Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: Atletico 2-1 Madrid

    Ketenangan Real Madrid Buyarkan Eksplosivitas Atletico

    Dex Glennıza - detikSport
    Sergio Ramos berduel dengan Antonie Griezmann di laga Atletico Madrid melawan Real Madrid. (Foto: Sergio Ramos  Reuters / Sergio Perez) Sergio Ramos berduel dengan Antonie Griezmann di laga Atletico Madrid melawan Real Madrid. (Foto: Sergio Ramos Reuters / Sergio Perez)
    Jakarta - Memiliki modal kemenangan 3-0 di leg pertama, Real Madrid bisa lebih bersantai saat menghadapi Atletico Madrid di semi-final leg kedua Liga Champions di kandang lawannya tersebut, Vicente Calderon.

    Sikap santai Real ini hampir membuat Atletico melakukan comeback. Mereka berhasil mencetak dua gol di 16 menit awal pertandingan. Namun setelah itu, Zinedine Zidane, manajer Real, menjelaskan ulang makna "santai" untuk para pemain Real sehingga mereka mampu bermain lebih "tenang". Lepas dari tekanan Atletico, mencetak satu gol di akhir babak pertama, dan pada akhirnya berhasil lolos ke final di Cardiff.

    Pertandingan yang berkesudahan dengan kemenangan 2-1 untuk Atletico tersebut ternyata masih tidak cukup. Real berhasil melaju ke final karena keunggulan agregat 4-2.

    Atletico memulai pertandingan dengan eksplosif

    Jika ada satu momen yang paling mendefiniskan Atletico sebagai kesebelasan yang paling tergorganisir dan disiplin di Eropa, 16 menit pertama sebenarnya sudah cukup menunjukkannya.

    Gol sundulan dari Saul Niguez di menit ke-12 dan gol sepakan penalti Antoine Griezmann di menit ke-16 berhasil menghasilkan momentum yang sangat baik untuk Atletico mengejar defisit tiga gol.

    Mereka sadar jika Real mampu mencetak satu gol, apalagi gol pembuka, maka tamatlah riwayat mereka. Manajer Atletico, Diego Simeone, menginstruksikan para pemainnya untuk melakukan pressing dari awal pertandingan dengan menekan Real sejak bola berada di pertahanan lawan. Dengan menekan di daerah Real, berarti banyak pemain Atlético yang naik ke tengah dan ke depan, sehingga memenuhi lini tengah.

    Ketenangan Real Madrid Buyarkan Eksplosovitas Atletico
    Gambar 1 – Perbandingan daerah aksi permainan Atlético Madrid pada menit 1-16 (kiri), dibandingkan dengan pada menit 16-42 (kanan), atau sebelum gol Isco – Sumber: Squawka


    Berikutnya, Atletico juga berhasil mengeksploitasi kelemahan lawan mereka, yaitu melalui umpan silang, ditambah kombinasi dengan pemanfaatan set-piece.

    Namun setelah gol Saul dan Griezmann, Atletico seperti menurunkan tempo permainan mereka, yaitu dengan menurunkan daerah pressing mereka dari menekan di daerah tinggi menjadi menekan di daerah yang rendah (seperti yang terlihat pada gambar 1 di atas), sehingga seperti mempersilakan Real untuk mengambil alih kendali pertandingan.

    Mungkin ini wajar, karena jika Atletico terus bermain dengan kecepatan dan tekanan tinggi seperti di 16 menit awal, meskipun itu bisa membuat pertahanan Real panik, tapi mungkin justru akan membuat stamina mereka akan habis dengan cepat.

    Selengkapnya soal 16 menit awal pertandingan ini bisa disimak di analisis kami: Hanya 16 Menit yang Mendefinisikan Atletico Madrid.

    Di sepakbola, terutama pada pertandingan dua leg, kunci kemenangan bisa jadi bisa didapatkan dengan mempertahankan momentum. Tapi dengan menurunkan tekanan, Atletico seperti memberi kesempatan untuk Real mencuri momentum tersebut.

    Lagi-lagi, respons yang tepat dari Zidane

    Jika bukan karena keunggulan 3-0 di leg pertama, Real pasti sudah sangat panik. Tapi sebenarnya Real benar-benar panik ketika Atletico menekan mereka sampai posisi yang tinggi di pertandingan.

    Maka dari itu, turunnya daerah pressing Atletico ini lebih banyak membantu Real untuk merespons alih-alih membantu Atletico untuk mengkonversi stamina mereka.

    Zidane tetap menganggap lini tengah adalah kunci pada pertandingan ini, sehingga ia pun melakukan perubahan skema untuk membuat kesebelasannya bisa lebih menguasai lini tengah sambil menurunkan tempo dan tensi pertandingan.

    Penguasaan bola Real sebelum dua gol Atletico, sebenarnya sudah berada pada kisaran 60 persen. Namun setelah Atletico menurunkan daerah tekanan mereka tersebut, Real berhasil menguasai lini tengah dan meningkatkan angka possession sampai hampir 70 persen sebelum Isco berhasil mencetak gol.

    Memiliki pemain-pemain yang tenang seperti Toni Kroos, Luka Modric, dan Isco adalah beberapa faktor yang banyak membantu respons tenang Real ini. Dengan dibantu juga oleh Karim Benzema yang sering turun dan bergerak melebar, lini tengah Real berhasil menjadi pembeda dinihari tadi sekaligus menjadi faktor utama kemenangan mereka (secara agregat).

