Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Pratinjau Real Madrid vs Barcelona

    El Clasico, Kesempatan Barcelona Salip Madrid di Tikungan Akhir

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images Foto: Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images
    Jakarta - Laga bertajuk El Clasico, yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona, menjadi ajang paling dinanti di La Liga. Apalagi keduanya tengah saling sikut untuk gelar juara La Liga menjelang duel Senin (24/4/2017) dinihari WIB nanti.

    Saat ini Real Madrid masih berada di posisi puncak klasemen dengan torehan 75 poin. Barcelona menguntit di bawahnya dengan 72 poin. Selisih tiga poin ini belum termasuk Real Madrid yang masih memiliki satu laga tunda.

    Karenanya laga ini pun menjadi kesempatan Barcelona untuk memepet terus Real Madrid. Jika Barcelona menang, kesempatan mereka untuk membalap Real Madrid di sisa kompetisi terbuka lebar. Meski Real Madrid masih bisa menjauh dengan selisih tiga poin andai menang di laga tunda mereka, menghadapi Celta Vigo, di lima laga terakhir Real Madrid akan menghadapi jadwal yang lebih berat.

    Usai El Clasico, Madrid masih harus menghadapi lawan berat seperti Valencia, Sevilla, dan Malaga, selain Deportivo La Coruna dan Granada. Valencia dan Sevilla adalah dua kesebelasan yang mampu mengalahkan Madrid musim ini di La Liga. Ditambah lagi Real Madrid harus menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions -- dua leg.

    Berbeda dengan Real Madrid, Barca terbilang bisa lebih fokus mengejar trofi La Liga. Di Liga Champions, mereka sudah tersingkir oleh Juventus. Sementara lima lawan tersisa adalah lawan yang relatif mudah, yakni Osasuna, Espanyol, Villareal, Las Palmas, dan Eibar. Selain Villareal, empat kesebelasan lain di atas kertas bisa dikalahkan Barcelona.

    Maka bisa dibilang laga ini merupakan tikungan terakhir antara Real Madrid dan Barcelona untuk berebut gelar jura La Liga. Apakah Barcelona berhasil memepet Madrid dan kans menyalip semakin besar atau Real Madrid yang mampu melesat jauh lewat tikungan terakhir ini?

    Barcelona Tanpa Neymar

    Ketajaman lini depan Barcelona bisa berkurang di laga ini. Itu dikarenakan mereka tidak bisa menghadirkan trio MSN di lini depan -- hanya Lionel Messi dan Luis Suarez yang bisa berlaga. Neymar dipastikan absen karena ia masih akan menjalani hukuman larangan bertanding atas aksi sarkastiknya pada wasit di pertandingan melawan Malaga.

    Tanpa Neymar, Barcelona patut khawatir. Menghadapi Juventus, misalnya. Serangan Barcelona begitu dominan melalui area bermain penyerang asal Brasil ini. Ia bahkan secara spektakuler mencatat 13 keberhasilan dribble dari 20 kali percobaan, terbanyak pada laga tersebut.

    Tak hanya lewat giringan bola, Neymar juga mengancam lini pertahanan Juventus lewat empat operan kuncinya. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dari kubu Barcelona. Ini artinya ketika Andres Iniesta dan Ivan Rakitic tak berkutik, Neymar bisa memunculkan harapan bagi Barcelona untuk menciptakan peluang, yang sialnya tidak diakhiri dengan penyelesaian akhir yang baik.

    Begitu juga ketika Barcelona menghadapi Paris Saint-Germain di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Ketika Barca hendak membalas kekalahan 0-4 di leg pertama, Neymar muncul sebagai pahlawan. Dua gol serta satu assist-nya membantu Barca untuk menang 6-1.

    Saat melawan Malaga, Barcelona kesulitan setelah dikartumerahnya Neymar pada menit ke-65. Selain harus tampil dengan 10 pemain, Barca pun kehilangan alternatif serangan. Situasi yang sudah 0-2 pun akhirnya bertambah buruk menjadi 0-2.

    Barcelona sebenarnya sempat mengalahkan Real Sociedad, beberapa hari sebelum imbang 0-0 menghadapi Juventus. Namun yang perlu menjadi catatan, meski berhasil mencetak tiga gol Barca juga kebobolan dua gol. Barca bahkan tampak kerepotan di awal-awal laga. Jika diperkuat Neymar, mungkin Barcelona akan menang dengan skor yang lebih meyakinkan, sebagaimana ketika mengalahkan Sevilla (3-0), Valencia (4-2), dan Granada (4-1). Pada laga-laga tersebut, Neymar tampil gemilang khususnya saat menghadapi Valencia dan Granada.

