Mencari Obat Mujarab untuk PSSI
Senin, 08/03/2010 07:45 WIB
Jakarta - Karena dinilai sedang sakit, PSSI perlu segera dicarikan obat mujarab supaya bisa kembali sehat. Skorsing FIFA pun, jika itu membawa kebaikan, kenapa tidak?
"PSSI itu lagi sakit. Tapi kalau mau sembuh tidak cuma dengan berdoa, harus ada obatnya," komentar Hendri Mulyadi, suporter yang pernah bikin heboh beberapa waktu lalu, dalam diskusi yang digelar di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), hari Minggu (7/3/2010) siang.
Apa yang diucapkan Hendri bisa jadi ada benarnya. Hendri, sama seperti kebanyakan suporter timnas Indonesia dan penggemar sepakbola nasional lainnya, hanya ingin melihat perbaikan dalam prestasi timnas Indonesia. Atas dasar itu juga ia gemas kala Indonesia tak kunjung bisa membobol gawang Oman di Pra Piala Asia lalu, sehingga akhirnya nekat meloncat masuk ke dalam lapangan.
Mengapa PSSI disebut sakit? Sebagai induk organisasi sepakbola nasional, PSSI adalah badan yang paling bertanggungjawab atas merosotnya prestasi timnas Indonesia. Namun, bukannya sadar dan bertanggungjawab, yang keluar dari lembaga tersebut malah dalih dan kilahan.
Ambil saja contoh kala Nurdin Halid mengeluhkan buruknya kualitas pemain usai kegagalan timnas melaju ke Piala Asia 2011. Pemain mungkin saja dinilai tampil kurang maksimal di lapangan, tapi bukan berarti PSSI lepas tangan bukan?
Belum lagi mengenai desakan Nurdin untuk mundur dari jabatan. Mungkin untuk yang satu ini para penggemar sepakbola nasional juga sudah lelah. Sampai berbusa mulut berteriak menyuarakan agar Nurdin mundur, yang bersangkutan anteng-anteng saja mempertahankan jabatannya.
Jadi, wajar jika sebutan "sakit" itu tengah dialamatkan ke PSSI. Lalu, apa obatnya? Inilah yang patut dicari.
Akhir Maret nanti, akan dihelat sarasehan sepakbola nasional. Acara yang dicetuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini bertujuan untuk sama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan sepakbola di tanah air, yang mana di dalamnya terdapat persoalan mengenai PSSI dan juga tim nasional.
Ada wacana bahwa dalam sarasehan ini akan muncul desakan agar PSSI dirombak kepengurusannya dan Nurdin diminta mundur dari jabatannya sebagai ketua umum.
Dibutuhkan kesadaran dari para pengurus PSSI bahwa mundur bukan berarti kehilangan harga diri. Tetapi dengan mundur, itu artinya mereka sudah merelakan agar PSSI ditangani oleh orang yang lebih baik.
"Apabila mereka memang mengurus PSSI demi 'Merah-Putih', dan bukannya demi periuk nasi, mereka harusnya merasa tertolong dengan hal ini," ujar anggota Komisi X DPR RI Dedy Gumelar.
Kalau kemudian timbul rasa takut bahwa Indonesia akan diskorsing FIFA lantaran pihak pemerintah terlalu ikut campur, maka ini dinilai sebagai sebuah risiko demi kemajuan.
"Katakanlah kalau nanti Presiden berpidato membuka kongres itu sebagai ikut campur pemerintah, maka silakan saja diskorsing. Toh selama dua tahun ke depan kita tak akan ikut apa-apa. Lebih baik mundur dua tahun, tetap kita maju pada tahun-tahun berikutnya," lanjut Dedy lagi.
"Meksiko pernah diskorsing dua tahun karena pemalsuan umur. FIFA biasanya akan menskorsing sesuai dengan kesalahan. Tapi saya pikir kita mungkin akan diskorsing dua tahun karena ini. Lebih baik diskorsing dua tahun demi kemajuan seterusnya," ucap wartawan kawakan Sumohadi Marsis, mengamini Dedy.
Kalau risiko sudah berani ditanggung dan perombakan kepengurusan sudah dianggap sebagai "obat", jadi tunggu apa lagi? Bukanlah semakin cepat PSSI sehat, semakin cepat pula kondisi persebakbolaan nasional bisa diperbaiki.
( roz / mrp )
"PSSI itu lagi sakit. Tapi kalau mau sembuh tidak cuma dengan berdoa, harus ada obatnya," komentar Hendri Mulyadi, suporter yang pernah bikin heboh beberapa waktu lalu, dalam diskusi yang digelar di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), hari Minggu (7/3/2010) siang.
