Kilas Balik Sepakbola 2011 (Mei)
Barcelona Raja Eropa, Kongres KN Buntu
Rabu, 28/12/2011 13:19 WIB
FOTO:(AFP/Carl de Souza)
Jakarta - Bulan Mei adalah masa paling menentukan pada kompetisi-kompetisi sepakbola Eropa. Barcelona menjadi raja di raja benua biru. Di Indonesia, kongres PSSI yang digelar Komite Normalisasi buntu.
Mari ke Premier League lebih dulu. Manchester United sukses menciptakan sejarah di Liga Inggris dengan melampaui perolehan gelar juara milik Liverpool. 'Setan Merah' menduduki takhta sepakbola Inggris sendirian dengan koleksi 19 gelar setelah bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers di Ewood Park pada 14 Mei.
Namun demikian, perjuangan skuad arahan Sir Alex Ferguson itu terbilang tak mudah. Di awal-awal bulan, The Red Devils sempat dibuat tertekan akibat menelan kekalahan dari Arsenal dan Chelsea. Toh, pada akhirnya, tekad untuk menjadi pemegang gelar juara terbanyak bisa menepikan semua tekanan tersebut.
Di Italia, AC Milan berhasil merebut gelar dari seteru sekota mereka, Inter Milan. Rossoneri yang ditukangi oleh seorang pria berusia 43 tahun bernama Massimiliano Allegri terbukti mampu tampil solid sepanjang musim. Mereka keluar sebagai juara bahkan sebelum musim selesai, tepat pada tanggal 7 Mei, ketika bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma.
Pada akhir musim, Milan unggul enam angka atas Inter di papan klasemen. La Beneamata sendiri sempat babak belur ketika ditangani oleh Rafael Benitez. Sampai kemudian Benitez dipecat dan posisinya digantikan oleh eks arsitek Milan, Leonardo.
Bagaimana dengan Bundesliga? Borussia Dortmund, yang sudah memastikan gelar juara sejak bulan April, finis dengan keunggulan tujuh angka atas Bayer Leverkusen di klasemen akhir. Sementara Bayern Munich harus puas finis di urutan ketiga. Hasil itu kelak membuat Bayern melakukan perombakan besar-besaran dan mendatangkan Jupp Heynckes, setelah sebelumnya memecat Louis Van Gaal pada bulan April.
Cerita dari tanah matador tak ada yang baru. Masih ada Barcelona dan Real Madrid yang begitu dominan di sana. Hanya saja, Madrid dengan Jose Mourinho di kursi pelatihnya masih belum bisa menghentikan laju Barca musim itu.
Barca meraih 96 poin hasil dari 30 kemenangan dan enam hasil imbang. Los Cules pun memastikan gelar juara pada 11 ei setelah bermain imbang 1-1 melawan Levante, sementara masih ada dua pertandingan tersisa menuju akhir musim. Selisih enam poin dan rekor head-to-head yang lebih baik dari Madrid membuat mereka memastikan diri menjadi juara waktu itu.
Pertarungan Barca dan Madrid juga terjadi di Eropa, di mana kedua tim bertemu di semifinal Liga Champions. Barca akhirnya melaju ke final setelah menang agregat 3-1 atas rival beratnya itu dan menghadapi MU di babak final, yang ketika itu digelar di tanah Inggris.
Stadion Wembley, London, pada 28 Mei 2011, kemudian menjadi saksi bagaimana Barca layak dinobatkan menjadi raja Eropa. Lewat permainan mengalir yang diperagakan punggawa-punggawanya, mereka membuat sang juara Inggris tidak berkutik. Barca membuat MU bertekuk lutut dengan skor 3-1, sebuah hasil yang membuat Sir Alex Ferguson pun sampai tersenyum lantaran mengakui kekalahannya dari Pep Guardiola.
Laga itu juga menjadi laga terakhir Edwin Van der Sar yang memutuskan untuk gantung sarung tangan setelah musim selesai. Tak lama setelahnya, Paul Scholes juga gantung sepatu, menjadikan final Liga Champions itu sebagai laga terakhirnya juga.
Jangan lupakan juga final Liga Europa, di mana dua tim asal Portugal beradu; FC Porto vs Braga. Porto yang keluar sebagai juara Liga Portugal pada musim itu, sukses mengalahkan Braga lewat gol tunggal yang diciptakan oleh Radamel Falcao. Kemenangan itu kelak melambungkan nama seorang manajer muda bernama Andre Villas-Boas, yang dikenal orang sebagai eks asisten Mourinho dan pernah menimba ilmu juga pada mendiang Bobby Robson.
