Rafa Benitez, 'Raja Valencia' yang Masih Butuh Waktu di Chelsea
Rabu, 09/01/2013 11:07 WIB
AFP/Glyn Kirk
Swansea - Berkat kesuksesannya di Valencia dulu, Rafael Benitez disebut masih amat dicintai di sana. Cuma waktu yang bisa menjawab apakah rasa cinta yang sama akan didapatnya di Chelsea mengingat penolakan fans justru ia terima ketika baru tiba.
Sebagai pelatih, nama Benitez mulai mencuri perhatian ketika menangani Valencia pada periode 2001–2004. Ini tentu tak lepas dari keberhasilannya mengantar El Che menjuarai dua titel La Liga dan satu trofi Piala UEFA.
Pablo Hernandez, yang memulai karier seniornya bersama Valencia B pada tahun 2004 dan produk akademi klub itu, memang tidak merasakan langsung arahan Benitez di masa-masa keemasan Valencia.
Akan tetapi, pemain yang meninggalkan Valencia untuk bergabung dengan Swansea pada musim panas lalu itu merasakan benar betapa Benitez masih amat dipuja di sana.
"Rafa adalah seorang Raja di Valencia dan orang-orang di sana mencintainya karena ia sudah menjuarai tiga gelar penting. Sejak itu mereka belum memenangi apapun lagi," kata Pablo Hernandez di Mirror.
Selepas Valencia Benitez menukangi Liverpool pada periode 2004-2010. Di sini pun ia berhasil mempersembahkan trofi yakni masing-masing satu titel Piala FA, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Community Shield.
Hijrah ke Inter Milan pada musim panas 2010, Benitez cuma bertahan sampai dengan bulan Desember di tahun yang sama. Tetapi ia tetap mampu mengantar gelar untuk Nerazzurri, yakni masing-masing satu trofi Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub.
Sempat beristirahat melatih, sampailah kemudian ia ke Chelsea medio November 2012 lalu menyusul diberhentikannya Roberto Di Matteo. Di sini suporter The Blues menyambut Benitez dengan negatif. Ketika masih menangani Chelsea, hubungan Benitez memang jauh dari harmonis dengan pendukung Chelsea dan manajernya saat itu, Jose Mourinho.
Lambat laun, sebagian pendukung Chelsea dinilai sudah mulai bisa memberikan apresiasi kepada Benitez seiring dengan performa positif klub London itu. Waktu yang akan menjawab apakah Benitez nanti akan benar-benar bisa disayang dan tetap dipuja sebagaimana di Valencia, atau justru pergi dengan cacian seperti saat ia baru datang.
"Itu sulit karena sejak hari pertama mereka sudah ingin Rafa pergi. Para suporter sangat penuh semangat, tapi ia butuh pertandingan lebih banyak. Ia sudah merekrut beberapa pemain baru dan orang-orang tidak boleh menilainya setelah cuma beberapa laga."
"Di masa lalu Rafa telah menunjukkan ia pelatih yang bagus di La Liga dan di Liga Primer Inggris. Ia menjuarai Liga Champions bersama Liverpool. Tapi orang-orang di Chelsea belum terbiasa dengan Rafa," analisis Pablo Hernandez.
(krs/mrp)
Sebagai pelatih, nama Benitez mulai mencuri perhatian ketika menangani Valencia pada periode 2001–2004. Ini tentu tak lepas dari keberhasilannya mengantar El Che menjuarai dua titel La Liga dan satu trofi Piala UEFA.
Pablo Hernandez, yang memulai karier seniornya bersama Valencia B pada tahun 2004 dan produk akademi klub itu, memang tidak merasakan langsung arahan Benitez di masa-masa keemasan Valencia.
Akan tetapi, pemain yang meninggalkan Valencia untuk bergabung dengan Swansea pada musim panas lalu itu merasakan benar betapa Benitez masih amat dipuja di sana.
"Rafa adalah seorang Raja di Valencia dan orang-orang di sana mencintainya karena ia sudah menjuarai tiga gelar penting. Sejak itu mereka belum memenangi apapun lagi," kata Pablo Hernandez di Mirror.
Selepas Valencia Benitez menukangi Liverpool pada periode 2004-2010. Di sini pun ia berhasil mempersembahkan trofi yakni masing-masing satu titel Piala FA, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Community Shield.
Hijrah ke Inter Milan pada musim panas 2010, Benitez cuma bertahan sampai dengan bulan Desember di tahun yang sama. Tetapi ia tetap mampu mengantar gelar untuk Nerazzurri, yakni masing-masing satu trofi Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub.
Sempat beristirahat melatih, sampailah kemudian ia ke Chelsea medio November 2012 lalu menyusul diberhentikannya Roberto Di Matteo. Di sini suporter The Blues menyambut Benitez dengan negatif. Ketika masih menangani Chelsea, hubungan Benitez memang jauh dari harmonis dengan pendukung Chelsea dan manajernya saat itu, Jose Mourinho.
