Tampil bahu membahu untuk panji tim Wilayah Barat di Airways Center, Senin (16/2/2009) pagi WIB, keduanya punya andil besar dalam membawa kemenangan buat timnya.
Bryant memimpin perolehan angka dengan 27 poin, sementara O'Neal menambahnya dengan 17 angka hanya dalam waktu sekitar 11 menit dia bermain. Artinya, gabungan kekuatan dua pemain itu menyumbang 44 angka untuk tim Barat yang menang 146-119.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Bryant, yang kali pertama meraih All-Star MVP tahun 2002, ini adalah MVP keduanya dalam tiga partai All-Star terakhir. Sementara itu O'Neal menjadi pemain pertama dalam sejarah All-Star yang sudah berbagi dua MVP. Pada tahun 2000 lalu, dia juga pernah meraihnya bareng Tim Duncan, sebagaimana dikutip NBA.com.
Alhasil, torehan ini jelas akan disambut dengan rasa bahagia oleh mereka berdua. Tapi perasaan akan kenangan masa lalu yang membayang ketika keduanya masih berbagi kebersamaan di Lakers tahun 1996 sampai 2004 lalu, juga muncul tak kalah kuat.
"Rasanya seperti masa lalu. Aku rindu masa-masa itu. Dia tadi benar-benar mencari di mana posisiku, terutama ketika kami melancarkan pick and roll dan aku ditempel Rashard Lewis," kata O'Neal di Yahoosport.
Sudah nyaris genap lima tahun berlalu sejak kedua pemain tersebut berpisah. Konon, perpisahan itu juga terjadi karena ketidakakuran keduanya, di mana Lakers akhirnya harus melepas O'Neal.
Mungkin dulu keduanya memang terlibat masalah, tapi kini O'Neal sepertinya sudah bisa melupakan bahkan tak sungkan memuji Bryant sebagai pemain terhebat di NBA. Lalu Bryant sendiri? Tampaknya dia masih malu-malu atau memang tak mau terbenam dalam romansa masa lalu.
"Kami takkan kembali ke ruang ganti dan nonton 'Steel Magnolias' atau sesuatu seperti itu, Anda tahu apa maksudku, bertangisan dan hal semacamnya. Kami punya waktu indah. Itu saja," lugas Bryant.
Pelatih tim Barat Phil Jackson bak coba merangkum hubungan kedua pemain tersebut dengan mengatakan, "Saya pikir ini pelajaran bagus untuk orang-orang. Ini sesuatu yang harus membutuhkan orang bekerja sama, orang-orang mencari cara menangani situasinya, menemukan harmoni dalam hidup, menemukan kebersamaan."
Bryant dan O'Neal mungkin sudah pernah punya masalah, yang bisa jadi belum sepenuhnya tuntas sampai kini. Tapi itu tak mencegah mereka bekerja sama membawa tim Barat berjaya, sekaligus bersama-sama berbagi gelar MVP.
(krs/a2s)











































