Memang Sudah Saatnya PSSI Dirombak
Minggu, 07/03/2010 17:00 WIB
FOTO:
Jakarta - Berbagai desakan dan tekanan agar PSSI dirombak terus bermunculan. Ini adalah tanda bahwa PSSI memang sudah saatnya dibenahi.
Belakangan desakan tersebut membuncah setelah prestasi tim nasional Indonesia terpuruk. Kalah dari Laos 0-2 di SEA Games 2009 dan gagal lolos untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir ke Piala Asia adalah indikasi penurunan prestasi.
Posisi Indonesia di peringkat FIFA pun terus menurun. Dari yang berada di urutan ke-120 pada Desember 2009, posisi 'Merah-Putih' kini ada di urutan ke-137. Indonesia kalah peringkat dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura (peringkat 120), Vietnam (116) dan Thailand (98).
Berbicara mengenai perombakan PSSI juga tak lepas dari sang ketua umum, Nurdin Halid. Entah sudah beberapa kali Nurdin didesak untuk mundur, namun dirinya tetap keukeuh untuk mempertahankan jabatannya.
Pada akhirnya cerita mengenai PSSI ini mendapatkan episode baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencetuskan sarasehan sepakbola nasional di Malang pada 30 Maret mendatang. Sarasehan tersebut diadakan untuk membahas dan mencari jalan keluar dari permasalahan sepakbola di tanah air.
Tak menutup kemungkinan pula PSSI akan dibombardir habis dalam sarasehan tersebut. Mengingat tak adanya prestasi membanggakan yang diraih oleh timnas Indonesia, bisa jadi desakan perombakan keanggotaan PSSI akan terus disuarakan di sana.
"Kongres tanggal 30 besok akan menjadi perubahan besar dalam sepakbola nasional. Saya mengimbau, sebagai anggota Komisi X DPR RI, agar Nurdin Halid dan rombongannya di PSSI tak merasa tersinggung, tapi tertolong," ujar Dedy Gumelar dalam diskusi di kantor ICW (Indonesia Corruption Watch), Kalibata, Minggu (7/3/2010) siang WIB.
"Apabila mereka memang mengurus PSSI demi 'Merah-Putih', dan bukannya demi periuk nasi, mereka harusnya merasa tertolong dengan hal ini."
"Oleh karena itu Nurdin tak bisa bilang, seperti yang saya lihat di televisi, bahwa dia masih butuh waktu (untuk berbenah). Memangnya ngapain saja selama dua periode kepengurusan, selama tujuh tahun ini?"
"Kalau bangsa ini marah, ya PSSI harus bertanggungjawab," tukas pria yang kerap disapa Miing ini. Pekerjaan Komisi X memang mencakup ranah olahraga--selain juga pendidikan, kebudayaan dan pariwisata--sehingga mereka merasa berhak untuk ikut mendesak perombakan di tubuh PSSI.
Apa yang dikatakan oleh Dedy juga diamini oleh Sumohadi Marsis, wartawan senior dan juga anggota PWI pusat. Sumohadi juga diangkat menjadi anggota steering comittee untuk sarasehan sepakbola nasional nanti.
"Bukan hanya marah, tapi juga kecewa. Mengapa prestasi kita bisa seburuk itu? Padahal sarana dan pra-sarana PSSI itu cukup bagus. Mereka juga punya sponsor, yaitu Djarum. Oleh karena itu kami ingin mengetuk pintu PSSI untuk sadar," ucapnya.
( roz / key )
Belakangan desakan tersebut membuncah setelah prestasi tim nasional Indonesia terpuruk. Kalah dari Laos 0-2 di SEA Games 2009 dan gagal lolos untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir ke Piala Asia adalah indikasi penurunan prestasi.
Posisi Indonesia di peringkat FIFA pun terus menurun. Dari yang berada di urutan ke-120 pada Desember 2009, posisi 'Merah-Putih' kini ada di urutan ke-137. Indonesia kalah peringkat dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura (peringkat 120), Vietnam (116) dan Thailand (98).
Berbicara mengenai perombakan PSSI juga tak lepas dari sang ketua umum, Nurdin Halid. Entah sudah beberapa kali Nurdin didesak untuk mundur, namun dirinya tetap keukeuh untuk mempertahankan jabatannya.
Pada akhirnya cerita mengenai PSSI ini mendapatkan episode baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencetuskan sarasehan sepakbola nasional di Malang pada 30 Maret mendatang. Sarasehan tersebut diadakan untuk membahas dan mencari jalan keluar dari permasalahan sepakbola di tanah air.
Tak menutup kemungkinan pula PSSI akan dibombardir habis dalam sarasehan tersebut. Mengingat tak adanya prestasi membanggakan yang diraih oleh timnas Indonesia, bisa jadi desakan perombakan keanggotaan PSSI akan terus disuarakan di sana.
"Kongres tanggal 30 besok akan menjadi perubahan besar dalam sepakbola nasional. Saya mengimbau, sebagai anggota Komisi X DPR RI, agar Nurdin Halid dan rombongannya di PSSI tak merasa tersinggung, tapi tertolong," ujar Dedy Gumelar dalam diskusi di kantor ICW (Indonesia Corruption Watch), Kalibata, Minggu (7/3/2010) siang WIB.
"Apabila mereka memang mengurus PSSI demi 'Merah-Putih', dan bukannya demi periuk nasi, mereka harusnya merasa tertolong dengan hal ini."
"Oleh karena itu Nurdin tak bisa bilang, seperti yang saya lihat di televisi, bahwa dia masih butuh waktu (untuk berbenah). Memangnya ngapain saja selama dua periode kepengurusan, selama tujuh tahun ini?"
"Kalau bangsa ini marah, ya PSSI harus bertanggungjawab," tukas pria yang kerap disapa Miing ini. Pekerjaan Komisi X memang mencakup ranah olahraga--selain juga pendidikan, kebudayaan dan pariwisata--sehingga mereka merasa berhak untuk ikut mendesak perombakan di tubuh PSSI.
Apa yang dikatakan oleh Dedy juga diamini oleh Sumohadi Marsis, wartawan senior dan juga anggota PWI pusat. Sumohadi juga diangkat menjadi anggota steering comittee untuk sarasehan sepakbola nasional nanti.
"Bukan hanya marah, tapi juga kecewa. Mengapa prestasi kita bisa seburuk itu? Padahal sarana dan pra-sarana PSSI itu cukup bagus. Mereka juga punya sponsor, yaitu Djarum. Oleh karena itu kami ingin mengetuk pintu PSSI untuk sadar," ucapnya.
( roz / key )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:25 WIB
John Barnes: Pemain Indonesia Harus Unggul Semangat dan Disiplin
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Pemainnya Luka Kena Petasan, Persiba Minta Persisam Dihukum
-
Jumat, 25/05/2012 23:19 WIB
Idolakan Barca, Wanggai Takkan Kejar Jersey Pemain Inter
-
Jumat, 25/05/2012 22:41 WIB
Persiapan Mepet, Indonesia Selection Tetap Semangat Tantang Inter
-
Jumat, 25/05/2012 21:17 WIB
Hamann, Blomqvist, Merson Masih Ditunggu di Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 15:34
Legenda Liverpool Latihan Bersama
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
