Aspac Salahkan Lapangan, Bhineka Kurang Darah

IBL

Aspac Salahkan Lapangan, Bhineka Kurang Darah

- Sport
Senin, 01 Jun 2009 21:56 WIB
Aspac Salahkan Lapangan, Bhineka Kurang Darah
Surabaya - Laga IBL putaran kedua seri kelima antara Aspac Jakarta melawan Stadium Bhineka Solo berlangsung nyaris tanpa greget. Aspac menyalahkan kondisi lapangan yang licin, sementara Bhineka menyebut pemainnya kurang darah.

Pada pertandingan yang dihelat di GOR Kertajaya, Surabaya, Senin (31/5/2009), kedua tim tampil standar-standar saja di kuarter pertama. Tapi Aspac yang relatif lebih dominan berhasil memenangi kuarter ini dengan skor 19-4.

Memasuki kuarter kedua, perolehan poin kedua tim juga terlihat seret. Bahkan hingga quarterΒ  ini berakhir kedua tim tidak mampu membuat lebih dari 25 poin. Namun tim Aspac masih mampu mempertahankan keunggulan sementara dengan berhasil menambah 18 poin sehingga kembali unggul 33-12.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bhineka baru bangkit di kuarter ketiga, meski tambahan 15 poin yang dihasilkan masih belum mampu mengungguli skor sementara yakni 43-27 untuk
keunggulan Aspac.

Tetapi kebangkitan Bhineka tidak berlanjut di kuarter terakhir. Di kuarter keempat ini, para pemain Bhineka lebih banyak melakukan permainan individu serta shooting mereka tidak akurat. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pemain Aspac.

Alhasil kuarter keempat tim Stadium Bhineka Solo hanya mampu menambah perolehan point sebanyak 9. Sedangkan Aspac berhasil menambah 17 poin. Alhasil pertandingan ini ditutup dengan kemenangan Aspac dengan skor 60-36.

Tak maksimalnya permainan Aspac diamini oleh asisten manajer Mayckel Perdinandus. Namun dia menyatakan, ini disebabkan kondisi lapangan yang licin akibat embun dari bawah serta belum solidnya pemain Bhineka.

"Lapangannya licin menjadikan permainan anak-anak jelek. Dengan situasi lapangan gimana bisa berkembang permainan? Tapi kemenangan ini didukung dengan kurang solidnya pemain Bhineka," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.

Lain halnya dengan asisten pelatih Bhineka, Yohannis Winar, yang tidak mau mengkambinghitamkan kondisi lapangan yang licin. Dia mengakui jika permainan timnya sangat buruk.

"Jangan cari kambing hitam kondisi lapangan. Tapi tim saya bermain jelek banget dan saya bilang mereka bermain gak ada darahnya," tegasnya.

Namun Yohannis optimistis timnya akan mampu melangkah ke babak playoff dengan memenangi sisa empat laga yakni melawan Pelita Jaya, Citra Satria, Garuda Fleksi, serta Satria Muda. "Memang berat, tapi kita optimistis bisa meraih tiket ke babak playoff."
(ze/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads