Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: City 3-2 Bayern

    Bayern yang Tidak Biasa: Kartu Merah dan Parade Blunder

    - detikSport
    Getty Images/Laurence Griffiths Getty Images/Laurence Griffiths
    Jakarta -

    Sebelum matchday kelima Liga Champions ini, tidak ada yang lebih mengkhawatirkan bagi Manchester City daripada bayang-bayang kegagalan lolos ke fase 16 besar.

    Dua jam sebelum kick-off laga melawan sang pemimpin klasemen yang sudah memastikan lolos terlebih dahulu, Bayern Munich, kekhawatiran tersebut semakin menguat lantaran jauh di bagian timur Eropa, AS Roma bertamu ke kandang CSKA Moskow di Rusia.

    City sebagai juru kunci dengan dua poin, sementara Roma dan CSKA berada di atas mereka dengan sama-sama telah meraih 4 poin. Maka tidak ada yang lebih City harapkan daripada pertandingan Roma melawan CSKA tersebut berakhir dengan hasil imbang untuk menjaga peluang mereka lolos secara matematis.

    Benar saja, gol injury time dari CSKA berhasil "menyelamatkan" ketiga tim tersebut di Grup E untuk sama-sama tetap menjaga peluang lolos. Terutama untuk City, karena akhirnya Sergio Aguero dan kawan-kawan bisa melakukan kick-off dengan hati yang tenang.

    Sinar terang semakin besinar ketika Mehdi Benatia dikartu merah dan menyebabkan wasit menunjuk titik putih yang lalu dikonversi Aguero. Namun, sinar tersebut meredup dan perlahan menjadi mimpi buruk ketika Bayern berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1, padahal mereka hanya memiliki 10 pemain di atas lapangan.

    Beruntung bagi City Sergio Aguero berhasil mencetak hat-trick dan salah satunya juga merupakan gol di injury time. City akhirnya meningkatkan harapan mereka untuk lolos ke 16 besar dengan kemenangan 3-2 atas Bayern.

    Bagaimana pertandingan ini berjalan begitu dramatisnya?

    Kedua Tim Tidak Bisa Menurunkan Susunan Pemain Terkuat

    City tidak pernah menang dalam enam pertandingan terakhir di Liga Champions. Kemenangan terakhir mereka datang pada tahun 2011 ketika mengalahkan Bayern di Etihad Stadium dengan skor 2-0 melalui gol dari David Silva dan Yaya Toure.

    Namun, dua nama tersebut tidak diturunkan semalam. David Silva sedang masa pemulihan cedera sementara Toure absen karena hukuman larangan bermain akibat ia "menoyor" kepala Roman Eremenko di matchday ke-4 saat City berjumpa CSKA.

    Pellegrini menurunkan duet Fernando dan Frank Lampard di lini tengah yang menggantikan duet andalan Toure dan Fernandinho – pemain Brasil ini juga harus absen akibat larangan bertanding. Pellegrini juga mengandalkan Jesus Navas untuk menggantikan Silva.

    Di kubu tim tamu, Bayern mendapatkan suntikan tenaga baru dari Bastian Schweinsteiger menjalani pertandingan pertama setelah final Piala Dunia 2014. Namun, ia masih diistirahatkan oleh Pep Guardiola dan baru dimainkan di menit ke-81.

    Bayern sendiri sudah memastikan diri lolos. Dengan adanya badai cedera, tidak heran jika skuat Bayern semalam bukan merupakan skuat terkuat mereka.



    Susunan pemain Manchester City dan Bayern Munich (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

    Permainan yang Tidak Biasa dari Bayern: Blunder demi Blunder

    Sebenarnya Bayern lebih layak pulang ke Bayern dengan hasil imbang. Apalagi setelah mereka bermain dengan 10 pemain, tim tamu asal Jerman tersebut “kukuh” bertahan dengan garis tinggi.

    Hal ini ditunjukkan dengan grafik operan dari sejak kartu merah sampai akhir babak pertama, yaitu justru Bayern melakukan lebih banyak operan daripada City.


    Grafik operan Bayern dan City sejak kartu merah Benatia di menit ke-21 sampai akhir babak pertama (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

    Taktik tersebut tampaknya bekerja dengan sangat baik, secara mengejutkan Xabi Alonso dan Robert Lewandowski berhasil membuat Bayern membalikkan. Namun, kesalahan dari Alonso dan Jerome Boateng menyebabkan Aguero mampu membuat City meraih kemenangan pertamanya di kompetisi Eropa tersebut.


    Blunder-blunder Bayern (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

    Alonso melakukan satu kesalahan di menit ke-85 yang dengan cepat dimanfaatkan Aguero. Boateng melakukan kesalahan lain di injury time babak ke dua, dan Aguero kembali mengambil keuntungan.

