Jelang Chelsea vs Inter
Mou Tak Paham Cara Senangkan Abramovich
Selasa, 16/03/2010 13:33 WIB
FOTO:Reuters
London - Ketika Jose Mourinho meninggalkan Chelsea, terbetik kabar bahwa ia tidak cocok dengan Roman Abramovich. Bisa jadi Mourinho pisah jalan dengan Chelsea, karena tak tahu bagaimana cara menyenangkan sang owner klub itu.
Mourinho memang pernah menghadirkan masa-masa indah bagi Chelsea. Namun ia harus mengakhirinya dengan pahit. Mourinho dan Si Biru putus hubungan pada September 2007. Ketika itu kepergian The Special One dikabarkan karena adanya friksi dengan Abramovich.
Apakah kegagalan demi kegagalan di Liga Champions yang membuat Mourinho berseteru dengan Abramovich? Menurut manajer Chelsea saat ini, Carlo Ancelotti, milarder Rusia itu tidak mencanangkan status "wajib hukumnya" pada Liga Champions.
"Ketika saya bergabung, Roman Abramovich tak pernah mengatakan bahwa saya harus membawa tim juara Liga Champions. Buat Roman, sama saja apakah kami menang Liga Primer atau Liga Champions," tukas Don Carletto seperti dikutip dari Guardian.
Bila trofi bukan masalah, bisa jadi perseteruan itu karena permainan Mourinho yang kurang atraktif. Tiga tahun melatih Chelsea, rataan gol tim London Barat di Liga Primer adalah 72 gol (2004/05), 72 gol (2005/06), dan 64 gol (2006/07). Ada pun dari tiga musim itu, dua musim pertama berujung dengan silverware.
Sedangkan di bawah Ancelotti, hingga pekan ke-29 Liga Primer musim ini sudah mencetak 69 gol.
Rataan gol "Si Biru"-Mourinho di Liga Primer adalah 1,79 per pertandingan, sementara The Blues-Ancelotti adalah 2,38.
Sepakbola meneyrang adalah hal yang bisa membuat Abramovich senang. "Sejak saya bergabung di sini, menurut saya beberapa hal telah berubah. Tim kini telah memiliki idenditas. Sistem permainan sedikit berbeda. Kami terus menjaga penguasaan bola dan bermain sepakbola menyerang," terang eks pelatih Parma, Juventus, dan AC Milan itu.
"Roman ingin kami bermain seperti ini dan saya pikir kami telah menuruti kemauannya."
Setelah perpisahan itu, Chelsea akan kembali bertemu dengan Mourinho. Tepatnya saat laga menghadapi Inter Milan di laga leg kedua 16 besar Liga Champions pada Rabu (17/3/2010) dinihari WIB. Situasi menjelang laga ini adalah tim London Barat harus mengejar kekalahan 1-2 yang diderita di pertemuan pertama
Ancelotti pun optimistis bahwa musim ini ia mampu membawa Frank Lampard dkk. mengangkat trofi Liga Champions musim ini.
"Kami punya kualitas untuk melakukannya. Tim ini mencapai lima kali semifinal dalam enam musim terakhir, dan bila ini terjadi lagi, saya akan bekerja hingga ke hal paling detail demi yang terbaik. Melawan Inter merupakan hasil undian yang terburuk, baik bagi kami atau pun mereka. Namun ini adalah waktunya untuk memaksimalkan kesempatan," tuntas arsitek asal Italia itu.
( nar / krs )
Mourinho memang pernah menghadirkan masa-masa indah bagi Chelsea. Namun ia harus mengakhirinya dengan pahit. Mourinho dan Si Biru putus hubungan pada September 2007. Ketika itu kepergian The Special One dikabarkan karena adanya friksi dengan Abramovich.
Apakah kegagalan demi kegagalan di Liga Champions yang membuat Mourinho berseteru dengan Abramovich? Menurut manajer Chelsea saat ini, Carlo Ancelotti, milarder Rusia itu tidak mencanangkan status "wajib hukumnya" pada Liga Champions.
"Ketika saya bergabung, Roman Abramovich tak pernah mengatakan bahwa saya harus membawa tim juara Liga Champions. Buat Roman, sama saja apakah kami menang Liga Primer atau Liga Champions," tukas Don Carletto seperti dikutip dari Guardian.
Bila trofi bukan masalah, bisa jadi perseteruan itu karena permainan Mourinho yang kurang atraktif. Tiga tahun melatih Chelsea, rataan gol tim London Barat di Liga Primer adalah 72 gol (2004/05), 72 gol (2005/06), dan 64 gol (2006/07). Ada pun dari tiga musim itu, dua musim pertama berujung dengan silverware.
Sedangkan di bawah Ancelotti, hingga pekan ke-29 Liga Primer musim ini sudah mencetak 69 gol.
Rataan gol "Si Biru"-Mourinho di Liga Primer adalah 1,79 per pertandingan, sementara The Blues-Ancelotti adalah 2,38.
Sepakbola meneyrang adalah hal yang bisa membuat Abramovich senang. "Sejak saya bergabung di sini, menurut saya beberapa hal telah berubah. Tim kini telah memiliki idenditas. Sistem permainan sedikit berbeda. Kami terus menjaga penguasaan bola dan bermain sepakbola menyerang," terang eks pelatih Parma, Juventus, dan AC Milan itu.
"Roman ingin kami bermain seperti ini dan saya pikir kami telah menuruti kemauannya."
Setelah perpisahan itu, Chelsea akan kembali bertemu dengan Mourinho. Tepatnya saat laga menghadapi Inter Milan di laga leg kedua 16 besar Liga Champions pada Rabu (17/3/2010) dinihari WIB. Situasi menjelang laga ini adalah tim London Barat harus mengejar kekalahan 1-2 yang diderita di pertemuan pertama
Ancelotti pun optimistis bahwa musim ini ia mampu membawa Frank Lampard dkk. mengangkat trofi Liga Champions musim ini.
"Kami punya kualitas untuk melakukannya. Tim ini mencapai lima kali semifinal dalam enam musim terakhir, dan bila ini terjadi lagi, saya akan bekerja hingga ke hal paling detail demi yang terbaik. Melawan Inter merupakan hasil undian yang terburuk, baik bagi kami atau pun mereka. Namun ini adalah waktunya untuk memaksimalkan kesempatan," tuntas arsitek asal Italia itu.
( nar / krs )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 11:44
Bielsa: Kami Akan Mengevaluasi Musim
-
Sabtu, 26/05/2012 10:11
14 Trofi dalam 4 Tahun, Guardiola pun Puas
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