Apa yang diucapkan Hendri bisa jadi ada benarnya. Hendri, sama seperti kebanyakan suporter timnas Indonesia dan penggemar sepakbola nasional lainnya, hanya ingin melihat perbaikan dalam prestasi timnas Indonesia. Atas dasar itu juga ia gemas kala Indonesia tak kunjung bisa membobol gawang Oman di Pra Piala Asia lalu, sehingga akhirnya nekat meloncat masuk ke dalam lapangan.
Mengapa PSSI disebut sakit? Sebagai induk organisasi sepakbola nasional, PSSI adalah badan yang paling bertanggungjawab atas merosotnya prestasi timnas Indonesia. Namun, bukannya sadar dan bertanggungjawab, yang keluar dari lembaga tersebut malah dalih dan kilahan.
Ambil saja contoh kala Nurdin Halid mengeluhkan buruknya kualitas pemain usai kegagalan timnas melaju ke Piala Asia 2011. Pemain mungkin saja dinilai tampil kurang maksimal di lapangan, tapi bukan berarti PSSI lepas tangan bukan?
Belum lagi mengenai desakan Nurdin untuk mundur dari jabatan. Mungkin untuk yang satu ini para penggemar sepakbola nasional juga sudah lelah. Sampai berbusa mulut berteriak menyuarakan agar Nurdin mundur, yang bersangkutan anteng-anteng saja mempertahankan jabatannya.
Jadi, wajar jika sebutan "sakit" itu tengah dialamatkan ke PSSI. Lalu, apa obatnya? Inilah yang patut dicari.
Akhir Maret nanti, akan dihelat sarasehan sepakbola nasional. Acara yang dicetuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini bertujuan untuk sama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan sepakbola di tanah air, yang mana di dalamnya terdapat persoalan mengenai PSSI dan juga tim nasional.
Ada wacana bahwa dalam sarasehan ini akan muncul desakan agar PSSI dirombak kepengurusannya dan Nurdin diminta mundur dari jabatannya sebagai ketua umum.
Dibutuhkan kesadaran dari para pengurus PSSI bahwa mundur bukan berarti kehilangan harga diri. Tetapi dengan mundur, itu artinya mereka sudah merelakan agar PSSI ditangani oleh orang yang lebih baik.
"Apabila mereka memang mengurus PSSI demi 'Merah-Putih', dan bukannya demi periuk nasi, mereka harusnya merasa tertolong dengan hal ini," ujar anggota Komisi X DPR RI Dedy Gumelar.
Kalau kemudian timbul rasa takut bahwa Indonesia akan diskorsing FIFA lantaran pihak pemerintah terlalu ikut campur, maka ini dinilai sebagai sebuah risiko demi kemajuan.
"Katakanlah kalau nanti Presiden berpidato membuka kongres itu sebagai ikut campur pemerintah, maka silakan saja diskorsing. Toh selama dua tahun ke depan kita tak akan ikut apa-apa. Lebih baik mundur dua tahun, tetap kita maju pada tahun-tahun berikutnya," lanjut Dedy lagi.
"Meksiko pernah diskorsing dua tahun karena pemalsuan umur. FIFA biasanya akan menskorsing sesuai dengan kesalahan. Tapi saya pikir kita mungkin akan diskorsing dua tahun karena ini. Lebih baik diskorsing dua tahun demi kemajuan seterusnya," ucap wartawan kawakan Sumohadi Marsis, mengamini Dedy.
Kalau risiko sudah berani ditanggung dan perombakan kepengurusan sudah dianggap sebagai "obat", jadi tunggu apa lagi? Bukanlah semakin cepat PSSI sehat, semakin cepat pula kondisi persebakbolaan nasional bisa diperbaiki.
( roz / mrp )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:25 WIB
John Barnes: Pemain Indonesia Harus Unggul Semangat dan Disiplin
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Pemainnya Luka Kena Petasan, Persiba Minta Persisam Dihukum
-
Jumat, 25/05/2012 23:19 WIB
Idolakan Barca, Wanggai Takkan Kejar Jersey Pemain Inter
-
Jumat, 25/05/2012 22:41 WIB
Persiapan Mepet, Indonesia Selection Tetap Semangat Tantang Inter
-
Jumat, 25/05/2012 21:17 WIB
Hamann, Blomqvist, Merson Masih Ditunggu di Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 18:25
Sagna Yakin Van Persie Bakal Bertahan
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |








.jpg)








.gif)
