El Real Hanya Butuh Stabilitas
Sabtu, 13/03/2010 08:01 WIB
FOTO:Getty Images/Jasper Juinen
Jakarta - Posisi Manuel Pellegrini sebagai pelatih Real Madrid tengah digoyang usai kegagalan di Liga Champions lalu. Namun, ada baiknya 'Si Putih' tak buru-buru memecat pria asal Chile itu demi terciptanya sebuahnya stabilitas.
Hasil imbang 1-1 kontra Lyon pertengahan pekan lalu membuat Madrid harus tersingkir lebih awal di Liga Champions karena mereka kalah agregat 1-2, setelah takluk 0-1 di pertemuan pertama.
Kekecewaan El Real membesar karena hasil ini bukan hanya membuat mereka kembali kandas di perdelapanfinal tapi juga membuyarkan asa untuk bisa tampil di rumah sendiri saat partai final dihelat di Santiago Bernabeu nanti.
Tak hanya itu, gelontoran uang satu triliun lebih untuk mendatangkan Kaka, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Xabi Alonso dan pemainnya lainnya, dengan harapan datangnya prestasi gemilang di akhir musim ini tampak sia-sia belaka.
Pellegrini tentunya jadi sosok yang paling disoroti terkait penampilan Madrid tersebut. Seketika usai kalah dari Lyon, media lokal di Spanyol sana pun ramai-ramai memberitakan kalau Pellegrini hanya tinggal menghitung hari saja sebagai pelatih Madrid.
Lalu muncullah berbagai nama pelatih yang didengungkan akan menggantikan Pellegrini nanti, seperti Arsene Wenger, Guus Hiddink, Fabio Capello, Jose Mourinho dan Rafael Benitez.
Kesemua pelatih top Eropa tersebut tentu dinilai bisa memimpin skuad bertabur bintang seperti Madrid. Tak seperti Pellegrini, yang dulunya hanya menangani tim sekelas Villarreal saja.
Jika melihat tren Madrid saat kepemimpinan Florentino Perez dan juga Ramon Calderon, Madrid sudah berganti pelatih sebanyak sembilan kali dalam sejak Vicente del Bosque dipecat pada 2003. Bukan tak mungkin Pellegrini akan bernasib sama seperti Wanderley Luxemburgo, Carloz Queiroz, Jose Camacho, Bernd Schuster atau Juande Ramos.
Namun demikian, memberhentikan Pellegrini itu bukan solusi dari semua masalah Madrid saat ini. Toh, ini baru musim pertamanya ia melatih Los Blancos dan tentu butuh waktu tak sebentar untuk meramu skuad berisikan pesepakbola kelas wahid.
Walaupun tersingkir dari Liga Champions dan Copa Del Rey, Pellegrini masih bisa membawa Madrid tampil baik di La Liga. Buktinya adalah CR9 dkk kini berada di puncak klasemen dan masih berpeluang untuk merebut gelar juara.
Berilah waktu Pellegrini musim depan jikalau pahitnya tak mampu merebut satu pun trofi musim ini. Sebab Madrid saat ini sedang dalam masa transformasi menjadi sebuah tim yang solid dan stabil untuk dapat berprestasi hebat kembali. Memecat Pellegrini boleh dibilang hanya dapat menghambat proses tersebut.
Bagaimana, Perez?
( mrp / fjp )
Hasil imbang 1-1 kontra Lyon pertengahan pekan lalu membuat Madrid harus tersingkir lebih awal di Liga Champions karena mereka kalah agregat 1-2, setelah takluk 0-1 di pertemuan pertama.
Kekecewaan El Real membesar karena hasil ini bukan hanya membuat mereka kembali kandas di perdelapanfinal tapi juga membuyarkan asa untuk bisa tampil di rumah sendiri saat partai final dihelat di Santiago Bernabeu nanti.
Tak hanya itu, gelontoran uang satu triliun lebih untuk mendatangkan Kaka, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Xabi Alonso dan pemainnya lainnya, dengan harapan datangnya prestasi gemilang di akhir musim ini tampak sia-sia belaka.
Pellegrini tentunya jadi sosok yang paling disoroti terkait penampilan Madrid tersebut. Seketika usai kalah dari Lyon, media lokal di Spanyol sana pun ramai-ramai memberitakan kalau Pellegrini hanya tinggal menghitung hari saja sebagai pelatih Madrid.
Lalu muncullah berbagai nama pelatih yang didengungkan akan menggantikan Pellegrini nanti, seperti Arsene Wenger, Guus Hiddink, Fabio Capello, Jose Mourinho dan Rafael Benitez.
Kesemua pelatih top Eropa tersebut tentu dinilai bisa memimpin skuad bertabur bintang seperti Madrid. Tak seperti Pellegrini, yang dulunya hanya menangani tim sekelas Villarreal saja.
Jika melihat tren Madrid saat kepemimpinan Florentino Perez dan juga Ramon Calderon, Madrid sudah berganti pelatih sebanyak sembilan kali dalam sejak Vicente del Bosque dipecat pada 2003. Bukan tak mungkin Pellegrini akan bernasib sama seperti Wanderley Luxemburgo, Carloz Queiroz, Jose Camacho, Bernd Schuster atau Juande Ramos.
Namun demikian, memberhentikan Pellegrini itu bukan solusi dari semua masalah Madrid saat ini. Toh, ini baru musim pertamanya ia melatih Los Blancos dan tentu butuh waktu tak sebentar untuk meramu skuad berisikan pesepakbola kelas wahid.
Walaupun tersingkir dari Liga Champions dan Copa Del Rey, Pellegrini masih bisa membawa Madrid tampil baik di La Liga. Buktinya adalah CR9 dkk kini berada di puncak klasemen dan masih berpeluang untuk merebut gelar juara.
Berilah waktu Pellegrini musim depan jikalau pahitnya tak mampu merebut satu pun trofi musim ini. Sebab Madrid saat ini sedang dalam masa transformasi menjadi sebuah tim yang solid dan stabil untuk dapat berprestasi hebat kembali. Memecat Pellegrini boleh dibilang hanya dapat menghambat proses tersebut.
Bagaimana, Perez?
( mrp / fjp )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26 WIB
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11 WIB
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
-
Sabtu, 26/05/2012 08:40 WIB
Rosell: Kejayaan Barca Belum Berakhir
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 06:06 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
-
Sabtu, 26/05/2012 16:34
Mancini Pilih City karena Tantangannya
-
Sabtu, 26/05/2012 18:25
Sagna Yakin Van Persie Bakal Bertahan
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
