Sebelum pertandingan kelima di Amway Arena, Senin (15/6/2009) pagi WIB, nafas Magic memang sudah di tenggorokan karena tengah tertinggal 1-3. Pada akhirnya, tak banyak yang bisa mereka perbuat dan Magic kalah 86-99.
Menurut pelatih Magic Stan Van Gundy, kunci kekalahan timnya terletak pada kuarter kedua. Lakers menguasai kuarter itu dengan unggul 30-18. Dalam prosesnya, Lakers bahkan sempat melaju 16-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bertarung keras di paruh kedua. Tetapi mereka sudah punya jawaban untuk semuanya," tukas Van Gundy kemudian.
Magic harus menelan pil pahit kekalahan di final kedua mereka semenjak tahun 1995. Bintang Magic, Dwight Howard, secara sportif mengakui bahwa Lakers memang tampil lebih baik.
"Apakah mereka tim terbaik di kejuaraan ini? Ya, itulah mengapa mereka jadi juara," komentar center berjuluk Superman itu.
"Apa yang bisa kami pelajari dari pengalaman ini adalah, kami harus bisa bermain sepanjang pertandingan, selam 48 menit. Lakers terus menekan kami dan mereka bermain sebagai sebuah tim yang lapar gelar juara," tuntas Howard.
(arp/key)











































