Ketua Perbasi: Jaminan untuk ABL Bukan Kendala

Ketua Perbasi: Jaminan untuk ABL Bukan Kendala

- Sport
Rabu, 04 Mar 2009 22:04 WIB
Ketua Perbasi: Jaminan untuk ABL Bukan Kendala
Jakarta - Klub basket Indonesia harus menyediakan jaminan sekitar Rp 11,9 miliar untuk bisa ikut serta di Asean Basketball League (ABL). Akankah besaran jaminan akan jadi rintangan? Tidak mesti demikian kata Ketua Perbasi Noviantika Nasution.

Seperti telah dikabarkan sebelumnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta ABL, di antaranya adalah memberikan punya jaminan dana bank (bank guarantee) senilai satu juta dollar AS (Rp 11,9 miliar).

Nominal tersebut jelas tidak kecil mengingat krisis finansial yang sedang melanda dunia saat ini. Tapi ini bisa diakali jika ada peran serta dari semua kalangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka itu (1 juta dollar AS) memang terlihat besar. Namun, tak menjadi masalah jika semua ikut mendukung tim-tim, khususnya klub Indonesia yang ikut IBL," tutur Noviantika kepada wartawan di sela-sela acara peluncuran ABL di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, Rabu (4/3/2009).

"Bila tim itu bisa ikut, pasti pecinta basket akan terhibur dan tertarik untuk menonton. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, dukungan untuk klub yang berlaga di ABL nantinya pasti akan besar pula. Semangat mencintai olahraga basket lebih mahal dari angka tersebut," papar dia lebih lanjut.

Novi pun lantas menegaskan arti pentingnya kehadiran klub IBL di pentas liga basket Asia Tenggara tersebut, yang mana nantinya bisa memiliki imbas positif kepada prestasi timnas basket di level dunia.

"Dengan adanya ABL, diharapkan timnas akan mampu berprestasi di tingkat Internasional seiring dengan bertambahnya jam terbang para pebasket kita. Jangan cuma target kita hanya setingkat Sea Games saja," tegas Novi.

Sementara menyoal keikutsertaan klub Indonesia nantinya di ABL, dia menyatakan, "Saya berharap mereka bisa masuk minimal empat besar atau kalau bisa hingga final." (krs/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads