Pada game pertama hari kedua perhelatan IBL Seri 6 Putaran II di GOR C'tra Arena, Bandung, Pelita menelan kekalahan 57-69 dari Aspac, dua hari setelah meraih kemenangan atas Stadium Bhinneka Solo.
"Performance kita tidak baik, terutama dalam hal defense. Penyerangan kita sebenarnya sudah bagus. Ketika margin skor sudah sedikit, defense-nya jelek. Mereka dapat banyak fast break yang enak dari kita."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kalah, Pelita tetap lolos ke babak playoff untuk memperebutkan tiket ke Final Four, sebagaimana itu menjadi target realistis utama bagi mereka.
"Untuk menghadapi playoff kami harus berubah. Tidak bisa kalau seperti begini. Harus ada step up," lanjut Koko.
Ketika ditanya apa masalah terbesar yang harus diperbaiki, Koko menggarisbawahi soal kerja sama tim.
"Anak-anak harus memahami betul apa arti team work. Ini permainan tim. Kalau main secara inidividual takkan bisa menang. Team work kami harus ditingkatkan."
Sementara itu pelatih Aspac, Tjetjep Firmansyah, mengatakan bahwa timnya akan menjadikan laga terakhirnya melawan Garuda Flexy Bandung (16/6) sebagai tes yang penting sebelum terjun di playoff.
"Yang jelas kami siap melawan siapa saja di babak playoff. Babak reguler berbeda dengan playoff. Kami akan berusaha tampil lebih baik lagi," ujarnya.
Di Seri II Putaran 6 di Bandung ini Aspac sudah tampil dua kali dan selalu menang. Di game pertamanya mereka berhasil mengalahkan Stadium Bhinneka Solo. (a2s/a2s)











