Berkat prestasi gemilangnya membawa Porto merajai Portugal dan memenangi Liga Europa, Villas-Boas pun membuka jalan menuju Premier League. Kelak, Chelsea memilihnya untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang didepak lantaran dianggap kurang memberikan hasil yang memuaskan buat The Blues.
Bagaimana dengan sepakbola tanah air? Berbagai kisruh masih mewarnainya. Arema dilanda masalah setelah terungkap bahwa mereka belum membayar gaji para pemainnya selama beberapa bulan. Sementara itu, Komite Normalisasi dibentuk untuk mengawal pelaksanaan Kongres PSSI untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan Komite Eksekutif periode 2011-2015 pada 20 Mei.
Kongres tersebut kemudian berjalan tanpa hasil setelah berlangsung selama enam jam. Suasana menjadi ricuh setelah peserta kongres, terutama pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro mempertanyakan soal penolakan terhadap GT-AP walaupun sempat diloloskan oleh Komite Banding.
Sebagai penyelesaiannya, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sidang tanpa hasil sekitar pukul 20.50 WIB. "Dengan mengucapkan Alhamdulillah dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, sidang ditutup," ujar Agum sambil mengetuk palu.
( roz / a2s )
Mari ke Premier League lebih dulu. Manchester United sukses menciptakan sejarah di Liga Inggris dengan melampaui perolehan gelar juara milik Liverpool. 'Setan Merah' menduduki takhta sepakbola Inggris sendirian dengan koleksi 19 gelar setelah bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers di Ewood Park pada 14 Mei.
Namun demikian, perjuangan skuad arahan Sir Alex Ferguson itu terbilang tak mudah. Di awal-awal bulan, The Red Devils sempat dibuat tertekan akibat menelan kekalahan dari Arsenal dan Chelsea. Toh, pada akhirnya, tekad untuk menjadi pemegang gelar juara terbanyak bisa menepikan semua tekanan tersebut.
Di Italia, AC Milan berhasil merebut gelar dari seteru sekota mereka, Inter Milan. Rossoneri yang ditukangi oleh seorang pria berusia 43 tahun bernama Massimiliano Allegri terbukti mampu tampil solid sepanjang musim. Mereka keluar sebagai juara bahkan sebelum musim selesai, tepat pada tanggal 7 Mei, ketika bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma.
Pada akhir musim, Milan unggul enam angka atas Inter di papan klasemen. La Beneamata sendiri sempat babak belur ketika ditangani oleh Rafael Benitez. Sampai kemudian Benitez dipecat dan posisinya digantikan oleh eks arsitek Milan, Leonardo.
Bagaimana dengan Bundesliga? Borussia Dortmund, yang sudah memastikan gelar juara sejak bulan April, finis dengan keunggulan tujuh angka atas Bayer Leverkusen di klasemen akhir. Sementara Bayern Munich harus puas finis di urutan ketiga. Hasil itu kelak membuat Bayern melakukan perombakan besar-besaran dan mendatangkan Jupp Heynckes, setelah sebelumnya memecat Louis Van Gaal pada bulan April.
Cerita dari tanah matador tak ada yang baru. Masih ada Barcelona dan Real Madrid yang begitu dominan di sana. Hanya saja, Madrid dengan Jose Mourinho di kursi pelatihnya masih belum bisa menghentikan laju Barca musim itu.
Barca meraih 96 poin hasil dari 30 kemenangan dan enam hasil imbang. Los Cules pun memastikan gelar juara pada 11 ei setelah bermain imbang 1-1 melawan Levante, sementara masih ada dua pertandingan tersisa menuju akhir musim. Selisih enam poin dan rekor head-to-head yang lebih baik dari Madrid membuat mereka memastikan diri menjadi juara waktu itu.
Pertarungan Barca dan Madrid juga terjadi di Eropa, di mana kedua tim bertemu di semifinal Liga Champions. Barca akhirnya melaju ke final setelah menang agregat 3-1 atas rival beratnya itu dan menghadapi MU di babak final, yang ketika itu digelar di tanah Inggris.
Stadion Wembley, London, pada 28 Mei 2011, kemudian menjadi saksi bagaimana Barca layak dinobatkan menjadi raja Eropa. Lewat permainan mengalir yang diperagakan punggawa-punggawanya, mereka membuat sang juara Inggris tidak berkutik. Barca membuat MU bertekuk lutut dengan skor 3-1, sebuah hasil yang membuat Sir Alex Ferguson pun sampai tersenyum lantaran mengakui kekalahannya dari Pep Guardiola.
