Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Spanyol: Bilbao 1-0 Madrid

    Pertahanan Rapat Bilbao yang Merusak Koordinasi Penyerang Madrid

    - detikSport
    Getty Images Getty Images
    Jakarta -

    Posisi Real Madrid di puncak klasemen terancam digeser Barcelona, usai mereka ditumbangkan Athletic Bilbao di pekan ke 26 La Liga. Laga di New San Mames itu berakhir 1-0 melalui gol dari Aritz Aduriz pada menit ke 25.

    Madrid yang memainkan trio penyerang andalannya, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale, gagal membalas hingga pertandingan berakhir. Beberapa peluang matang yang berhasil mereka ciptakan gagal dimanfaatkan untuk menjadi gol.

    Pada pertandingan ini, Madrid memang tidak bisa memainkan dua pemain andalannya, Sergio Ramos dan James Rodriguez. Kedua pemain ini masih dalam kondisi cedera sehingga tidak bisa diturunkan Carlo Ancelotti.

    Ancelotti memainkan bek muda asal Perancis, Raphael Varane, untuk menggantikan Ramos. Serta memainkan Isco untuk menggantikan James.

    Kondisi yang tidak jauh berbeda terjadi di kubu tuan rumah. Mereka juga sama-sama kehilangan satu bek tengah dan satu gelandang. Mikel San Jose harus absen akibat hukuman akumulasi kartu. Sedangkan Ader Iturraspe tidak bisa dimainkan karena mengalami masalah cedera.

    Dengan kondisi ini, posisi bek tengah Bilbao diisi Gurpergi dan Etxeita, serta posisi gelandang diisi Mikel Riko dan Benat.



    Posisi Pemain Madrid yang Terlalu Lebar

    Los Blancos langsung menguasai jalannya pertandingan sejak kickoff babak pertama. Toni Kroos dan Asier Illaramendi menjadi pemain yang mengatur serangan Madrid dari tengah.

    Sedangkan dua penyerang sayap Madrid, Bale dan Ronaldo, selalu siap di sisi kanan dan kiri pertahanan Bilbao. Kedua pemain ini diberikan kebebasan untuk bergerak ke mana pun yang mereka mau. Maka posisi kedua pemain sama sekali tidak bisa ditebak, terkadang keduanya terpisah di kanan dan kiri. Terkadang keduanya berada di satu area, sisi kanan atau sisi kiri.

    Namun, pertahanan Bilbao sama sekali tidak terpengaruh pergerakan para pemain Madrid. Mereka tetap menjaga area pertahanan mereka dengan pola zonal marking yang sangat disiplin. Formasi dasar 4-2-3-1 mereka akan berubah menjadi 4-4-1-1 saat bertahan sehingga mereka memiliki dua lapis pertahanan (4 pemain bertahan dan 4 pemain gelandang) di depan kotak penalti mereka.
     
    Dua lapis pertahanan Bilbao ini membuat barisan penyerang Los Merengues terpisah terlalu jauh dengan gelandang pengatur serangan Real Madrid. Para penyerang Real Madrid menunggu di garis pertahanan Bilbao, sedangkan Kroos dan Illaramendi yang berperan mengalirkan bola berada di garis tengah lapangan.

    Jauhnya posisi Kroos dan Illaramendi disebabkan oleh tidak ada ruang bagi mereka untuk mendekati kotak penalti Bilbao karena sudah diisi penuh oleh 4 gelandang Bilbao. Isco yang seharusnya menjadi jembatan antara trio penyerang dengan dua gelandang pun akhirnya lebih sering bergerak melebar akibat tidak mendapatkan ruang di area tengah.

    Kondisi ini membuat jarak antar pemain Real Madrid terlalu jauh. Sehingga ketika salah seorang pemain menguasai bola di wilayah pertahanan Bilbao akan kesulitan untuk mengoper karena tidak adanya kawan yang dengan dengan pemain tersebut.

    Perhatikanlah bagaimana beberapa kali reaksi Ronaldo saat serangan Madrid digagalkan Bilbao. Terlihat jelas bahwa reaksi tersebut adalah sebuah keluhan atas posisi kawan-kawannya yang sama sekali tidak rapat saat menyerang.

    Pertahanan rapat Bilbao ini cukup untuk membuat Madrid kesulitan membuka peluang. Dan lihatlah bagaimana Madrid bahkan tidak bisa memainkan bola di area pertahanan Bilbao pada babak pertama. Meski menguasai jalannya pertandingan, Madrid hanya bisa memainkan bola di lapangan tengah dan gagal saat memasuki area pertahanan Bilbao.



    Chalkboard Operan Real Madrid pada babak pertama

    Serangan Balik Bilbao dan Minimnya Pressing Terhadap Gelandang Bilbao

    Menghadapi Madrid, Bilbao memang tidak berencana untuk bermain terlalu terbuka. Mereka lebih berkonsentrasi pada pertahanan untuk kemudian melancarkan serangan balik cepat. Dan serangan balik inilah yang menjadi salah satu faktor bagi Bilbao untuk mampu mencuri satu gol dari tim asal ibukota itu pada pertandingan ini.

    Namun tentu saja bukan sekadar serangan balik semata Bilbao mampu mencuri gol dari Madrid. Terdapat faktor lain yang ternyata merupakan kesalahan yang dilakukan sendiri oleh para penggawa Madrid.

