Duel kedua tim berlangsung sengit dari awal. Para pemain tampak ngotot dalam bermain. Wajar saja, ini lantaran mereka memerlukan kemenangan untuk memperoleh tiket babak Final Four melalui jalur playoff (peringkat 3-6).
Di kuarter pertama perolehan angka berjalan ketat, Pelita unggul 12-11. Di kuarter kedua Stadium tertinggal cukup jauh karena mencetak enam poin di bawah lawannya. Babak pertama berakhir dengan skor 33-24.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih Stadium Bhinneka, Amran, seusai pertandingan mengatakan timnya melakukan banyak kesalahan. "Dari tiga kesalahan yang kita buat, mereka memperoleh satu poin," ujarnya.
Tentang kegagalan timnya meraih tiket playoff, secara umum ia menjelaskan bahwa Stadium masih perlu waktu dan proses untuk menjadi tim yang lebih baik. "Banyak yang perlu kami benahi, misalnya kematangan bermain, baik secara tim maupun individu, teknik, pengetahuan, dan kekuatan fisik."
Sementara itu kubu Pelita Jaya tampak riang dengan kemenangan ini. Tim yang dulunyaΒ bernama Kalila Jakarta ini sudah mencapai target lolos playoff untuk bisa masuk fase Final Four.
"Pertandingan selanjutnya melawan XL Aspac, kita akan nothing to lose," tukas pelatih Rastafari. "Tapi ini bukan berarti kita takkan main serius. Kalau bisa menang, kita tetap akan ambil itu.
Pelita untuk sementara duduk di peringkat keenam klasemen sementra, di bawah SM Britama, Garuda Flexy, Aspac, Nuvo CLS Knight, Bima Sakti, dan Bima Sakti. Adapun Stadium Bhinneka berada di urutan ketujuh di atas Evalube Angsapura Medan, Citra Satria, dan Muba Hangtuah IM. (a2s/a2s)











