    Pada gol Isco misalnya, kita bisa melihat Benzema yang ditekan oleh sampai tiga pemain Atletico, tapi mampu keluar dari tekanan tersebut dan mengawali gol Isco.

    Padahal pada saat gol tersebut juga kita bisa meninjau jika ada delapan pemain Atletico di dalam kotak penalti mereka sendiri yang menunjukkan jika sebenarnya Atletico sudah berencana untuk bertahan dengan baik. Namun, konsentrasi pertahanan Atletico memang sempat terpecah pada momen gol tersebut.

    Ketenangan Real Madrid Buyarkan Eksplosovitas Atletico
    Gambar 2 – Perbandingan operan Atlético Madrid (kiri) dan Real Madrid (kanan) – Sumber: Squawka


    Sampai akhir pertandingan, Real berhasil mencatatkan 64 persen ball possession yang menandakan kekuasaan mereka atas pertandingan. Selain itu, mereka juga mencatatkan 88 persen akurasi operan (berbanding 69 persen milik Atlético) yang menandakan ketenangan pemain-pemain mereka.

    Panggung bagi Isco dan lini tengah Real Madrid

    Real berhasil mencatatkan 33 dribel sukses (dari 44 percobaan), berbanding Atletico yang hanya 9 (dari 14). Isco dan Modric bahkan berhasil mencatatkan masing-masing 9 dribel sukses, atau sama dengan yang seluruh pemain Atletico berhasil catatkan.

    Berhasil melakukan dribel-dribel di tengah tekanan tinggi sangat menunjukkan ketenangan lini tengah Real. Bahkan salah satu momen di mana Benzema (total mencatatkan 7 dribel sukses) berhasil lolos dari tekanan tiga pemain Atlético juga (sesaat sebelum gol Isco) menunjukkan ketenangan ini.

    Ketenangan Real Madrid Buyarkan Eksplosovitas AtleticoGambar 3 – Grafis dribel sukses (hijau) dan gagal (merah) Real Madrid – Sumber: Squawka



    Cristiano Ronaldo saja tidak berhasil mencatatkan satupun dribel sukses. Tidak heran, yang menjadi sorotan pada pertandingan dinihari tadi bagi Real adalah pertarungan di lini tengah, terutama yang melibatkan Isco, Modric, dan Benzema. Sementara Ronaldo hanya dilibatkan di lini depan, di mana ia bermain sebagai ujung tombak.

    Kontrol mereka di lini tengah juga bukan hanya ditunjukkan dari operan (gambar 2) dan dribel (gambar 3), melainkan juga dari 19 intersep yang berhasil mereka catatkan (Atlético berhasil mencatatkan 9 intersep) yang menandakan ketepatan posisi pemain-pemain mereka.

    Absennya Gareth Bale, bahkan dari leg pertama, tidak membuat Zidane meresponsnya dengan monoton, atau dengan tetap mempertahankan permainan menyayap melalui formasi 4-3-3 yang mengandalkan dua winger.

    Dengan memainkan Isco yang bertindak sebagai gelandang keempat (formasi 4-4-2 berlian) alih-alih penyerang ketiga (formasi 4-3-3), Zidane berhasil memadatkan lini tengah sekaligus menciptakan ketenangan ketika mereka seharusnya panik karena ditekan dengan sedemikian rupa oleh mesin organisasi berintensitas tinggi bernama Atletico.

    Pertandingan yang memuaskan, bahkan untuk Atletico

    Pada kenyataannya, Atletico boleh kecewa. Tapi dari tertinggal 3-0, pertandingan tersebut memang sudah maksimal untuk mereka dan juga untuk kita tonton. Terdapat 18 tembakan untuk Atletico (7 on target) dan 20 tembakan untuk Real (6 on target) juga tentu membuat kita tahu jika pertandingan ini adalah pertandingan yang menarik.

    Babak pertama memang yang paling mendefinisikan pertandingan dinihari tadi. Atletico berhasil memulai dengan eksplosif di 16 menit awal dengan mencetak dua gol. Tapi Real mampu meresponsnya dengan ketenangan sampai akhirnya mereka mampu mencetak gol di menit ke-42.

    Kita harus memuji cara memulai pertandingan yang penuh eksplosivitas dari Atletico, terutama di 16 menit awal itu. Setelahnya, pertandingan memang masih berjalan dengan intensitas tinggi.

    Namun, tidak ada satupun momen yang mampu mendefinisikan kembali Atleico Madrid; kecuali menjelang akhir pertandingan saat mereka masih membutuhkan tiga gol lagi dan saat hujan turun dengan deras di Vicente Calderon, seolah langit sedang menangis, tapi para pendukung mereka tetap setia dan bernyanyi.

    Sayangnya, pertandingan tidak dimenangkan oleh semangat tinggi dan nyanyian-nyanyian suporter.

    Jika kita melupakan papan skor dan mengikuti narasi pertandingan dinihari tadi, laga tersebut menunjukkan ancaman yang nyata dari organisasi, kedisiplinan, dan intensitas Atletico (terutama di 16 menit pertama, dan pengecualian untuk memaafkan mereka pada momen gol Isco), sekaligus juga menunjukkan kemampuan taktikal Real yang terlihat selalu tepat merespons taktik lawan-lawannya.


    (cas/rin)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    match-analysis