KLB PSSI Diusulkan Juga Bahas Soal Match-Fixing
Selasa, 12/03/2013 18:17 WIB
Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret mendatang diusulkan tak hanya membahas soal empat agenda pokok. Soal pemberantasan mafia sepakbola dan pengaturan skor diharapkan juga masuk dalam pembahasan.
Agenda utama KLB PSSI ada empat, yakni soal penyatuan liga, revisi statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (Exco) yang dipecat, serta penyelenggaraan kongres dengan peserta Kongres Solo 2011.
Namun, aktivis Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi, mengusulkan agar KLB PSSI juga menyinggung soal pemberantasan mafia sepakbola dan pengaturan skor (match-fixing).
"Sebenarnya ada masalah yang lebih krusial dari empat agenda kongres besok. Selain poin-poin dalam kongres tersebut adalah isu terbesar yaitu pengaturan skor, suap, dapat masuk dalam agenda kongres. Karena mau tidak mau ini adalah isu yang sangat global," ujar Apung di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (12/3/2013).
Apung menjelaskan, pengaturan skor dan suap sudah menjadi rahasia umum di persepakbolaan Indonesia sejak tahun 1980-an. Akan tetapi, proses pembuktian pengaturan skor tersebut memang membutuhkan waktu lama dan bukti yang kuat.
Menurut catatan SOS, kasus suap yang pernah terjadi di antaranya klub Divisi I Panajam Medan Jaya (PMJ) kepada anggota Komdis PSSI tahun 2007. Kasus ini melibatkan Togar Manahan Nero (Komdis PSSI), Kaharudin Syah (Wakil Sekjen PSSI), Syawal Rifai (Manajer PMJ) dan Arismen (Asisten PMJ).
Dalam kasus itu, PMJ terbukti menyuap sebesar Rp. 100 juta agar bisa ikut berkompetisi di Divisi I musim 2007. Namun, kasus tersebut tidak dibawa ke polisi. Hanya ada hukuman dari PSSI yang minimalis dan cenderung tidak adil. Penerima hanya diberhentikan dari PSSI, sedangkan pemberi dihukum non aktif lima tahun dari PSSI daerah dan sepakbola nasional.
Menurut Apung, kasus tersebut merupakan contoh sejarah pengaturan skor dan suap yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu hingga saat ini. Tetapi, ia menilai federasi belum tegas dalam menangani masalah tersebut.
Untuk itu, ia berharap saat ini pemerintah dapat membuka mata bahwa permasalahan sepakbola Indonesia tidak hanya di Kongres 17 Maret, tetapi permasalahan yang akan berlangsung dalam jangka panjang.
"Kongres hanya membuka ruang lagi mafia. Ruangnya terlalu dibuka oleh Menpora, saya menilai pemerintah telah melakukan intervensi yang tidak terukur. Membiarkan aktor-aktor mafia masuk lagi," katanya.
"Menpora harus berperan serta, paling tidak sebagai fasilitator karena ini bukan hanya soal sepakbola saja, tapi sportivitas," lanjut Apung.
"Jadi, peran itu harus dilakukan Menpora. Konflik tak akan selesai meski ada kongres. Bagi kami, dasar konflik itu adalah periuk nasi, artinya ada uang yang diperebutkan," tegasnya.
(ads/mfi)
Agenda utama KLB PSSI ada empat, yakni soal penyatuan liga, revisi statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (Exco) yang dipecat, serta penyelenggaraan kongres dengan peserta Kongres Solo 2011.
Namun, aktivis Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi, mengusulkan agar KLB PSSI juga menyinggung soal pemberantasan mafia sepakbola dan pengaturan skor (match-fixing).
"Sebenarnya ada masalah yang lebih krusial dari empat agenda kongres besok. Selain poin-poin dalam kongres tersebut adalah isu terbesar yaitu pengaturan skor, suap, dapat masuk dalam agenda kongres. Karena mau tidak mau ini adalah isu yang sangat global," ujar Apung di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (12/3/2013).
Apung menjelaskan, pengaturan skor dan suap sudah menjadi rahasia umum di persepakbolaan Indonesia sejak tahun 1980-an. Akan tetapi, proses pembuktian pengaturan skor tersebut memang membutuhkan waktu lama dan bukti yang kuat.
Menurut catatan SOS, kasus suap yang pernah terjadi di antaranya klub Divisi I Panajam Medan Jaya (PMJ) kepada anggota Komdis PSSI tahun 2007. Kasus ini melibatkan Togar Manahan Nero (Komdis PSSI), Kaharudin Syah (Wakil Sekjen PSSI), Syawal Rifai (Manajer PMJ) dan Arismen (Asisten PMJ).
Dalam kasus itu, PMJ terbukti menyuap sebesar Rp. 100 juta agar bisa ikut berkompetisi di Divisi I musim 2007. Namun, kasus tersebut tidak dibawa ke polisi. Hanya ada hukuman dari PSSI yang minimalis dan cenderung tidak adil. Penerima hanya diberhentikan dari PSSI, sedangkan pemberi dihukum non aktif lima tahun dari PSSI daerah dan sepakbola nasional.
