Dalam pertandingan yang dihelat di GOR Kertajaya, Surabaya, Jumat (29/5/2009), Bhineka relatif lebih dominan di kuarter pertama. Mereka pun menutup kuarter ini dengan keunggulan 17-14.
Memasuki kuarter kedua, pertandingan relatif berimbang setelah kedua tim sama-sama mencetak 11 poin. Namun 11 poin yang dikumpulkan Bima Sakti tak mampu menjungkalkan keunggulan Bhineka. Pasukan asal Solo itu masih memimpin dengan skor 28-25.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhineka makin terpuruk di kuarter terakhir. Meski sempat menyamakan angka, mereka tak mampu membendung serangan Bima Sakti yang banyak mengandalkan tembakan tiga angka dari para pemainnya. Bima Sakti pun menutup laga ini dengan kemenangan 60-52.
Meski timnya menang, pelatih Bima Sakti Malang, Eddy Santoso, mengaku bahwa mental bertanding timnya sangat rawan. Sebagai bukti, Bima Sakti sempat tertinggal di dua kuarter awal.
"Pemain kami banyak yang masih muda sehingga mental bertanding mereka sangat kurang. Dan di awal kuarter pemain saya bermain sangat takut dan hati-hati sehingga dimanfaatkan tim lawan," katanya kepada wartawan usai pertandingan.
Eddy juga menambahkan bahwa ia optimistis timnya akan mampu bersaing dengan tim papan atas serta lolos ke babak playoff.
Semenatara dari kubu Bhineka yang diwakili oleh salah satu pemainnya, Christian Rarung, mengatakan bahwa faktor kekalahan timnya disebabkan hilangnya fokus terhadap pertandingan.
Namun dirinya berharap dan berjanji dalam pertandingan selanjutnya akan bermain lebih bagus dan ngotot. "Para pemain Bima Sakti lebih siap mental dan teman-teman kehilangan fokus pertandingan saat dua kuarter terakhir. Tapi kita akan bermain ngotot dan lebih bagus lagi di pertandingan selanjutnya," ujarnya.
(ze/roz)











































