Bermain di depan dukungan fans sendiri, SM harus rela menelan kekalahan dari Al Wasil. Sepanjang laga, Selasa (12/5/2009), itu para pemain SM khususnya legiun lokal relatif kurang bisa berkembang.
Pemain macam Faisal Julius Achmad, Ronny Gunawan dan Amin Prihantono, bahkan hanya mengumpulkan total 17 poin di antara ketiganya. Capaian itu berbeda dibandingkan dengan skuad asing SM. Tengok Rashad Powell dan Nakiea Jovon Miller yang masing-masing mampu menyumbang 27 dan 23 angka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun laga ini terbilang luar biasa buat saya dan para pemain SM, namun saya masih kecewa kepada penampilan para pemain lokal SM. Mereka kurang bisa fight dan tak keluar formnya saat melawan pemain-pemain asing tadi," nilai pelatih yang akrab disapa Ito itu usai pertandingan.
"Banyak masalah yang terjadi pada laga tadi. Yang paling mencolok adalah kurangnya jam terbang dan kualitas lawan tanding yang kami hadapi di kompetisi lokal," lanjutnya memaparkan.
Namun demikian, Fictor yakin kekalahan itu bisa jadi pelajaran berharga bagi timnya terutama dalam hal pembinaan mental pemainnya. "Pertandingan dan turnamen ini tentunya bagus buat para pemain lokal agar mempunya mental yang lebih kuat."
Senada dengan pelatihnya, Powell pun memberi masukan kepada rekan-rekanya perihal konsistensi permainan yang harus ditunjukkan saat bertanding di turnamen Internasional, meski dia juga percaya SM akan bisa lebih baik di laga selanjutnya.
"Kalau saya lihat mereka kurang power dan permainannya malah datar-datar saja. Harusnya bisa lebih baik melihat lawan (Al Wasil) tadi bermain bagus. Saya percaya akan lebih baik di game kedua nanti. Mudah-mudahan saja kami bisa menang," demikian Powell.
Berikutnya, SM akan turun berlaga Kamis (14/5/2009) guna menghadapi Zain dari Yordania.
(krs/nar)











































