang begitu memuaskan karena banyaknya klub-klub yang tidak profesional ikut dalam kompetisi. Begitu juga dengan kebijakan lain seperti masuknya pemain asing.
"Ada klub yang menumpang dana APBD, klub yang tak punya stadion dan juga ada yang membayar gaji pemain mencicil. Pemain asing juga tak banyak memberikan kontribusi dan contoh yang baik, dan menyulitkan peluang pemain muda ," ujarnya.
Menurutnya, hal itu berujung sulitnya membuat timnas yang solid dan kokoh. "Liga kini adalah menjadi tujuan bisnis semata karena di sini berputaran uang miliaran rupiah dan sponsor dan lain, lain," ujarnya.
Tondo pun melihat situasi seperti ini akan sulit bagi sepakbola Indonesia untuk maju. "Solusinya ganti pengurus PSSI. Pengurus yang sekarang ini sudah nyaman dan itu tidak membawa timnas Indonesia meraih prestasi membanggakan," terangnya.
Meski demikian Tondo mengakui bahwa hal itu sulit dilakukan jika Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid tidak mundur. "Salah satu syaratnya Ketua Umum diminta mundur karena jika dia ikut terus pemilihan pasti menang," tukasnya.
( key / din )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:25 WIB
John Barnes: Pemain Indonesia Harus Unggul Semangat dan Disiplin
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Pemainnya Luka Kena Petasan, Persiba Minta Persisam Dihukum
-
Jumat, 25/05/2012 23:19 WIB
Idolakan Barca, Wanggai Takkan Kejar Jersey Pemain Inter
-
Jumat, 25/05/2012 22:41 WIB
Persiapan Mepet, Indonesia Selection Tetap Semangat Tantang Inter
-
Jumat, 25/05/2012 21:17 WIB
Hamann, Blomqvist, Merson Masih Ditunggu di Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
