"Kami telah mengambil sebuah keputusan beberapa bulan lalu bahwa perekonomian akan sedikit goyah. Jadi kami mulai mengencangkan ikat pinggang dengan mengurangi tenaga kerja domestik sekitar sembilan persen," demikian diungkapkan komisioner NBA, David Stern, belum lama ini di London.
Dilansir Reuters, belakangan Stern menyebut bahwa angka sembilan persen itu kira-kira berjumlah 80 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang sama Stern mengungkapkan rencana NBA menjalin kerja sama dengan perusahaan sport dan entertainment AEG untuk membangun sedikitnya satu lusin arena bergaya NBA di berbagai distrik di China.
"Bersama-sama kami akan bekerja dengan setiap level pemerintahan dan sektor swasta untuk menciptakan berbagai fasilitas olahraga dan hiburan ala NBA, yang akan merengkuh komunitas dan membesarkan olahraga bola basket di seluruh China," tukas dia.
AEG saat ini mengoperasikan lebih dari 90 fasilitas besar di berbagai belahan dunia termasuk O2 Arena di London, O2 World (Berlin), dan Staples Center (Los Angeles). (a2s/krs)











