Lambat laun, sebagian pendukung Chelsea dinilai sudah mulai bisa memberikan apresiasi kepada Benitez seiring dengan performa positif klub London itu. Waktu yang akan menjawab apakah Benitez nanti akan benar-benar bisa disayang dan tetap dipuja sebagaimana di Valencia, atau justru pergi dengan cacian seperti saat ia baru datang.
"Itu sulit karena sejak hari pertama mereka sudah ingin Rafa pergi. Para suporter sangat penuh semangat, tapi ia butuh pertandingan lebih banyak. Ia sudah merekrut beberapa pemain baru dan orang-orang tidak boleh menilainya setelah cuma beberapa laga."
"Di masa lalu Rafa telah menunjukkan ia pelatih yang bagus di La Liga dan di Liga Primer Inggris. Ia menjuarai Liga Champions bersama Liverpool. Tapi orang-orang di Chelsea belum terbiasa dengan Rafa," analisis Pablo Hernandez.
(krs/mrp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Warriors Kalahkan Dragons di Game 1
0 share this. -
Rifat Sungkar Siap Hadapi Seri ke-4 Reli Amerika
0 share this. -
Mourinho: London Menginginkan Saya
0 share this. -
Gajah Dortmund Tumbangkan Gajah Bayern
0 share this. -
Tim Indonesia Segera Bersiap Hadapi Indonesia Open 2013
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Jumat, 24/05/2013 20:54 WIB
Mourinho: London Menginginkan Saya
-
Jumat, 24/05/2013 20:25 WIB
Fellaini Mewanti-wanti Pemain MU Soal Moyes
-
Jumat, 24/05/2013 19:09 WIB
De Gea Berharap Rooney Bertahan
-
Jumat, 24/05/2013 14:47 WIB
Benteke: Villa Tak Bisa Memaksaku Tinggal
-
Jumat, 24/05/2013 13:06 WIB
'City Tak Pernah Dapat Tawaran untuk Aguero'
-
Jumat, 24/05/2013 20:54 WIB
Mourinho: London Menginginkan Saya
-
Jumat, 24/05/2013 20:21 WIB
Fellaini Mewanti-wanti Pemain MU Soal Moyes
-
Jumat, 24/05/2013 22:04 WIB
Persebaya 1927 Bantah Timnya Bubar
-
Jumat, 24/05/2013 20:52 WIB
Foto Sepakbola
Gajah Dortmund Tumbangkan Gajah Bayern
-
Jumat, 24/05/2013 19:09 WIB
De Gea Berharap Rooney Bertahan
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 27 | 6 | 5 | 71-24 | 87 |
| 2 | Napoli | 38 | 23 | 9 | 6 | 73-36 | 78 |
| 3 | Milan | 38 | 21 | 9 | 8 | 67-39 | 72 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 86-43 | 89 |
| 2 | Manchester City | 38 | 23 | 9 | 6 | 66-34 | 78 |
| 3 | Chelsea | 38 | 22 | 9 | 7 | 75-39 | 75 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Barcelona | 36 | 30 | 4 | 2 | 109-39 | 94 |
| 2 | Real Madrid | 36 | 25 | 6 | 5 | 96-37 | 81 |
| 3 | Atlético Madrid | 36 | 22 | 6 | 8 | 62-30 | 72 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Bayern München | 34 | 29 | 4 | 1 | 98-18 | 91 |
| 2 | Borussia Dortmund | 34 | 19 | 9 | 6 | 81-42 | 66 |
| 3 | Bayer Leverkusen | 34 | 19 | 8 | 7 | 65-39 | 65 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 20/05/2013 | Siena | 1 - 2 | Milan |
| 20/05/2013 | Cagliari | 1 - 0 | Lazio |
| 20/05/2013 | Pescara | 1 - 5 | Fiorentina |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 19/05/2013 | Southampton | 1 - 1 | Stoke City |
| 19/05/2013 | Manchester City | 2 - 3 | Norwich City |
| 19/05/2013 | Liverpool | 1 - 0 | Queens Park Rangers |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 21/05/2013 | Mallorca | 1 - 0 | Real Betis |
| 20/05/2013 | Barcelona | 2 - 1 | Real Valladolid |
| 20/05/2013 | Real Zaragoza | 1 - 2 | Athletic Club |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 18/05/2013 | Nürnberg | 3 - 2 | Werder Bremen |
| 18/05/2013 | Hannover 96 | 3 - 0 | Fortuna Düsseldorf |
| 18/05/2013 | Borussia M'gladbach | 3 - 4 | Bayern München |
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 11:22 WIB WIB
City Ungkap Alasan Pemecatan Mancini
-
Jumat, 24/05/2013 10:27 WIB WIB
"For Holger": Dari Bayern untuk Badstuber





.gif)




_4.jpg)