    Untuk El Clasico nanti, absennya Neymar akan kembali membuat Pelatih Barcelona Luis Enrique mengotak-atik formasi dan susunan pemain. Jika ketika menghadapi Juventus dan Sociedad ia menggunakan 4-3-3, tanpa Neymar, Barcelona bisa kembali menggunakan skema tiga bek.

    Skema tiga bek sendiri Enrique punya beberapa variasi. Dimulai dari 3-4-3, 3-4-1-2, sampai 3-5-1-1. Perubahan menggunakan skema tiga bek sepertinya akan dilakukan mengingat skema empat bek Barcelona masih bocor di lini pertahanan, seperti kala menghadapi Sociedad dan Juventus.

    Untuk laga ini, selain Neymar, Barca masih tidak akan diperkuat Aleix Vidal dan Rafinha. Arda Turan pun masih diragukan tampil. Sisanya, Enrique masih akan menggunakan pemain-pemain yang ia gunakan di beberapa laga terakhir.

    Ganasnya Lini Serang Real Madrid

    Bermasalahnya lini pertahanan Blaugrana menjadi kabar baik bagi Real Madrid. Karena sejauh ini, Los Galacticos masih menunjukkan sebagai kesebelasan yang tajam di lini depan. Tajamnya lini serang ini bisa menambal lini pertahanan Real Madrid yang sebenarnya cukup rentan dibobol lawan. Leganes dan Sporting Gijon pun mampu mencetak dua gol ke gawang Real Madrid.

    Sejak awal April, Real Madrid harus bermain tanpa Raphael Varane dan Pepe. Keduanya berposisi sebagai bek tengah. Hasilnya Real Madrid selalu kebobolan di setiap pertandingan sejak Varane tak bermain. Dari lima pertandingan terakhir Real Madrid (tanpa Varane dan Pepe), Madrid kebobolan sembilan kali.

    Namun dari lima pertandingan tersebut, Real Madrid tetap tak terkalahkan. Madrid berhasil menang empat kali dan imbang satu kali. Kebobolan sembilan kali pun tertutupi dengan keberhasilan Madrid mencetak 14 gol. Ini artinya Real Madrid punya rataan mencetak gol hampir tiga gol dalam lima pertandingan terakhir.

    Situasi ini didukung oleh penampilan Real Madrid di Santiago Bernabeu, stadion yang akan menjadi tempat berlangsungnya El Clasico dinihari nanti. Dalam 10 laga kandang terakhir, skuat asuhan Zinedine Zidane ini berhasil mencetak 24 gol. Dari 10 laga kandang tersebut, Real Madrid menang tujuh kali, imbang dua kali dan kalah satu kali.

    Di La Liga, Santiago Bernabeu pun masih tanpa cela. Bahkan Real Madrid tak terkalahkan di 21 pertandingan kandang terakhir. Musim ini, kekalahan di kandang hanya terjadi ketika berlaga di Copa del Rey.

    Lini serang Real Madrid pun akan tampil dengan kekuatan penuh di El Clasico nanti. Trio BBC bisa diturunkan sejak menit pertama. Selain Trio BBC, Madrid juga pencetak-pencetak gol alternatif seperti Marcos Asensio, Isco Alarcon, Alvaro Morata, hingga Sergio Ramos.

    Real Madrid memang tidak hanya mengandalkan open play dalam mencetak gol. Dari situasi bola mati, mereka memiliki Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale yang bisa mengeksekusi langsung. Atau juga Toni Kroos yang bisa memberikan umpan akurat. Ramos bisa menjadi pemain yang berbahaya dalam duel udara di lini pertahanan lawan. Ramos sejauh ini sudah mencetak tujuh gol di La Liga.

    Prediksi Line-up<I>El Clasico</I>, Kesempatan Barcelona Salip Madrid di Tikungan Akhir

    Kesimpulan

    Real Madrid layak diunggulkan pada El Clasico kali ini. Lini serang mereka tengah on fire, bisa menambal kebocoran di lini pertahanan. Hal ini didukung pula oleh penampilan mereka di kandang yang impresif. Belum lagi mereka sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Bayern Munich di Liga Champions.

    Sementara itu Barcelona sedang dalam kondisi tidak baik. Kekalahan melawan Juventus, tanpa bisa membobol di dua leg, menunjukkan lini serang Barcelona pun bisa diredam. Apalagi El Clasico harus dihadapi tanpa Neymar. Barca pun punya masalah di lini depan dan di lini serang pada El Clasico kali ini.


    (krs/krs)

    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    match-analysis