Laga itu juga menjadi laga terakhir Edwin Van der Sar yang memutuskan untuk gantung sarung tangan setelah musim selesai. Tak lama setelahnya, Paul Scholes juga gantung sepatu, menjadikan final Liga Champions itu sebagai laga terakhirnya juga.
Jangan lupakan juga final Liga Europa, di mana dua tim asal Portugal beradu; FC Porto vs Braga. Porto yang keluar sebagai juara Liga Portugal pada musim itu, sukses mengalahkan Braga lewat gol tunggal yang diciptakan oleh Radamel Falcao. Kemenangan itu kelak melambungkan nama seorang manajer muda bernama Andre Villas-Boas, yang dikenal orang sebagai eks asisten Mourinho dan pernah menimba ilmu juga pada mendiang Bobby Robson.
Berkat prestasi gemilangnya membawa Porto merajai Portugal dan memenangi Liga Europa, Villas-Boas pun membuka jalan menuju Premier League. Kelak, Chelsea memilihnya untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang didepak lantaran dianggap kurang memberikan hasil yang memuaskan buat The Blues.
Bagaimana dengan sepakbola tanah air? Berbagai kisruh masih mewarnainya. Arema dilanda masalah setelah terungkap bahwa mereka belum membayar gaji para pemainnya selama beberapa bulan. Sementara itu, Komite Normalisasi dibentuk untuk mengawal pelaksanaan Kongres PSSI untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan Komite Eksekutif periode 2011-2015 pada 20 Mei.
Kongres tersebut kemudian berjalan tanpa hasil setelah berlangsung selama enam jam. Suasana menjadi ricuh setelah peserta kongres, terutama pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro mempertanyakan soal penolakan terhadap GT-AP walaupun sempat diloloskan oleh Komite Banding.
Sebagai penyelesaiannya, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sidang tanpa hasil sekitar pukul 20.50 WIB. "Dengan mengucapkan Alhamdulillah dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, sidang ditutup," ujar Agum sambil mengetuk palu.
( roz / a2s )
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Sabtu, 26/05/2012 14:24
Ketika Fowler cs Satu Lapangan dengan Fans
-
Sabtu, 26/05/2012 13:07
Spurs Mentok di Harga, Vertonghen Bisa Saja ke Arsenal
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41
Suarez Bicara Tentang Hukuman yang Pernah Diterimanya
-
Sabtu, 26/05/2012 11:26
Memori bagi Pep, Memori bagi Barca
-
Sabtu, 26/05/2012 11:44
Bielsa: Kami Akan Mengevaluasi Musim
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 23 | 15 | 0 | 68-20 | 84 |
| 2 | Milan | 38 | 24 | 8 | 6 | 74-33 | 80 |
| 3 | Udinese | 38 | 18 | 10 | 10 | 52-35 | 64 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester City | 38 | 28 | 5 | 5 | 93-29 | 89 |
| 2 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 89-33 | 89 |
| 3 | Arsenal | 38 | 21 | 7 | 10 | 74-49 | 70 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Real Madrid | 38 | 32 | 4 | 2 | 121-32 | 100 |
| 2 | Barcelona | 38 | 28 | 7 | 3 | 114-29 | 91 |
| 3 | Valencia | 38 | 17 | 10 | 11 | 59-44 | 61 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Borussia Dortmund | 34 | 25 | 6 | 3 | 80-25 | 81 |
| 2 | Bayern Munchen | 34 | 23 | 4 | 7 | 77-22 | 73 |
| 3 | FC Schalke 04 | 34 | 20 | 4 | 10 | 74-44 | 64 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Napoli | 2 - 1 | Siena |
| 14/05/2012 | Genoa | 2 - 0 | Palermo |
| 14/05/2012 | Chievo | 1 - 0 | Lecce |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 13/05/2012 | Swansea City | 1 - 0 | Liverpool |
| 13/05/2012 | Norwich City | 2 - 0 | Aston Villa |
| 13/05/2012 | Tottenham Hotspur | 2 - 0 | Fulham |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 14/05/2012 | Espanyol | 1 - 1 | Sevilla |
| 14/05/2012 | Racing Santander | 2 - 4 | Atletico Osasuna |
| 14/05/2012 | Getafe | 0 - 2 | Real Zaragoza |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 05/05/2012 | Werder Bremen | 2 - 3 | FC Schalke 04 |
| 05/05/2012 | FC Augsburg | 1 - 0 | Hamburger SV |
| 05/05/2012 | Hertha Berlin | 3 - 1 | TSG Hoffenheim |








.jpg)








.gif)
