Saat ini Erick berposisi sebagai Presiden SEABA atau Asosiasi Basket Asia Tenggara. Selain itu dia juga dikenal sebagai pemilik klub IBL, Satria Muda Britama, sekaligus empunya dari Mahaka Sports, badan penyelenggara IBL. Itu sejumput bukti betapa Erick sudah demikian "gila" basket.
Bersamaan dengan dicetuskannya ABL di Crowne Plaza, Jakarta, Rabu(4/3/2009), Erick pun mengharapkan agar klub basket di Indonesia dapat berpartisipasi di liga basket negara Asia Tenggara itu, agar kian banyak yang ketularan "virus gila".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai peluang klubnya untuk ikut serta di ABL, Erick masih belum memberi kepastian karena harus berdiskusi lebih lanjut dengan pemilik saham lain di SM, dan para sponsor pendukung.
"SM tentunya tertarik untuk ikut ABL, namun harus ada pembicaraan dengan owner yang lain dan tentunya pihak sponsorship. Karena yg punya SM bukan saya seorang saja," lanjut pria yang juga menjabat Direktur salah satu stasiun televisi swasta itu.
Bila nantinya SM ataupun klub IBL lainnya jadi ikut serta di ABL, Erick juga optimistis bahwa wakil Indonesia dapat berbicara banyak di kompetisi itu. "Saya yakin klub Indonesia mampu melaju sampai babak playoff (4 besar / 6 besar)."
(krs/krs)










































