Hal ini disampaikan dalam konfersnsi pers yang dilangsungkan di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, Rabu (4/3/2009). Hadir dalam konpers itu adalah Presiden SEABA Erick Thohir, Ketua Perbasi Noviantika Nasution, Sekjen FIBA untuk Asia Dato' Yeoh Choo Hock, dan chairman ABL Tommy Fernandes.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa ABL diadakan untuk membangkitkan kembali duna basket ASEAN yang dulu di era 60 dan 70-an sempat bergaung di tingkat Asia. Selain itu, turnamen ini juga diharapkan bisa menjadi ajang kompetisi yang ketat untuk klub-klub ASEAN meraih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya meningkatkan prestasi klub-klub basket di ASEAN agar mampu bersaing di tingkat dunia. Klub-klub yang ingin ikut harus punya stndarisasi. Kalau tidak, mana mungkin tercipta game yang menarik," ujar Erick.
Salah satu standarisasi adalah kesediaan dana yang tidak sedikit. Erick menyebut bahwa setiap tim yang ingin berlaga harus memiliki bank guarantee sebesar 1 juta dolar AS.
"Standarisasi ini cukup susah karena menyangkut bank guarantee. Setiap klub yang ingin ikut harus memiliki 1 juta dolar AS. Biar tidak ada klub yang mundur di tengah jalan."
"Nantinya akan ada sanksi bagi klub yang sudah mendaftar tapi akhirnya mundur. Makanya harus ada legalisasi dari asosiasi basket dari negara tempat klub berada."
"Biaya operasional juga sangat tinggi, lima miliar rupiah. Klub pun harus memiliki infrastruktur (hall basket) minimal 4.000 (kapasitas penonton)," jelas Erick.
Setiap klub diperbolehkan memainkan dan memiliki dua pemain asing (para pemain yang berasal dari luar ASEAN), dua pemain ASEAN, dan tujub pemain lokal. Pertandingannya sendiri akan memakai sistem home-away. Setiap klub bisa meng-host 7-12 pertandingan home, tergantung dari berapa tim yang akhirnya memutuskan untuk ikut turnamen ini.
Sejauh ini baru ada tiga tim yang memutuskan ikut, yakni Singapore Silinger dari Singaopura, Bangkok Bank (Thailand), dan Petronas (Malaysia). Erick pun mengharapkan bahwa pada saat deadline pendaftaran 30 April depan akan ada nama klub dari Indonesia akan tercantum.
"Saya yakin kalau klub-klub Indonesia ikut akan mampu berbicara banyak, kalau bisa sampai babak playoff lah minimal," ucapnya.
(roz/key)











































