Gelar keempat Kobe datang setelah Los Angeles Lakers membekap Orlando Magic 99-86 di game kelima final NBA di Amway Arena, Orlando, Senin (15/6/2009) pagi WIB.
Sebelumnya, Kobe menjadi juara NBA bersama Lakers pada tahun 2000, 2001 dan 2002. Tandem Kobe dengan Shaq menjadi motor utama Lakers untuk tiga titel beruntun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, keduanya terlibat konflik dan Shaq pindah ke Miami Heat pada tahun 2004. Tanpa Shaq, Kobe memang menjadi bintang utama Lakers. Tetapi tak ada satu pun gelar yang sanggup ia hadirkan.
Wajar bila publik mengatakan bahwa Kobe berada di bawah bayang-bayang gelap Shaq. Sampai kemudian saat itu datang, Kobe bisa menurunkan beban berat itu dari bahunya dan mengantar Lakers jadi juara lagi dalam tujuh tahun terakhir.
Kobe menjadi bintang kemenangan Lakers atas Magic sehingga ia pun dinobatkan sebagai MVP final. Inilah titel MVP final pertama guard berusia 30 tahun itu sepanjang karirnya.
Dengan gelar NBA tahun ini, yang disempurnakan dengan MVP final, maka Kobe sekarang sudah sah keluar dari bayang-bayang Shaq. Kobe mampu membuktikan bahwa tanpa Shaq pun ia sanggup menjejak puncak dunia.
Shaq pun mengucapkan selamat untuk mantan rekannya itu melalui Twitter-nya. "Selamat Kobe. Kamu layak mendapatkannya. Kamu bermain hebat. Nikmatilah, nikmatilah. Aku tahu kamu sekarang sedang bilang, 'Shaq, rasakan ini'."
(arp/key)











































