Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    Dari Scouting Sampai Deal, Bagaimana Proses Transfer Pemain Berlangsung?

    Doni Wahyudi - detikSport
    John Powell/Liverpool FC via Getty Images John Powell/Liverpool FC via Getty Images
    Jakarta -

    Bursa transfer selalu jadi periode menarik yang dinantikan klub, pemain, agen, dan fans. Pembelian pemain oleh sebuah klub pada kenyataannya adalah sebuah proses yang panjang dan rumit.

    Pada umumnya, fans mulai mengetahui seorang pemain tengah diincar klub lain setelah media mulai memberitakan isu tersebut. Belakangan rumor juga sering muncul dari jejaring sosial, lewat akun-akun resmi milik si pemain yang punya pengikut hingga jutaan orang di seluruh dunia.

    Di balik itu semua, transfer seorang pemain dari Klub A ke Klub B adalah proses yang panjang dan sering kali sangat rumit. Semua bisa dimulai beberapa bulan atau bahkan tahun sebelum kesepakatan dicapai. Dan rangkaiannya dimulai oleh seorang pemadu bakat, alias scout.

    Pemantauan (Scouting)

    Ada begitu banyak hal yang bisa memengaruhi keberhasilan seorang manajer. Satu yang paling penting adalah scout. Dari scout yang berada ratusan bahkan ribuan kilometer dari markas klub itulah nasib sebuah tim di akhir musim bisa ditentukan.

    Saat masih di Everton, David Moyes selalu menuntut laporan lengkap dari pemain-pemain yang dia kategorikan sebagai 'top target'. Ada 10 sampai 12 scout yang bekerja untuk Moyes di Everton, dan semuanya selalu dia minta untuk memberikan laporan yang ekstra detil.

    Scout-scout tersebut diwajibkan memberikan laporan terkait 12 kriteria penilaian untuk masing-masing posisi saat si pemain dalam kondisi puncak. Moyes sampai memiliki 5.000 laporan hasil scouting untuk 1.000 pemain.

    "Tidak ada scout bagus dengan hanya menyaksikan 10 pertandingan dan dia tahu apa yang sedang dia lakukan, saya jamin itu. Saya sangat percaya pada mereka untuk melakukan pekerjaan yang besar, saya hanya bekerja di bagian akhir dan berharap si pemain sesuai dengan yang diharapkan," sahut bos MK Dons, Karl Robinson, pada SkySport.

    Klub Premier League rata-rata memiliki 10 sampai 15 scout. Ada yang menjabat kepala scout, dan dialah yang punya hubungan sangat erat dengan sang manajer. Dia harus punya isi kepala yang sama dengan si manajer, keduanya harus memiliki visi dan pada akhirnya tujuan yang sama demi mendapatkan pemain yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan tim.

    Proses scouting juga tidak sesederhana permainan Football Manager. Ribuan kilometer, ratusan pertandingan, jutaan poundsterling harus dikeluarkan demi mengetahui kelayakan seorang pemain untuk bergabung dengan tim. Diklaim bahwa kebanyakan hasil penilaian Scout memiliki angka yang sama dengan penyedia jasa statistik olahraga, atau bahkan game Football Manager. Tapi layar monitor hingga kini belum menggantikan coretan-coretan tangan scout yang kemudian sampai ke tangan manajer.

    "Anda haru datang ke pertandingan, Anda harus memiliki insting itu, Anda tidak bisa cuma menyaksikan pertandingan di laptop. Itu tidak berguna," sahut scout West Bromwich Albion, Mel Johnson.

    Mengetahui Lebih Dalam

    Setelah seorang pemain 'ditandai' oleh scout, apa yang terjadi selanjutnya? Proses tidak selesai sampai di situ karena latar belakang pemain yang diincar juga harus diketahui.

    Langkah berikutnya adalah pihak klub yang tertarik mencari informasi lanjutan ke klub pemilik pemain dan juga agennya. Itu dilakukan demi mengetahui seperti apa kepribadian sang pemain.

    Agen pemain dan si pemainnya sendiri akan diberi tahu jika ada klub yang tertarik pada mereka, jauh sebelum penawaran diajukan. Jadi jika publik terkejut dengan penawaran yang dilakukan sebuah klub, si pemain bersangkutan sebenarnya sudah mengetahu jauh hari sebelumnya.

    Klub peminat lantas akan bertanya apakah pemain yang mereka incar tersedia untuk ditransfer. Proses akan selesai jika klub pemilik menyatakan 'tidak'.

