Pada saat laga perempatfinal kontra Al Riyadi (Libanon) hari Minggu kemarin, SM yang bermain baik di dua kuarter awal, harus menelan pil pahit karena performa SM di kuarter ketiga sangatlah buruk, di mana hanya tujuh poin yang mampu dilesakkan berbanding 22 milik Al Riyadi.
Anomali itu terjadi lagi kala SM berebut tempat kelima melawan Smart Gilas. SM harus rela takluk dari jagoan Filipina dengan skor 107-112.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kuarter ketiga gak baguslah. Kita memang selalu tampil buruk kuarter ketiga di turnamen ini. Saya juga heran kenapa bisa begitu. Tapi untungnya kita bisa bertahan dan mengimbangi mereka,” analisa pelatih SM Fictor Gideon Roring usai pertandingan.
Ito pun tak segan melontarkan pujian kepada pemain lawan yakni Andy Barocca yang bermain sangat baik di pertandingan tadi. “Dia, yang nomor 4 (Barocca) bermain sangat agresif dan lincah.”
“Gak tahu kenapa, kalau ketemu Filipina pasti auranya berbeda, pertandingan lebih menegangkan. Mungkin karena kita sama-sama Melayu,” tukas Ito merujuk pada atmosfer pertandingan yang berjalan begitu panas dan menegangkan sehingga memacu adrenalin para penonton yang hadir.
Sementara pelatih Gilas Rajko Toroman memuji permainan ngotot yang ditunjukkan oleh SM. Dan ia pun menyarankan agar SM lebih banyak melakukan pertandingan agar permainannya berkembang jadi lebih bagus.
“Indonesia sangat kuat. Sebuah kerja yang luar biasa dari pelatihnya (Ito). Saya yakin dengan memperbanyak jam terbangnya, Indonesia (SM) akan lebih baik kedepannya,” tandas Toroman.
“Kami menampilkan penampilan yang menarik untuk penonton. Kami dipaksa overtime,” pungkasnya.
(mrp/arp)
