Di GOR Bima Sakti, Minggu (8/9/2009), SM memang tampil relatif lebih dominan dibandingkan dengan Aspac. Indikasinya adalah perolehan poin mereka di setiap kuarter. Hanya di kuarter terakhir saja, SM kalah dalam urusan cetak-mencetak angka ini, yakni 11 berbanding 19.
Di kuarter tersebutlah letak kesalahan SM. Dengan keunggulan 63-44 selepas kuarter ketiga, Fictor menyebut bahwa anak-anak asuhnya lengah. Marjin poin yang cukup jauh itu membuat timnya berada di zona nyaman sehingga mengendurkan tekanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara di kuarter keempat, ketika Aspac menaik, kita justru menurun. Bagi saya ini bisa jadi bahan evaluasi. Kita tak boleh leha-leha sampai pertandingan benar-benar berakhir," tandasnya.
Menanggapi pertandingannya sendiri, coach Ito mengungkapan bahwa Aspac telah bermain dengan baik. Oleh karena itu ia pun memberikan kredit khusus kepada pemain-pemain dari pihak lawan itu yang disebutnya tak kenal menyerah.
"Di lain pihak Aspac juga bermain bagus. Mereka tidak melihat perbedaan angka dan tetap main bagus. Mereka kandidat juara juga, mereka berada di level yang sama dengan SM," tukasnya.
(krs/a2s)











































