Hadiah Spanyol untuk Sepakbola Indah
Senin, 12/07/2010 11:08 WIB
FOTO:Getty Images
Terkait
Jakarta - Spanyol tak mengadopsi gaya pragmatis. Sepakbola cantik lewat "Tiki-taka" setia mewarnai permainan mereka. Maka saat 'La Furia Roja' keluar jadi juara Piala Dunia, Vicente del Bosque pun menyebutnya sebagai "sebuah hadiah untuk sepakbola indah".
Permainan "Tiki-taka" ini sejatinya mirip-mirip dengan gaya "Total Football" yang menjadi ciri Belanda pada dekade 70-an. Seiring dengan waktu, para meneer yang tadinya memainkan gaya sepakbola mengalir itu membawanya ke Spanyol untuk dimainkan Barcelona.
Dari Barcelona, gaya sepakbola yang mendasarkan kepada operan-operan pendek nan cepat ini kemudian ditularkan ke timnas Spanyol. "Tiki-taka", begitu sebutan yang disematkan oleh jurnalis Spanyol Andres Montes pada Piala Dunia 2006 --dan kemudian jadi populer-- seperti dicatat Eva Lavric dalam "The linguistics of football".
Dua tahun lalu, "Tiki-taka" sudah sukses membuahkan titel juara Piala Eropa 2008 untuk Spanyol. Kini, gelar itu dikawinkan dengan predikat juara Piala Dunia 2010, sebuah raihan yang menyamai capaian Jerman Barat yang juara Piala Eropa 1972 dan juara Piala Dunia 1974.
Dalam usahanya menjadi juara sejagat permainan mengalir Spanyol memang tak lantas membuahkan banyak gol. Dengan total delapan gol dari tujuh partai, David Villa cs masih kalah subur dari Jerman (16), Belanda (12), Uruguay (11), Argentina (10), Brasil (9). Seluruh kemenangan Spanyol --yang merupakan juara Piala Dunia paling irit gol-- di babak knock-out bahkan dicapai dengan skor 1-0 saja.
Meski begitu, tengok bagaimana dahsyatnya Spanyol dalam menggulirkan bola di atas lapangan saat berusaha mencari celah, atau membuat peluang. Mengandalkan "Tiki-taka", Spanyol adalah tim terbaik dalam urusan operan. Castrol dalam situs FIFA mencatat bahwa Spanyol sudah menuntaskan 3803 operan di Piala Dunia 2010, dalam persentase kesuksesan operan mencapai 80%. Jumlah itu bahkan jauh meninggalkan tim terbaik kedua, Jerman, yang menyelesaikan 2865 operan, dalam persentase sukses 71%.
Gaya Spanyol yang masih atraktif ini cukup mencolok di Piala Dunia 2010 karena banyaknya tim yang mulai beralih ke skema yang lebih berorientasi kepada hasil. Brasil, misalnya, yang tak lagi ber-Jogo Bonito di tangan Dunga.
Maka saat Spanyol sukses keluar jadi juara Piala Dunia, meski lewat partai yang tak indah-indah amat karena diwarnai "hujan kartu", Del Bosque sang pelatih pun bangga luar biasa. Apalagi ini adalah sukses pertama Spanyol di ajang itu, setelah membuat torehan terbaik menjadi juara empat pada Piala Dunia 1950.
"Saya berada di sini untuk membicarakan hal-hal indah dalam sepakbola. Partainya sangat ketat, sengit dan seimbang. Terkadang keras, tapi itu bagian dari sepakbola. Mereka membuat kami sulit bermain dengan nyaman. Ada tekanan dari kedua belah sayap. Hadiah yang lahir hari ini adalah untuk sepakbola indah," ujar dia di Guardian.
( krs / a2s )
Permainan "Tiki-taka" ini sejatinya mirip-mirip dengan gaya "Total Football" yang menjadi ciri Belanda pada dekade 70-an. Seiring dengan waktu, para meneer yang tadinya memainkan gaya sepakbola mengalir itu membawanya ke Spanyol untuk dimainkan Barcelona.