    Jika lampu hijau diberikan, klub peminat akan melakukan pembicaraan dengan agen si pemain. Yang umumnya mereka obrolkan untuk kali pertama adalah soal (1) nilai si pemain, (2) kontrak tersisa dengan klub lama, (3) apa saja yang pemain inginkan jika pindah, (4) berapa besar gajinya saat ini, (5) situasi personal dan juga kondisi keluarga.

    "Normalnya ada tiga atau empat penawaran yang diajukan melalui email. Penawaran pertama punya peluang 99,99% ditolak. Penawaran kedua akan semakin mendekati, dan dua penawaran terakhir punya peluang lebih besar," terang Robinson.

    Pembicaraan dengan Pemain

    Penawaran transfer diterima klub tak berarti prosesnya sudah hampir selesai. Tahap selanjutnya adalah melakukan pembicaraan dengan si pemain terkait kesepakatan-kesepakatan yang bersifat pribadi.

    Di sini peran besar dipunya pemilik, presiden klub, direktur sepakbola. Merekalah yang akan melakukan deal terkait hal-hal yang berkaitan dengan uang. Termasuk di dalamnya adalah gaji, transfer fee, bonus-bonus. Tapi di samping itu semua, pemain dan agen bisa meminta hampir segalanya pada periode ini.

    Termasuk yang dibicarakan adalah soal mobil yang akan didapat si pemain. Jika pemain datang dari luar negeri, dia bisa juga mendapat uang 'pindahan'. Beberapa pemain ada juga yang meminta bantuan klub barunya untuk mencari sekolah untuk anak dan hal-hal lain terkait kebutuhan keluarganya.

    Dari sini agen bisa sangat mempengaruhi jadi atau tidaknya transfer. Sering terjadi agen menuntut permintaan yang sangat wah sebelum transfer bisa dilakukan.



    "Permintaan agen-agen luar biasa. Beberapa agen malah tidak pernah melihat kliennya menendang bola, itu bukan hal yang baik. Mereka (agen) tidak tertarik pada perkembangan pemain, mereka hanya memikirkan apa yang bisa mereka dapat," ungkap Direktur Sepakbola Peterborough United, Barry Fry.

    Agen-agen pemain bisa mendapat fee sampai 5% dari transfer kliennya. Namun mulai tahun ini FIFA membatasi fee tersebut menjadi hanya 3%.

    "Jika si pemain sudah sukses dan sangat kaya, hal-hal bersifat personal jadi hal yang paling penting. Jika si pemain belum matang secara finansial atau dia belum sukses, persoalan finansial akan jadi hal yang sangat penting," ucap agen olahraga dari World in Motion, James Lippett.

    Tes Medis dan Tercapainya Kesepakatan

    Tes medis adalah tahap akhir yang harus dilalui seorang pemain sebelum menandatangani kesepakatan kontrak. Meski jadi hal yang penting, beberapa klub ada juga yang mengesampingkan hasil tes medis.



    Di tahun 2000 Dominic Matteo gagal tes medis, namun Liverpool tetap mengontraknya dengan nilai mendekati 5 juta poundsterling. Klub biasanya menerima pemain yang tidak lolos dari tes medis dengan catatan. Stuart Pearce mencontohkan salah seorang pemainnya yang tak lolos tes medis tapi bersedia tidak dibayar jika dia tidak dimainkan.

    "Kami melakukan tes medis dan dokter bilang pergelangan kaki dan lututnya dicurigai bermasalah, pahanya tidak oke, tes darahnya tidak bagus, ada masalah pada jantungnya. Lalu saya tanya pada dokter, 'adakah berita bagus?'. Dokternya bilang, 'dia punya gigi-gigi yang bagus'."

    "Dia bergabung dengan kami dan berjanji: jika saya tidak bisa dimainkan, saya tidak akan dibayar di pekan itu. Dia menyemangati dirinya sendiri dan ternyata jarang sekali tidak fit. Jika semua pemain melakukan hal itu, mereka akan jauh lebih fit," sahut mantan pelatih Manchester City dan Nottingham Forest itu.

    Setelah tes medis tuntas barulah penandatanganan kontrak dilakukan. Si pemain pun resmi memiliki klub baru dan tinggal didaftarkan ke Federasi Sepakbola di mana klub berada. Selanjutnya adalah jumpa pers dan dan diperkenalkan pada suporter.




    =====

    * Penulis adalah reporter detiksport. Akun twitter @doniwahyudi_
    ** Dari berbagai sumber.



    (din/krs)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    detik-insider