Dalam pertandingan hari pertama IBL putaran pertama seri kedua di Malang, Jumat (6/2/2009), Bima Sakti harus mengakui keunggulan Garuda Bandung dengan skor 66-81.
Ketika itu pelatih Edy Santoso berdalih bahwa Garuda memiliki pemain-pemain yang jauh lebih berpengalaman dibanding dengan skuadnya yang masih muda. Penilaian tersebut merujuk pada nama-nama top seperti Mario Wuysang, Denny Sumargo, dan I Made "Lolik" Sudiadnyana di tubuh Garuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan sempat memunculkan skor 17-17 di pertengahan kuarter kedua. Bahkan di akhir kuarter tersebut Bima Sakti sempat unggul 35-24.
Namun, pada akhirnya pemain-pemain Bima Sakti tak mampu membendung tekanan yang dilakukan oleh punggawa-punggawa CLS. Sebaliknya, ketika Bima Sakti menekan, CLS selalu bisa mengatasinya.
"Saya pikir pertandingan cukup bagus. Saya ingin memberi selamat kepada CLS karena bisa keluar dari tekanan," ujar coach Edy seusai pertandingan.
"Kami juga terlalu terburu-buru sehingga tak bisa keluar dari tekanan mereka, apalagi ada pressure dari CLS pada kuarter ketiga dan keempat. Bagi saya ini sudah cukup bagus untuk pemain-pemain saya. Mereka masih muda-muda," tandasnya.
Hari Senin (9/2/2009), Bima Sakti akan bertanding melawan tim asal Jakarta, Pelita Jaya. Edy mengaku tak akan banyak perubahan signifikan yang akan dilakukan untuk menghadapi laga tersebut. Ia hanya meminta pemain-pemainnya untuk lebih menikmati permainan.
"Tak akan ada perubahan signifikan, kecuali enjoy the game. Di sinilah kematangan akan dibutuhkan oleh mereka (para pemain --Β Red). Kita lihat saja nanti siapa tim terbaik (dalam pertandingan itu)," tukasnya.
(roz/a2s)











