    Selain kesalahan-kesalahan tersebut, Guardiola seharusnya senang dengan cara timnya tampil setelah dipaksa bermain dengan hanya 10 pemain.
    Benatia yang diusir sejak menit ke-21 menimbulkan pembenaran bahwa ia tidak punya pilihan. Tapi keputusannya untuk melakukan tekel last man dari belakang di dalam kotak penalti adalah sebuah tindakan yang bodoh.

    Bayern memang bisa pulih dengan baik. Namun, patut diakui bahwa mereka merindukan kehadiran bek tengah di babak kedua.

    Manuel Neuer sebagai Sweeper-Keeper


    Manuel Neuer menunjukkan grafik permainan yang tidak biasa dari seorang penjaga gawang (sumber: Squawka dan FourFourTwo Stats Zone)

    Bayern sendiri seolah tetap bermain dengan 11 pemain akibat dari kemampuan dan kebiasaan sweeper dari sang penjaga gawang, Manuel Neuer. Dalam grafik di atas, selain 3 save yang ia buat, beberapa kali penjaga gawang timnas Jerman ini keluar sarang untuk membantu operan timnya di belakang dan bahkan membuat satu buah clearance.

    Ia bahkan sebenarnya berhasil menebak arah penalti dengan baik. Sayang tepisannya tidak cukup kuat untuk membuat tendangan keras Aguero terpental keluar gawang.

    Neuer memang tidak pernah mengecewakan, namun semalam ia harus kecewa dengan kinerja pertahanan timnya beserta tiga blunder rekannya yang menyebabkan gawangnya harus dibobol tiga kali juga.

    Solidnya Lini Tengah dan Kecemerlangan Aguero

    Meskipun telat panas setelah ketinggalan, penampilan City semalam dapat dikatakan sangat baik. The Citizens tampak sebagai tim yang berbeda di lini tengah karena mereka menyulitkan lini tengah Bayern yang dihuni oleh Arjen Robben, Franck Ribery, dan Alonso.


    Grafik intercept Manchester City dan Bayern Munich (sumber: Squawka)

    Duet Fernando dan Lampard menjadi kunci lini tengah City terutama dengan kemampuan intercept mereka untuk mencegah aliran permainan Bayern ke depan. Semalam City berhasil membuat intercept dua kali lebih banyak daripada Bayern (29 berbanding 14).

    Sang juara Inggris ini memang kerepotan di babak pertama terutama akibat dari permainan spartan Xabi di lini tengah Bayern. Xabi yang sedang berulang tahun pada pertandingan tersebut menjadi nyawa utama lini tengah Bayern dengan operan-operannya yang memanjakan seluruh penggawa Bayern di seluruh penjuru lapangan (lihat grafik di bawah ini).

    Hal ini yang membuat City berjuang mati-matian untuk menciptakan peluang di babak ke dua. Menjelang akhir pertandingan, kekalahan untuk City pun seolah tak terelakkan. Namun, City selalu memiliki kesempatan ketika Aguero sedang dalam bentuk permainan terbaiknya.


    Grafik permainan dua pemain yang bermain paling cemerlang dari masing-masing tim: Xabi Alonso dan Sergio Aguero (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

    Kesalahan kecil mampu ia manfaatkan dengan maksimal. Xabi yang awalnya menjadi pahlawan akhirnya harus tertunduk lesu akibat blundernya di lima menit terakhir pertandingan. Di sisi lain, Aguero menunjukkan bahwa ia adalah penyerang kelas dunia bahkan menghadapi Neuer yang ditasbih sebagai kiper terbaik di Piala Dunia 2014.

    Kesimpulan

    Pasukan asuhan Pellegrini akan penuh percaya diri ketika mereka bertemu sang penghuni posisi kedua Liga Primer, Southampton, pada Hari Minggu nanti. Kemudian mereka akan bertamu ke kandang Roma dalam pertandingan menentukan.

    Sementara untuk Bayern, kekalahan ini memang bukanlah kekalahan yang harus dibayar mahal karena mereka sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar. Tetapi, tentunya Guardiola tidak ingin timnya kehilangan momentum.

    Menghadapi Hertha Berlin di ibu kota Jerman akhir pekan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali momentum yang hilang tersebut. Lalu, melawan CSKA di kandang mereka sendiri di matchday terakhir bisa jadi hanya pertandingan formalitas untuk Bayern.



    Jadi CSKA tidak bisa dipandang sebelah mata untuk otomatis dianggap kalah. Malah justru sebaliknya. Setelah mengintip klasemen di atas, patut ditunggu puncak drama yang sangat menjanjikan di matchday keenam atau terakhir di Grup E Liga Champions.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

    (roz/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game