Setelah sempat dihadang berbagai persoalan, gelaran IBL akhirnya secara resmi diikuti 11 tim. Kompetisi akan digulirkan di tiga kota, yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Jakarta berkesempatan menjadi tiga kali tuan rumah, sedangkan Bandung mendapat jatah dua kali.
Ada beberapa inovasi yang dilakukan pada IBL musim ini, selain setiap tim boleh menggunakan dua pemain asing. Terobosan lain adalah IBL akan dibagi menjadi dua grup. IBL menyebut grup itu dengan divisi divisi merah dan divisi putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, tim yang berada dalam satu pool/divisi akan bertemu sebanyak dua kali dan akan bertemu tim dari pool yang berbeda sebanyak satu kali.
"Berbagai inovasi yang kami hadirkan mulai musim kompetisi IBL 2017 ini sengaja kami lakukan setelah mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat memajukan liga baik dari sisi tontonan maupun sisi kompetisi, " kata Direktur Utama IBL Hasan Gozali dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Santika, Slipi, pada Selasa (10/1/2017)
"Kami sangat excited untuk menggulirkan kompetisi musim ini. Beberapa kami melakukan inovasi selain mewajibkan klub untuk berbadan hukum, juga melakukan pemain asing. Total pemain asing yang dihadirkan ada 20 pemain asing yang akan bermain 11 tim. Mereka terpilih saat draft day beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk pembagian divisi sengaja kami terapkan guna membangun rivalitas antar tim, " kata dia.
Dalam pelaksanaannya, format pertandingan akan menerapkan home and away. Tujuannya untuk mengakomodasi animo penonton IBL di setiap daerah serta membangun fanbase masing-masing klub.
"Harapan kami perubahan ini akan melahirkan sebuah kompetisi yang semakin kompetitif dan menghadirkan sebuah pertandingan yang lebih atraktif, " ungkap Hasan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Perbasi Danny Kosasih berharap dengan digulirkan kompetisi IBL musim ini bisa menginspirasi banyak pecinta bola basket di daerah.
Berikut Agenda IBL 2017
Seri I Surabaya 20-22 Januari
Seri II Jakarta 4-5 Februari
Seri III Semarang 10-12 Februari
Seri IV Jakarta 18-19 Februari
Seri V Bandung 25-26 Februari
Seri IV Jakarta 4-5 Maret
Seri VII Yogyakarta 10-12 Maret
Seri VIII Bandung 17-19 Maret
(mcy/fem)











