    Satu kesalahan pertama adalah tidak adanya bantuan dari para penyerang Madrid saat menggalang pertahanan. Dari ketiga trio penyerang, hanya Bale yang sesekali ikut membantu pertahanan.

    Itupun membutuhkan waktu yang sangat lambat. Membutuhkan waktu yang sangat lama bagi Bale untuk kembali ke area pertahanan Madrid. Maka tentu saja, Bale tidak akan hadir di area pertahanan Madrid jika mereka terkena serangan balik.

    Dengan kondisi ini, maka otomatis Madrid paling banyak hanya memiliki tujuh pemain yang membentuk pertahanan saat diserang Bilbao. Empat pemain belakang hanya dibantu oleh tiga gelandang mereka.

    Hal ini tentu saja menyebabkan Madrid tidak bisa banyak melakukan pressing kepada para pemain Bilbao. Dampaknya, dua gelandang Bilbao, Mikel Rico dan Benat, sangat leluasa dalam menjalankan tugasnya. Mereka dengan sangat mudah mengirimkan bola ke depan tanpa adanya tekanan dari pemain Madrid. Hal ini pula yang terjadi saat gol bagi Bilbao tercipta.

    Barisan pertahanan Madrid terkonsentrasi pada pergerakan para penyerang Bilbao di depan. Barisan pemain belakang Madrid harus berkonsentrasi dengan pergerakan Muniain, Iraola, dan Aduriz yang bergerak di kotak penalti Madrid.

    Sedang dua gelandang Madrid yang berada di depan kotak penalti, disibukan oleh pergerakan William dan Benat yang berada di area tersebut.

    Satu pemain Bilbao lain yang ikut menyerang, Rico, akhirnya berdiri bebas tanpa pengawalan dari satupun pemain Real Madrid. Rico berada tidak jauh dari area kotak penalti dengan sangat bebas.

    Rico Bahkan memiliki waktu lebih dari tiga detik sebelum akhirnya melepaskan umpan dengan sangat tenang kepada Aduriz di kotak penalti. Dilengkapi dengan kecerdikan pergerakan Aduriz, Bilbao berhasil mencetak gol ke gawang Madrid.



    Proses Gol Athletic Bilbao

    Menarik Pertahanan Bilbao Keluar

    Setelah tertinggal satu gol, Madrid terus mencoba untuk menembus pertahanan Bilbao. Mereka sebenarnya sempat menemukan cara untuk menembus pertahanan Bilbao, dengan memancing mereka keluar dari area pertahanannya.

    Madrid tahu bahwa meski bermain rapat di area pertahanan, Bilbao tetap memberikan pressing saat pemain Madrid mulai menguasai bola di wilayah mereka. Madrid pun memanfaatkan hal ini untuk memancing mereka keluar dari barisan.

    Madrid tidak langsung menaikan kedua fullback mereka saat menyerang. Fullback Madrid yang biasa langsung bergerak ke depan, kini hanya berdiri tidak jauh dari garis tengah lapangan. Tujuannya adalah agar pemain sayap Bilbao akan terpancing untuk menghadang fullback Madrid.

    Dengan terpancingnya satu pemain Bilbao melakukan pressing ke depan, otomatis barisan pertahanan mereka pun harus sedikit melebarkan posisi untuk menyesuaikan posisi dengan satu pemain mereka yang keluar posisi.

    Tidak sampai situ, Ronaldo atau Bale yang juga berada di sisi sayap pun bergerak sedikit turun. Pergerakan Bale dan Ronaldon ini bertujuan untuk memisahkan fullback Bilbao dari barisan pertahanan. Dengan begitu, akan tercipta ruang diantara bek tengan dan fullback yang terpancing oleh Bale atau Ronaldo ini.

    Melebarnya barisan pertahanan Bilbao inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemain Real Madrid untuk masuk ke pertahanan Bilbao. Isco yang tidak mendapatkan tempat mulai bisa menemukan celah. Madrid pun mulai berhasil memasukkan bola ke kotak penalti Bilbao.



    Chalkboard Operan Real Madrid Pada Babak Kedua

    Namun, dengan kondisi ini Madrid harus kehilangan salah satu dari trio penyerang mereka yang harus bergerak mundur memancing fullback Bilbao. Hal ini tentu membuat daya dobrak Madrid berkurang. Meski berhasil memasukkan bola ke kotak penalti, sulit bagi Madrid untuk mengonversinya menjadi gol.

    Madrid pun akhirnya gagal membalas gol hingga akhir pertandingan. Pertandingan berakhir dengan 1-0 untuk keunggulan Bilbao dan membuat posisi Madrid terancam dari puncak klasemen.

    Kesimpulan

    Pertahanan rapat Bilbao berhasil memaksa para pemain Real Madrid bermain terlalu melebar. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan melakukan koordinasi saat melakukan serangan.

    Namun gol yang berhasil dicetak Bilbao pun tidak lepas dari tidak ikutnya para penyerang Madrid dalam membantu pertahanan. Hal ini membuat gelandang Bilbao dapat sangat leluasa menguasai bola di lapangan tengah tanpa adanya tekanan dari pemain Madrid.

    Dan semua ini harus dibayar mahal dengan hilangnya tiga poin bagi Real Madrid yang membuat mereka terancam digeser oleh pesaing utama mereka, Barcelona, dari puncak klasemen La Liga.

    (cas/cas)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game