Menurut Apung, kasus tersebut merupakan contoh sejarah pengaturan skor dan suap yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu hingga saat ini. Tetapi, ia menilai federasi belum tegas dalam menangani masalah tersebut.
Untuk itu, ia berharap saat ini pemerintah dapat membuka mata bahwa permasalahan sepakbola Indonesia tidak hanya di Kongres 17 Maret, tetapi permasalahan yang akan berlangsung dalam jangka panjang.
"Kongres hanya membuka ruang lagi mafia. Ruangnya terlalu dibuka oleh Menpora, saya menilai pemerintah telah melakukan intervensi yang tidak terukur. Membiarkan aktor-aktor mafia masuk lagi," katanya.
"Menpora harus berperan serta, paling tidak sebagai fasilitator karena ini bukan hanya soal sepakbola saja, tapi sportivitas," lanjut Apung.
"Jadi, peran itu harus dilakukan Menpora. Konflik tak akan selesai meski ada kongres. Bagi kami, dasar konflik itu adalah periuk nasi, artinya ada uang yang diperebutkan," tegasnya.
(ads/mfi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Mourinho Tinggalkan Madrid Akhir Musim Ini
1,121 share this. -
Bikin Gol lalu Copot Celana, Tawa dan Kartu Merah Hasilnya
957 share this. -
Fergie Manajer Terbaik Pilihan Manajer
910 share this. -
Mourinho Akan Disambut Gembira di Inggris
787 share this. -
Madrid Sudah Bersiap Memulai Era Baru Tanpa Mourinho
762 share this.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaruIndeks »
-
Selasa, 21/05/2013 12:43 WIB
Klaim Finansial Masih Baik, Arema Targetkan Runner-up Musim Ini
-
Senin, 20/05/2013 17:48 WIB
PSSI Didenda Rp 142 Juta oleh AFC
-
Minggu, 19/05/2013 21:29 WIB
Persipura Menang Tipis di Kandang Gresik United
-
Minggu, 19/05/2013 18:27 WIB
Persib Kalahkan Persepam 2-1
-
Sabtu, 18/05/2013 22:16 WIB
Arema Gilas Persiwa 5-0
-
Selasa, 21/05/2013 18:35 WIB
MU Raih Pendapatan Tertinggi dari Hak Siar Televisi
-
Selasa, 21/05/2013 18:17 WIB
Coutinho 'Mungil' tapi Akan Tangguh
-
Selasa, 21/05/2013 18:02 WIB
Moratti Masih 'Merenung' Cari Solusi
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Reina: Barca? Saya Betah di Liverpool
-
Selasa, 21/05/2013 19:05 WIB
'Thiago Silva Takkan Hengkang dari PSG'
Klasemen
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Juventus | 38 | 27 | 6 | 5 | 71-24 | 87 |
| 2 | Napoli | 38 | 23 | 9 | 6 | 73-36 | 78 |
| 3 | Milan | 38 | 21 | 9 | 8 | 67-39 | 72 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Manchester United | 38 | 28 | 5 | 5 | 86-43 | 89 |
| 2 | Manchester City | 38 | 23 | 9 | 6 | 66-34 | 78 |
| 3 | Chelsea | 38 | 22 | 9 | 7 | 75-39 | 75 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Barcelona | 36 | 30 | 4 | 2 | 109-39 | 94 |
| 2 | Real Madrid | 36 | 25 | 6 | 5 | 96-37 | 81 |
| 3 | Atlético Madrid | 36 | 22 | 6 | 8 | 62-30 | 72 |
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai |
| 1 | Bayern München | 34 | 29 | 4 | 1 | 98-18 | 91 |
| 2 | Borussia Dortmund | 34 | 19 | 9 | 6 | 81-42 | 66 |
| 3 | Bayer Leverkusen | 34 | 19 | 8 | 7 | 65-39 | 65 |
HasilAkhir
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 20/05/2013 | Siena | 1 - 2 | Milan |
| 20/05/2013 | Cagliari | 1 - 0 | Lazio |
| 20/05/2013 | Pescara | 1 - 5 | Fiorentina |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 19/05/2013 | Southampton | 1 - 1 | Stoke City |
| 19/05/2013 | Manchester City | 2 - 3 | Norwich City |
| 19/05/2013 | Liverpool | 1 - 0 | Queens Park Rangers |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 21/05/2013 | Mallorca | 1 - 0 | Real Betis |
| 20/05/2013 | Barcelona | 2 - 1 | Real Valladolid |
| 20/05/2013 | Real Zaragoza | 1 - 2 | Athletic Club |
| Tanggal | Home | Score | Away |
| 18/05/2013 | Nürnberg | 3 - 2 | Werder Bremen |
| 18/05/2013 | Hannover 96 | 3 - 0 | Fortuna Düsseldorf |
| 18/05/2013 | Borussia M'gladbach | 3 - 4 | Bayern München |
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 12:44 WIB WIB
Premier League 2012/2013 dalam Angka-Angka
-
Selasa, 21/05/2013 12:02 WIB WIB
Ingin Sudahi Puasa Gelar 8 Musim, Arsenal Siapkan Rencana-Rencana












