Dalam laga tersebut, sorotan bukan hanya ada pada Kobe Bryant yang menjadi bintang dengan mencetak 36 poin saat Lakers mengandaskan Memphis 105-96. Namun publik juga menantikan pertemuan Paul dan Marc Gasol sebagai "musuh".
"Seseorang harus kalah malam ini, ya?" seloroh Pau Gasol pada reporter, seperti dikutip Reuters. "Saya senang kami bisa menang, karena kami memang sangat membutuhkannya terus mengejar tujuan kami."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gasol yang lebih tua sudah cukup karatan bermain di NBA. Dia pernah menjadi pujaan publik Memphis dalam kurun 2001-2008. Tak heran ketika diperkenalkan sebelum pertandingan, center berusia 28 tahun itu memperoleh sambutan tepuk tangan maupun siulan panjang.
Pau Gasol menanggalkan kostum Grizzlies-nya pada Februari lalu untuk bergabung dengan Lakers. Ia meninggalkan Memphis sebagai pengumpul poin, rebound, dan blok terbanyak dalam sejarah klub tersebut.
Sementara Marc, ini adalah musim pertamanya berkarir di NBA. Sebelumnya center berusia 23 tahun ini memperkuat Winterthur FC Barcelona (2004-2006) dan Akasvayu Girona (2006-2008). Bersama kakaknya ia sering tampil bersama membela timnas Spanyol, dan juga bertemu di beberapa partai persahabatan.
(a2s/key)











































