MustRead close

Mendambakan Akademi Lokal yang Lahirkan Pemain-Pemain Bagus

Andi Abdullah Sururi - detikSport
Rabu, 29/05/2013 13:36 WIB
Mendambakan Akademi Lokal yang Lahirkan Pemain-Pemain Bagus Erik Hidayat (detiksport/a2s)
Jakarta - Di Eropa misalnya, klub-klub memiliki jenjang pembinaan pemain yang jelas dan berkelanjutan. Sebuah akademi sepakbola memang selayaknya menciptakan pemain-pemain bagus.

Selain Eropa, Brasil dikenal sebagai negara yang memiliki pembinaan sepakbola usia muda yang sangat baik, sehingga tak pernah berhenti melahirkan pemain-pemain kelas dunia.

Dari contoh-contoh tersebut, Erik Hidayat pun berharap sekolah sepak bola (SSB) yang ia dirikan bisa menjadi salah satu tempat yang menggali bakat-bakat dan potensi anak-anak negeri, sehingga kelak bisa menjadi pemain bagus dan andalan tim nasional.

Demikian perbincangan detiksport dengan pengusaha muda itu di kantor PT. Mandiri Sejahtera Utama (MSH) Grup di Graha Niaga, Jln. Sudirman Kav. 58, Jakarta Selatan, kemarin, terkait rencana dibukanya Legenda Football Academy (LFA) pada September mendatang.

Diceritakan Erik, dirinya sejak kecil sudah menyukai sepakbola. Anak kandung Menteri Perindustrian MS. Hidayat itu juga mengaku sering menonton langsung pertandingan di stadion, termasuk apabila timnas Indonesia beraksi.

"Tapi kami lihat, pembinaan sepakbola kita kok begini-begini saja. Waktu saya kecil begitu, sekarang pun masih gitu-gitu saja. Makanya kami berpikir untuk membangun sebuah sekolah sepakbola, karena kita semua tahu, tidak ada pemain yang langsung jadi, tapi pasti harus dididik dan dibina sejak usia dini," tutur pengusaha kelahiran 28 Januari 1974 itu.

Setelah memulai bisnisnya di sepakbola dengan mendirikan sebuah sekolah futsal di Jakarta, Erik pun tergerak untuk membuat LFA. SSB ini mengambil lokasi di pinggiran ibukota, tepatnya di di kawasan perumahan Dukuh Bima, Kota Legenda, Bekasi.

"Yang saya tahu, lapangan bola di kota-kota besar sudah makin susah. Banyak sekolah bola harus menyewa lapangan untuk latihan anak-anak didiknya. Untuk itu kami dari LFA mencoba menawarkan fasilitas yang lengkap, terutama kami memiliki lapangan sendiri," cetusnya berpromosi.



Di luar fasilitas, Erik menegaskan bahwa yang tak kalah penting adalah prasarana lain yang terkait langsung pada pembinaan, seperti pengadaan pelatih yang bagus, kurikulum yang baik, program kepelatihan dan lain-lain. Itu sebabnya pihaknya menggandeng Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI), yang telah memiliki anggota lebih dari 2.000 SSB di seluruh Indonesia.

"Kami telah merancang untuk LFA, penggunaan lapangan itu bisa sampai 40 jam per minggu. Khusus weekend (Sabtu-Minggu) kita khususkan untuk kompetisi-kompetisi atau turnamen, karena performa anak-anak itu hanya bisa diukur dari frekuensinya dalam bertanding," terang Ketua Umum ASSBI Taufik Jursal Effendi.

Dengan diadakannya pertandingan atau kompetisi di setiap akhir pekan, diharapkan pula kian tumbuh "budaya bersepakbola" di kalangan keluarga-keluarga, dengan bersama-sama mendampingi anak-anaknya bermain sepakbola.

Taufik kemudian menjelaskan, walaupun awalnya adalah SSB, tapi ke depan LFA diproyeksikan bisa menjadi sebuah akademi sepakbola.

"Di luar negeri, idealnya sebuah akademi adalah, anak didik digodok sedemikian rupa sebelum didistribusikan pada klub-klub. Misalnya, daerah atau klub A menaksir anak tertentu, mereka lalu memasukkan anak itu ke akademi tersebut. Setelah jadi, baru mereka bisa dikontrak. Jadi, anak-anak yang mengikuti pendidikan di akademi itu tidak keluar uang, malah dibiayai, karena mereka diproyeksikan bakal bermain di klub-klub setelah melewati fase junior," papar Taufik.

Sebagai ilustrasi, Lionel Messi diboyong ke Spanyol dari Argentina oleh Barcelona saat masih berusia 13 tahun. Barcelona menanggung biaya hidup dia dan orangtuanya di Catalan, selama menimba ilmu di akademi La Masia.

"Melahirkan pemain-pemain bagus itu perlu waktu. Tidak mungkin instan, tidak bisa tiba-tiba. Sebagian masyarakat cuma ingin lihat sepakbola kita di level seniornya saja. Padahal pembinaan usia dini mutlak harus dilakukan. Untuk itulah kami mendirikan SSB Legenda Football Academy, semoga bisa ikut membantu memajukan sepakbola di Indonesia," tambah Erik.



(a2s/din)
Info Sepakbola Liga Indonesia : Berita | Klasemen | Jadwal Pertandingan | Hasil Pertandingan
Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Klasemen
    No Team M M S K SG Nilai
    1 Juventus 25 18 3 4 46-15 57
    2 Napoli 25 17 5 3 53-20 56
    3 Roma 25 13 8 4 47-27 47
    Selengkapnya »
    No Team M M S K SG Nilai
    1 Leicester City 26 15 8 3 48-29 53
    2 Arsenal 26 15 6 5 41-23 51
    3 Tottenham Hotspur 25 13 9 3 45-19 48
    Selengkapnya »
    No Team M M S K SG Nilai
    1 Barcelona 22 17 3 2 56-17 54
    2 Real Madrid 24 16 5 3 70-23 53
    3 Atlético Madrid 23 16 3 4 34-11 51
    Selengkapnya »
    No Team M M S K SG Nilai
    1 Bayern München 20 17 2 1 50-9 53
    2 Borussia Dortmund 21 15 3 3 53-24 48
    3 Bayer Leverkusen 21 10 5 6 31-22 35
    Selengkapnya »
HasilAkhir
    Tanggal Home Score Away
    14/02/2016 Arsenal 2 - 1 Leicester City
    14/02/2016 Chelsea 5 - 1 Newcastle United
    13/02/2016 AFC Bournemouth 1 - 3 Stoke City
    Selengkapnya »
    Tanggal Home Score Away
    14/02/2016 Real Sociedad 3 - 0 Granada
    14/02/2016 Deportivo La Coruña 2 - 2 Real Betis
    14/02/2016 Valencia 2 - 1 Espanyol
    Selengkapnya »
    Tanggal Home Score Away
    14/02/2016 Köln 3 - 1 Eintracht Frankfurt
    13/02/2016 Borussia Dortmund 1 - 0 Hannover 96
    13/02/2016 Wolfsburg 2 - 0 Ingolstadt
    Selengkapnya »