Dari Barcelona, gaya sepakbola yang mendasarkan kepada operan-operan pendek nan cepat ini kemudian ditularkan ke timnas Spanyol. "Tiki-taka", begitu sebutan yang disematkan oleh jurnalis Spanyol Andres Montes pada Piala Dunia 2006 --dan kemudian jadi populer-- seperti dicatat Eva Lavric dalam "The linguistics of football".
Dua tahun lalu, "Tiki-taka" sudah sukses membuahkan titel juara Piala Eropa 2008 untuk Spanyol. Kini, gelar itu dikawinkan dengan predikat juara Piala Dunia 2010, sebuah raihan yang menyamai capaian Jerman Barat yang juara Piala Eropa 1972 dan juara Piala Dunia 1974.
Dalam usahanya menjadi juara sejagat permainan mengalir Spanyol memang tak lantas membuahkan banyak gol. Dengan total delapan gol dari tujuh partai, David Villa cs masih kalah subur dari Jerman (16), Belanda (12), Uruguay (11), Argentina (10), Brasil (9). Seluruh kemenangan Spanyol --yang merupakan juara Piala Dunia paling irit gol-- di babak knock-out bahkan dicapai dengan skor 1-0 saja.
Meski begitu, tengok bagaimana dahsyatnya Spanyol dalam menggulirkan bola di atas lapangan saat berusaha mencari celah, atau membuat peluang. Mengandalkan "Tiki-taka", Spanyol adalah tim terbaik dalam urusan operan. Castrol dalam situs FIFA mencatat bahwa Spanyol sudah menuntaskan 3803 operan di Piala Dunia 2010, dalam persentase kesuksesan operan mencapai 80%. Jumlah itu bahkan jauh meninggalkan tim terbaik kedua, Jerman, yang menyelesaikan 2865 operan, dalam persentase sukses 71%.
Gaya Spanyol yang masih atraktif ini cukup mencolok di Piala Dunia 2010 karena banyaknya tim yang mulai beralih ke skema yang lebih berorientasi kepada hasil. Brasil, misalnya, yang tak lagi ber-Jogo Bonito di tangan Dunga.
Maka saat Spanyol sukses keluar jadi juara Piala Dunia, meski lewat partai yang tak indah-indah amat karena diwarnai "hujan kartu", Del Bosque sang pelatih pun bangga luar biasa. Apalagi ini adalah sukses pertama Spanyol di ajang itu, setelah membuat torehan terbaik menjadi juara empat pada Piala Dunia 1950.
"Saya berada di sini untuk membicarakan hal-hal indah dalam sepakbola. Partainya sangat ketat, sengit dan seimbang. Terkadang keras, tapi itu bagian dari sepakbola. Mereka membuat kami sulit bermain dengan nyaman. Ada tekanan dari kedua belah sayap. Hadiah yang lahir hari ini adalah untuk sepakbola indah," ujar dia di Guardian.
( krs / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 16/07/2010 13:00 WIB
Capello Susun 'Cetak Biru' Masa Depan Inggris
-
Jumat, 16/07/2010 12:00 WIB
Presiden Brasil Bahas Samba
-
Jumat, 16/07/2010 01:29 WIB
Mosimane Gantikan Parreira Latih Afsel
-
Jumat, 16/07/2010 01:02 WIB
Spanyol Dominan
-
Jumat, 16/07/2010 00:37 WIB
Henry Sudah Selesai di Les Bleus
-
Minggu, 27/05/2012 01:19
Zanetti Puji Bima Sakti
-
Minggu, 27/05/2012 01:53
Bima Sakti Tersanjung Dipuji Zanetti
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 04:50
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
-
Sabtu, 26/05/2012 22:00
Inter Tundukkan Indonesia Selection 4-2
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
