Trauma Ketiga Belanda
Senin, 12/07/2010 12:20 WIB
FOTO:Getty Images
Terkait
Amsterdam - Tiga kali Belanda sampai ke final Piala Dunia. Tiga kali pula mereka harus puas jadi juara kedua. Selubung duka nan pekat pun melanda Belanda.
1974, 1978 dan 2010. Itulah tiga kesempatan Belanda menjadi juara Piala Dunia setelah mampu melaju sampai partai puncak. Nahasnya, semua tak berbuah hadiah utama.
Pada tahun 1974, Belanda kalah 1-2 dari Jerman Barat. Empat tahun kemudian, giliran Argentina yang menggagalkan Belanda jadi juara dengan kemenangan 3-1 di babak extra-time.
Babak extra-time kembali dilakoni 'Oranje' saat menghadapi Spanyol, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Setali tiga uang dengan sebelum-sebelumnya, Belanda kembali kalah, kali ini lewat gol Andres Iniesta di menit ke-116.
"(Iniesta) mencemplungkan tim dan Belanda ke dalam duka mendalam. Setelah (laga) malam di Soccer City yang bikin darah menggelora, titel juara dunia tetap di luar jangkauan Orange XI. Spanyol terlalu bagus untuk dihadapi di final, bahkan saat hasilnya baru muncul di babak kedua extra-time," sebut suratkabar Algemeen Dagblad yang dikutip situs FIFA.
"Trauma ketiga untuk Oranje. Piala Dunia di Afrika Selatan akan dicatat dalam sejarah sepakbola Belanda sebagai trauma ketiga dalam sepakbolanya," tulis De Telegraaf dengan masam.
Belanda menjejak final dengan cukup optimistis karena punya rekor kemenangan 100% di Afrika Selatan, sementara Spanyol malah sudah mencicipi kekalahan di laga pembuka. Dari sini, sejarah memihak 'Tim Oranye' karena belum pernah ada tim yang menjadi juara Piala Dunia setelah kalah di laga pembuka.
Maka Belanda pun kemudian menggantungkan asa dan harapan tinggi-tinggi. Mereka bermimpi jadi juara di percobaan ketiga. Sayangnya, kenyataan tidak sesuai harapan.
"Mimpinya sudah habis, Belanda tak jadi juara dunia," ujar NOS (Nederlandse Omroep Stichting) dalam siarannya.
( krs / a2s )
1974, 1978 dan 2010. Itulah tiga kesempatan Belanda menjadi juara Piala Dunia setelah mampu melaju sampai partai puncak. Nahasnya, semua tak berbuah hadiah utama.
Pada tahun 1974, Belanda kalah 1-2 dari Jerman Barat. Empat tahun kemudian, giliran Argentina yang menggagalkan Belanda jadi juara dengan kemenangan 3-1 di babak extra-time.
Babak extra-time kembali dilakoni 'Oranje' saat menghadapi Spanyol, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Setali tiga uang dengan sebelum-sebelumnya, Belanda kembali kalah, kali ini lewat gol Andres Iniesta di menit ke-116.
"(Iniesta) mencemplungkan tim dan Belanda ke dalam duka mendalam. Setelah (laga) malam di Soccer City yang bikin darah menggelora, titel juara dunia tetap di luar jangkauan Orange XI. Spanyol terlalu bagus untuk dihadapi di final, bahkan saat hasilnya baru muncul di babak kedua extra-time," sebut suratkabar Algemeen Dagblad yang dikutip situs FIFA.
"Trauma ketiga untuk Oranje. Piala Dunia di Afrika Selatan akan dicatat dalam sejarah sepakbola Belanda sebagai trauma ketiga dalam sepakbolanya," tulis De Telegraaf dengan masam.
Belanda menjejak final dengan cukup optimistis karena punya rekor kemenangan 100% di Afrika Selatan, sementara Spanyol malah sudah mencicipi kekalahan di laga pembuka. Dari sini, sejarah memihak 'Tim Oranye' karena belum pernah ada tim yang menjadi juara Piala Dunia setelah kalah di laga pembuka.
Maka Belanda pun kemudian menggantungkan asa dan harapan tinggi-tinggi. Mereka bermimpi jadi juara di percobaan ketiga. Sayangnya, kenyataan tidak sesuai harapan.
"Mimpinya sudah habis, Belanda tak jadi juara dunia," ujar NOS (Nederlandse Omroep Stichting) dalam siarannya.
( krs / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 16/07/2010 13:00 WIB
Capello Susun 'Cetak Biru' Masa Depan Inggris
-
Jumat, 16/07/2010 12:00 WIB
Presiden Brasil Bahas Samba
-
Jumat, 16/07/2010 01:29 WIB
Mosimane Gantikan Parreira Latih Afsel
-
Jumat, 16/07/2010 01:02 WIB
Spanyol Dominan
-
Jumat, 16/07/2010 00:37 WIB
Henry Sudah Selesai di Les Bleus
-
Minggu, 27/05/2012 01:19
Zanetti Puji Bima Sakti
-
Minggu, 27/05/2012 01:53
Bima Sakti Tersanjung Dipuji Zanetti
-
Sabtu, 26/05/2012 06:15
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
-
Sabtu, 26/05/2012 04:50
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
-
Sabtu, 26/05/2012 22:00
Inter Tundukkan Indonesia Selection 4-2
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |
















.gif)
